<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Pemangkasan BUMN, Ini Kata Erick Thohir</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mencatat jumlah perusahaan pelat merah kini tersisa 40 perseroan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976328/soal-pemangkasan-bumn-ini-kata-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976328/soal-pemangkasan-bumn-ini-kata-erick-thohir"/><item><title>Soal Pemangkasan BUMN, Ini Kata Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976328/soal-pemangkasan-bumn-ini-kata-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/320/2976328/soal-pemangkasan-bumn-ini-kata-erick-thohir</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 21:17 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976328/soal-pemangkasan-bumn-ini-kata-erick-thohir-XWVeEVKJdQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kata Erick Thohir soal perampingan BUMN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/320/2976328/soal-pemangkasan-bumn-ini-kata-erick-thohir-XWVeEVKJdQ.jpg</image><title>Kata Erick Thohir soal perampingan BUMN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mencatat jumlah perusahaan pelat merah kini tersisa 40 perseroan. Jumlah itu mengalami penurunan drastis dibandingkan periode Oktober 2023 yang berada di angka 60-an perusahaan.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan, Erick Thohir Bakal Revisi Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN 2024


Pengurangan jumlah BUMN disebabkan adanya program perampingan, penggabungan (merger), hingga pembubaran perusahaan &amp;lsquo;mati suri&amp;rsquo; yang dilakukan Kementerian BUMN sejak beberapa tahun lalu.
Pada tahun ini, Erick menyebut perampingan perusahaan negara belum dapat dilakukan. Sekalipun, target awal pemegang saham bahwa pemangkasan dilakukan hingga 2024 dan menyisakan 37 perseroan.

BACA JUGA:
Tingkatkan Daya Saing, Ini Cara BUMN Dukung Pariwisata RI 


&amp;ldquo;(Tahun ini ada pemangkasan?) Kayaknya sudah habis, jumlah BUMN tinggal 40,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui wartawan, Selasa (27/2/2024).
Dia yakin, jumlah BUMN akan semakin mengecil, tetapi semakin besar food print-nya. Tak sampai di situ, Erick juga berharap setelah periodesasi dirinya menakhodai Kementerian BUMN pengurangan perusahaan negara terus dilakukan hingga menyisakan 30 saja. Upaya itu bisa dilakukan oleh Menteri BUMN setelahnya.
Untuk merealisasikan harapan tersebut, Erick pun tengah membidik peta  jalan atau roadmap ihwal transformasi BUMN untuk 10 tahun mendatang.  Menurutnya, peta jalan itu bisa menjadi acuan bagi Menteri dan Direksi  BUMN yang baru.
&amp;ldquo;(Pangkas BUMN di bawah 40? Kan nanti dong, itu kan blueprint 2024-2034,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mencatat jumlah perusahaan pelat merah kini tersisa 40 perseroan. Jumlah itu mengalami penurunan drastis dibandingkan periode Oktober 2023 yang berada di angka 60-an perusahaan.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan, Erick Thohir Bakal Revisi Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN 2024


Pengurangan jumlah BUMN disebabkan adanya program perampingan, penggabungan (merger), hingga pembubaran perusahaan &amp;lsquo;mati suri&amp;rsquo; yang dilakukan Kementerian BUMN sejak beberapa tahun lalu.
Pada tahun ini, Erick menyebut perampingan perusahaan negara belum dapat dilakukan. Sekalipun, target awal pemegang saham bahwa pemangkasan dilakukan hingga 2024 dan menyisakan 37 perseroan.

BACA JUGA:
Tingkatkan Daya Saing, Ini Cara BUMN Dukung Pariwisata RI 


&amp;ldquo;(Tahun ini ada pemangkasan?) Kayaknya sudah habis, jumlah BUMN tinggal 40,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui wartawan, Selasa (27/2/2024).
Dia yakin, jumlah BUMN akan semakin mengecil, tetapi semakin besar food print-nya. Tak sampai di situ, Erick juga berharap setelah periodesasi dirinya menakhodai Kementerian BUMN pengurangan perusahaan negara terus dilakukan hingga menyisakan 30 saja. Upaya itu bisa dilakukan oleh Menteri BUMN setelahnya.
Untuk merealisasikan harapan tersebut, Erick pun tengah membidik peta  jalan atau roadmap ihwal transformasi BUMN untuk 10 tahun mendatang.  Menurutnya, peta jalan itu bisa menjadi acuan bagi Menteri dan Direksi  BUMN yang baru.
&amp;ldquo;(Pangkas BUMN di bawah 40? Kan nanti dong, itu kan blueprint 2024-2034,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
