<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peringatan Bank Dunia: Program Makan Siang Gratis Harus Dirancang Matang</title><description>Bank Dunia memperingatkan bahwa program makan siang gratis harus dirancang dengan matang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976285/peringatan-bank-dunia-program-makan-siang-gratis-harus-dirancang-matang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976285/peringatan-bank-dunia-program-makan-siang-gratis-harus-dirancang-matang"/><item><title>Peringatan Bank Dunia: Program Makan Siang Gratis Harus Dirancang Matang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976285/peringatan-bank-dunia-program-makan-siang-gratis-harus-dirancang-matang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976285/peringatan-bank-dunia-program-makan-siang-gratis-harus-dirancang-matang</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976285/peringatan-bank-dunia-program-makan-siang-gratis-harus-dirancang-matang-9TfOB6zf5O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Dunia ingatkan soal anggaran makan siang gratis (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976285/peringatan-bank-dunia-program-makan-siang-gratis-harus-dirancang-matang-9TfOB6zf5O.jpg</image><title>Bank Dunia ingatkan soal anggaran makan siang gratis (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY3MS81L3g4dGNtNjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Dunia memperingatkan bahwa program makan siang gratis harus dirancang dengan matang. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menilai anggaran Program Makan Siang Gratis perlu disiapkan secara matang.
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.

BACA JUGA:
Jatah Makan Siang Gratis Rp15.000 per Anak Tanpa Susu, Menko PMK: Gampang Itu


&quot;Tergantung program seperti apa yang akan dilaksanakan dan bentuknya apa. Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan dan biayanya juga dipersiapkan,&quot; kata Satu Kahkonen dikutip dari Antara, Selasa (27/2/2024).
Sebagai perwakilan Bank Dunia, hingga saat ini Satu Kahkonen masih menunggu rincian lebih lanjut Program Makan Siang Gratis dari pemerintah.

BACA JUGA:
Soal Anggaran Makan Siang Gratis, Menko PMK: Cuma Memindah Amplop Saja


&quot;Kami masih menantikan (rincian Program Makan Siang Gratis). Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari PDB, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,&quot; ujarnya.
Adapun rincian dari Program Makan Siang dan Susu Gratis telah  didiskusikan dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok  Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025. Program Makan Siang dan Susu Gratis  merupakan usulan dari pasangan calon (paslon) presiden dan wakil  presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam dokumen visi-misinya, paslon tersebut menjelaskan Program Makan  Siang Gratis bertujuan mengatasi masalah tengkes (stunting) dan bakal  menyasar siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama  (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.
Bantuan gizi juga akan diberikan kepada ibu hamil dan balita di  seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi  keluarga. Program tersebut menargetkan lebih dari 80 juta penerima  manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY3MS81L3g4dGNtNjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Dunia memperingatkan bahwa program makan siang gratis harus dirancang dengan matang. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menilai anggaran Program Makan Siang Gratis perlu disiapkan secara matang.
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.

BACA JUGA:
Jatah Makan Siang Gratis Rp15.000 per Anak Tanpa Susu, Menko PMK: Gampang Itu


&quot;Tergantung program seperti apa yang akan dilaksanakan dan bentuknya apa. Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan dan biayanya juga dipersiapkan,&quot; kata Satu Kahkonen dikutip dari Antara, Selasa (27/2/2024).
Sebagai perwakilan Bank Dunia, hingga saat ini Satu Kahkonen masih menunggu rincian lebih lanjut Program Makan Siang Gratis dari pemerintah.

BACA JUGA:
Soal Anggaran Makan Siang Gratis, Menko PMK: Cuma Memindah Amplop Saja


&quot;Kami masih menantikan (rincian Program Makan Siang Gratis). Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari PDB, sesuai dengan peraturan perundang-undangan,&quot; ujarnya.
Adapun rincian dari Program Makan Siang dan Susu Gratis telah  didiskusikan dalam pembahasan Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok  Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025. Program Makan Siang dan Susu Gratis  merupakan usulan dari pasangan calon (paslon) presiden dan wakil  presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dalam dokumen visi-misinya, paslon tersebut menjelaskan Program Makan  Siang Gratis bertujuan mengatasi masalah tengkes (stunting) dan bakal  menyasar siswa pra-sekolah, sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama  (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan pesantren.
Bantuan gizi juga akan diberikan kepada ibu hamil dan balita di  seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesehatan dan membantu ekonomi  keluarga. Program tersebut menargetkan lebih dari 80 juta penerima  manfaat dengan cakupan 100% pada tahun 2029.</content:encoded></item></channel></rss>
