<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gelontorkan Rp71 Triliun, Amazon Buka-bukaan soal Perkembangan AI</title><description>AWS Asia Pacific Jakarta Region telah berkomitmen untuk menginvestasikan sebesar USD5 miliar atau setara dengan Rp71 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976295/gelontorkan-rp71-triliun-amazon-buka-bukaan-soal-perkembangan-ai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976295/gelontorkan-rp71-triliun-amazon-buka-bukaan-soal-perkembangan-ai"/><item><title>Gelontorkan Rp71 Triliun, Amazon Buka-bukaan soal Perkembangan AI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976295/gelontorkan-rp71-triliun-amazon-buka-bukaan-soal-perkembangan-ai</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976295/gelontorkan-rp71-triliun-amazon-buka-bukaan-soal-perkembangan-ai</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 20:02 WIB</pubDate><dc:creator>Meliana Tesa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976295/gelontorkan-rp71-triliun-amazon-buka-bukaan-soal-perkembangan-ai-3QGmYW0z6O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Amazon buka-bukaan soal teknologi AI yang dikembangkan (Foto: Amazon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976295/gelontorkan-rp71-triliun-amazon-buka-bukaan-soal-perkembangan-ai-3QGmYW0z6O.jpg</image><title>Amazon buka-bukaan soal teknologi AI yang dikembangkan (Foto: Amazon)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3MS81L3g4bWM2dHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Amazon.com melalui AWS Asia Pacific Jakarta Region telah berkomitmen untuk menginvestasikan sebesar USD5 miliar atau setara dengan Rp71 triliun. AWS berkomitmen untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia dengan membangun dan mengoperasikan Pusat Data di Indonesia (untuk kawasan Asia Pasifik), dengan investasi sebesar USD5 miliar dalam periode 15 tahun ke depan.
&amp;ldquo;Indonesia merupakan lokasi yang sangat penting bagi AWS, dan kami akan terus berinovasi untuk para pelanggan kami di Indonesia,&amp;rdquo; papar Chief Technologist Asia Pacific Amazon Web Services (AWS) Olivier Klein, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Amazon PHK 30 Karyawan di Divisi Buy with Prime

AWS dan Amazon pun bertekad untuk mengurangi konsumsi energi dan di sisi lain menambah penggunaan energi baru dan terbarukan. Selama empat tahun berturut-turut, Amazon menjadi pembeli terbesar energi baru dan terbarukan dari kalangan korporasi, dan pembangkit listrik tenaga surya serta tenaga angin miliknya di seluruh dunia telah menciptakan investasi ekonomi yang bernilai lebih dari USD12 miliar sepanjang periode 2014-2022.
CTO Amazon.com Werner Vogels pun mengungkap beberapa prediksi teknologi yang paling berdampak pada 2024. Tahun ini tidak akan lepas dari perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif secara masif.

BACA JUGA:
Wall Street Loyo, Saham Microsoft, Apple hingga Amazon Anjlok 1%


Olivier mengatakan, Salah satu peningkatan terpenting adalah pelatihan AI generatif berdasarkan model bahasa besar (large language models/LLM) lintas budaya dan bahasa, sehingga hasil yang diberikan pun sesuai dengan konteks budaya yang diinginkan. &amp;ldquo;Kebanyakan LLM masih dilatih menggunakan Bahasa Inggris dan masih berorientasi budaya Barat. Oleh karena itu, salah satu hal yang kami investasikan di AWS adalah melatih LLM berdasarkan bahasa dan konteks budaya yang lebih beragam, termasuk di Indonesia sendiri,&amp;rdquo; ujarnya.
Masih di ranah AI generatif, AWS melihat bahwa aplikasi asisten coding akan digunakan untuk lebih banyak penerapan, termasuk untuk mendesain dan membuat sistem-sistem yang kompleks dalam waktu yang semakin cepat, sekaligus sebagai sarana edukasi untuk belajar coding.
Prediksi berikutnya adalah pelayanan kesehatan khusus perempuan yang  berbasis teknologi, atau disebut juga dengan FemTech. Dengan melonjaknya  investasi di sektor FemTech serta semakin banyaknya data yang dapat  meningkatkan ketepatan diagnosis, sektor FemTech diyakini tidak hanya  akan berdampak positif bagi perempuan, melainkan juga untuk pelayanan  kesehatan secara keseluruhan.
Terakhir, banyak perubahan besar juga akan terjadi di ranah edukasi.  Pendidikan konvensional yang selama ini bersifat hafal-menghafal, kini  tidak lagi dapat menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang  terampil dalam pekerjaannya akibat laju perkembangan teknologi yang  begitu cepat. Pembelajaran terus-menerus akan menjadi prinsip utama.
&amp;ldquo;Untuk itu, AWS telah melatih lebih dari 500 ribu talenta digital di  Indonesia, dan kami akan terus melatih lebih banyak lagi talenta  digital. Salah satu hal yang terpenting adalah tersedianya konten yang  dapat diakses oleh setiap orang, sehingga kami telah menyediakan lebih  dari 150 kursus pelatihan digital gratis dalam Bahasa Indonesia mengenai  topik-topik seperti dasar-dasar cloud, machine learning, analitik data,  keamanan siber, dan masih banyak lagi,&amp;rdquo; tegas Olivier.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wNy85LzE2Nzg3MS81L3g4bWM2dHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Amazon.com melalui AWS Asia Pacific Jakarta Region telah berkomitmen untuk menginvestasikan sebesar USD5 miliar atau setara dengan Rp71 triliun. AWS berkomitmen untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia dengan membangun dan mengoperasikan Pusat Data di Indonesia (untuk kawasan Asia Pasifik), dengan investasi sebesar USD5 miliar dalam periode 15 tahun ke depan.
&amp;ldquo;Indonesia merupakan lokasi yang sangat penting bagi AWS, dan kami akan terus berinovasi untuk para pelanggan kami di Indonesia,&amp;rdquo; papar Chief Technologist Asia Pacific Amazon Web Services (AWS) Olivier Klein, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Amazon PHK 30 Karyawan di Divisi Buy with Prime

AWS dan Amazon pun bertekad untuk mengurangi konsumsi energi dan di sisi lain menambah penggunaan energi baru dan terbarukan. Selama empat tahun berturut-turut, Amazon menjadi pembeli terbesar energi baru dan terbarukan dari kalangan korporasi, dan pembangkit listrik tenaga surya serta tenaga angin miliknya di seluruh dunia telah menciptakan investasi ekonomi yang bernilai lebih dari USD12 miliar sepanjang periode 2014-2022.
CTO Amazon.com Werner Vogels pun mengungkap beberapa prediksi teknologi yang paling berdampak pada 2024. Tahun ini tidak akan lepas dari perkembangan kecerdasan artifisial (AI) generatif secara masif.

BACA JUGA:
Wall Street Loyo, Saham Microsoft, Apple hingga Amazon Anjlok 1%


Olivier mengatakan, Salah satu peningkatan terpenting adalah pelatihan AI generatif berdasarkan model bahasa besar (large language models/LLM) lintas budaya dan bahasa, sehingga hasil yang diberikan pun sesuai dengan konteks budaya yang diinginkan. &amp;ldquo;Kebanyakan LLM masih dilatih menggunakan Bahasa Inggris dan masih berorientasi budaya Barat. Oleh karena itu, salah satu hal yang kami investasikan di AWS adalah melatih LLM berdasarkan bahasa dan konteks budaya yang lebih beragam, termasuk di Indonesia sendiri,&amp;rdquo; ujarnya.
Masih di ranah AI generatif, AWS melihat bahwa aplikasi asisten coding akan digunakan untuk lebih banyak penerapan, termasuk untuk mendesain dan membuat sistem-sistem yang kompleks dalam waktu yang semakin cepat, sekaligus sebagai sarana edukasi untuk belajar coding.
Prediksi berikutnya adalah pelayanan kesehatan khusus perempuan yang  berbasis teknologi, atau disebut juga dengan FemTech. Dengan melonjaknya  investasi di sektor FemTech serta semakin banyaknya data yang dapat  meningkatkan ketepatan diagnosis, sektor FemTech diyakini tidak hanya  akan berdampak positif bagi perempuan, melainkan juga untuk pelayanan  kesehatan secara keseluruhan.
Terakhir, banyak perubahan besar juga akan terjadi di ranah edukasi.  Pendidikan konvensional yang selama ini bersifat hafal-menghafal, kini  tidak lagi dapat menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang  terampil dalam pekerjaannya akibat laju perkembangan teknologi yang  begitu cepat. Pembelajaran terus-menerus akan menjadi prinsip utama.
&amp;ldquo;Untuk itu, AWS telah melatih lebih dari 500 ribu talenta digital di  Indonesia, dan kami akan terus melatih lebih banyak lagi talenta  digital. Salah satu hal yang terpenting adalah tersedianya konten yang  dapat diakses oleh setiap orang, sehingga kami telah menyediakan lebih  dari 150 kursus pelatihan digital gratis dalam Bahasa Indonesia mengenai  topik-topik seperti dasar-dasar cloud, machine learning, analitik data,  keamanan siber, dan masih banyak lagi,&amp;rdquo; tegas Olivier.</content:encoded></item></channel></rss>
