<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Tol Kediri-Tulungagung Dibangun Pakai Uang Gudang Garam, Nilai Investasi Rp9,9 Triliun</title><description>Kementerian PUPR bersama dengan PT Gudang Garam (Tbk) segera membangun Jalan Tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung sepanjang 44,17 km.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976207/jalan-tol-kediri-tulungagung-dibangun-pakai-uang-gudang-garam-nilai-investasi-rp9-9-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976207/jalan-tol-kediri-tulungagung-dibangun-pakai-uang-gudang-garam-nilai-investasi-rp9-9-triliun"/><item><title>Jalan Tol Kediri-Tulungagung Dibangun Pakai Uang Gudang Garam, Nilai Investasi Rp9,9 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976207/jalan-tol-kediri-tulungagung-dibangun-pakai-uang-gudang-garam-nilai-investasi-rp9-9-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976207/jalan-tol-kediri-tulungagung-dibangun-pakai-uang-gudang-garam-nilai-investasi-rp9-9-triliun</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 17:26 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976207/jalan-tol-kediri-tulungagung-dibangun-pakai-uang-gudang-garam-nilai-investasi-rp9-9-triliun-D9nTKre7up.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan jalan tol tulungagung-kediri (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976207/jalan-tol-kediri-tulungagung-dibangun-pakai-uang-gudang-garam-nilai-investasi-rp9-9-triliun-D9nTKre7up.jpg</image><title>Pembangunan jalan tol tulungagung-kediri (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNS8xLzE3NzYzMy81L3g4dGE5YmM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian PUPR bersama dengan PT Gudang Garam (Tbk) segera membangun Jalan Tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung sepanjang 44,17 km. Pembangunan jalan tol ini merupakan salah satu proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atas Prakarsa Badan Usaha (unsolicited).
&quot;Terima kasih kepada PT Gudang Garam (Tbk) yang telah merencanakan pembangunan jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung. Ini adalah keputusan bisnis yang sangat strategis karena akan menghubungkan Tol Trans Jawa yang telah beroperasi dengan Jalur Pansela (Pantai Selatan),&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Tarif Jalan Tol Japek dan MBZ Bakal Naik, Ini Daftar Lengkapnya


Menurut Menteri Basuki, pembangunan jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung akan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih, jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung ini berada di kawasan potensial agroindustri dan sumber daya laut. Selain itu, dapat mempercepat distribusi logistik sehingga berdampak positif pada produktivitas industri dan pariwisata.

BACA JUGA:
Pak Bas: Jalan Tol Yogyakarta-Solo Ruas Kartosuro-Klaten Bisa Digunakan Lebaran 2024


Dalam pembangunan jalan tol ini, pemerintah melalui Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis terkait kualitas konstruksi jalan tol. Mulai dari perencanaan desain, hingga proses pembangunan yang akan dimonitor oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.
Kemudian secara finansial oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan terkait pengusahaan yang akan dikoordinasikan melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan untuk memitigasi risiko pembangunan proyek tol ini melalui PT PII, Kementerian Keuangan.
Kepala BPJT Kementerian PUPR Miftachul Munir menerangkan, pembangunan  jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung yang diprakarsai oleh PT Gudang Garam  (Tbk) ini memiliki nilai investasi sebesar Rp9,92 triliun dengan masa  konsesi selama 50 tahun. Adapun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)  pengelolanya yaitu PT Surya Sapta Agung Tol.
&quot;Jalan tol Kediri - Tulungagung sepanjang 44,17 km ini terdiri dari  akses Bandara Dhoho di Kediri sepanjang 6,82 km, dan main road sepanjang  37,35 km termasuk jalan akses. Jalan Tol ini memiliki jumlah lajur 2x2  dan 4 simpang susun yang berada di Bulawen, Kediri, Mojo, dan  Tulungagung,&quot; jelas Kepala BPJT Miftachul Munir.
Pembangunan jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung direncanakan mulai  konstruksi pada Kuartal 2 tahun 2024. Sehingga, akses Bandara Dhoho di  Kediri ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2025. Dilanjutkan dengan  mainroad yang akan menghubungkan Kediri &amp;ndash; Mojo &amp;ndash; Tulungagung  yang akan  beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2025.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNS8xLzE3NzYzMy81L3g4dGE5YmM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian PUPR bersama dengan PT Gudang Garam (Tbk) segera membangun Jalan Tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung sepanjang 44,17 km. Pembangunan jalan tol ini merupakan salah satu proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atas Prakarsa Badan Usaha (unsolicited).
&quot;Terima kasih kepada PT Gudang Garam (Tbk) yang telah merencanakan pembangunan jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung. Ini adalah keputusan bisnis yang sangat strategis karena akan menghubungkan Tol Trans Jawa yang telah beroperasi dengan Jalur Pansela (Pantai Selatan),&quot; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Tarif Jalan Tol Japek dan MBZ Bakal Naik, Ini Daftar Lengkapnya


Menurut Menteri Basuki, pembangunan jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung akan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Terlebih, jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung ini berada di kawasan potensial agroindustri dan sumber daya laut. Selain itu, dapat mempercepat distribusi logistik sehingga berdampak positif pada produktivitas industri dan pariwisata.

BACA JUGA:
Pak Bas: Jalan Tol Yogyakarta-Solo Ruas Kartosuro-Klaten Bisa Digunakan Lebaran 2024


Dalam pembangunan jalan tol ini, pemerintah melalui Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis terkait kualitas konstruksi jalan tol. Mulai dari perencanaan desain, hingga proses pembangunan yang akan dimonitor oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.
Kemudian secara finansial oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan terkait pengusahaan yang akan dikoordinasikan melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan untuk memitigasi risiko pembangunan proyek tol ini melalui PT PII, Kementerian Keuangan.
Kepala BPJT Kementerian PUPR Miftachul Munir menerangkan, pembangunan  jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung yang diprakarsai oleh PT Gudang Garam  (Tbk) ini memiliki nilai investasi sebesar Rp9,92 triliun dengan masa  konsesi selama 50 tahun. Adapun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT)  pengelolanya yaitu PT Surya Sapta Agung Tol.
&quot;Jalan tol Kediri - Tulungagung sepanjang 44,17 km ini terdiri dari  akses Bandara Dhoho di Kediri sepanjang 6,82 km, dan main road sepanjang  37,35 km termasuk jalan akses. Jalan Tol ini memiliki jumlah lajur 2x2  dan 4 simpang susun yang berada di Bulawen, Kediri, Mojo, dan  Tulungagung,&quot; jelas Kepala BPJT Miftachul Munir.
Pembangunan jalan tol Kediri &amp;ndash; Tulungagung direncanakan mulai  konstruksi pada Kuartal 2 tahun 2024. Sehingga, akses Bandara Dhoho di  Kediri ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2025. Dilanjutkan dengan  mainroad yang akan menghubungkan Kediri &amp;ndash; Mojo &amp;ndash; Tulungagung  yang akan  beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2025.</content:encoded></item></channel></rss>
