<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PUPR Ungkap Tantangan Besar Bangun 3 Juta Rumah</title><description>Kementerian PUPR mengungkap tantangan mewujudkan visi misi Prabowo Subianto untuk membangun 3 juta rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976292/pupr-ungkap-tantangan-besar-bangun-3-juta-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976292/pupr-ungkap-tantangan-besar-bangun-3-juta-rumah"/><item><title>PUPR Ungkap Tantangan Besar Bangun 3 Juta Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976292/pupr-ungkap-tantangan-besar-bangun-3-juta-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976292/pupr-ungkap-tantangan-besar-bangun-3-juta-rumah</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 19:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/470/2976292/pupr-ungkap-tantangan-besar-bangun-3-juta-rumah-9xCeT7SwYq.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan program rumah 3 juta (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/470/2976292/pupr-ungkap-tantangan-besar-bangun-3-juta-rumah-9xCeT7SwYq.jpeg</image><title>Tantangan program rumah 3 juta (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY3MS81L3g4dGNtNjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian PUPR mengungkap tantangan mewujudkan visi misi calon Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membangun 3 juta rumah.
&quot;Berdasarkan paparan visi dan misi calon Presiden, setidaknya ada 3 juta rumah yang diperkirakan akan dibangun Pemerintah baru mendatang, melanjutkan program 1 juta rumah oleh presiden Jokowi,&quot; ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna dalam acara Property Outlook 2024 secara virtual, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Hasil Quick Count Pilpres 2024, Pengusaha Properti Singgung Janji 3 Juta Rumah


Herry TZ mengungkapkan penyediaan hunian di Indonesia terbentur masalah klasik antara penyediaan lahan dan skema pembiayaan yang bisa saling menguntungkan antara lembaga keuangan dengan calon pembeli rumah. Terbatasnya ketersediaan lahan membuat harga tanah makin tinggi, hal tersebut akhirnya berdampak pada harga sebuah properti.
Sehingga dengan mahalnya harga properti tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan untuk mendapatkan hunian. Kalaupun harganya murah, maka rumah biasanya dibangun jauh dari pusat kota atau tempat mata pencaharian masyarakat.

BACA JUGA:
Prabowo Janji Bangun 3 Juta Rumah Bagi yang Belum Punya


&quot;Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga yang terjangkau menjadi tantangan yang besar, ketersediaan dana murah yang matching dengan karakteristik pembiayaan perumahan juga menjadi hambatan tersendiri bagi penyediaan perumahan yang terjangkau,&quot; kata Herry TZ.
Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah bagi Pemerintahan selanjutnya  adalah mencari titik keseimbangan tersebut, di mana harga rumah tetap  terjangkau namun aksesibilitas juga masih dapat dijangkau masyarakat  untuk mencari nafkah.
Masalah lain, dikatakan Herry TZ, dalam penyediaan perumahan bagi  masyarakat adalah terbatasnya jumlah pengembang yang memiliki  kualifikasi untuk menjadi mitra pemerintah. Hal tersebut membuat  pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk setidaknya melakukan  intervensi terhadap harga properti yang terjangkau.
&quot;Oleh karenanya ke depan perlu dikembangnkan berbagai kebijakan dan  inovasi yang lebih inklusif bagi pelaku usaha properti dan berpihak bagi  masyarakat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY3MS81L3g4dGNtNjY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kementerian PUPR mengungkap tantangan mewujudkan visi misi calon Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membangun 3 juta rumah.
&quot;Berdasarkan paparan visi dan misi calon Presiden, setidaknya ada 3 juta rumah yang diperkirakan akan dibangun Pemerintah baru mendatang, melanjutkan program 1 juta rumah oleh presiden Jokowi,&quot; ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna dalam acara Property Outlook 2024 secara virtual, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Hasil Quick Count Pilpres 2024, Pengusaha Properti Singgung Janji 3 Juta Rumah


Herry TZ mengungkapkan penyediaan hunian di Indonesia terbentur masalah klasik antara penyediaan lahan dan skema pembiayaan yang bisa saling menguntungkan antara lembaga keuangan dengan calon pembeli rumah. Terbatasnya ketersediaan lahan membuat harga tanah makin tinggi, hal tersebut akhirnya berdampak pada harga sebuah properti.
Sehingga dengan mahalnya harga properti tersebut membuat masyarakat semakin kesulitan untuk mendapatkan hunian. Kalaupun harganya murah, maka rumah biasanya dibangun jauh dari pusat kota atau tempat mata pencaharian masyarakat.

BACA JUGA:
Prabowo Janji Bangun 3 Juta Rumah Bagi yang Belum Punya


&quot;Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga yang terjangkau menjadi tantangan yang besar, ketersediaan dana murah yang matching dengan karakteristik pembiayaan perumahan juga menjadi hambatan tersendiri bagi penyediaan perumahan yang terjangkau,&quot; kata Herry TZ.
Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah bagi Pemerintahan selanjutnya  adalah mencari titik keseimbangan tersebut, di mana harga rumah tetap  terjangkau namun aksesibilitas juga masih dapat dijangkau masyarakat  untuk mencari nafkah.
Masalah lain, dikatakan Herry TZ, dalam penyediaan perumahan bagi  masyarakat adalah terbatasnya jumlah pengembang yang memiliki  kualifikasi untuk menjadi mitra pemerintah. Hal tersebut membuat  pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk setidaknya melakukan  intervensi terhadap harga properti yang terjangkau.
&quot;Oleh karenanya ke depan perlu dikembangnkan berbagai kebijakan dan  inovasi yang lebih inklusif bagi pelaku usaha properti dan berpihak bagi  masyarakat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
