<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggaran FLPP 2024 Dipangkas Jadi Rp13,7 Triliun untuk 166 Ribu Rumah</title><description>Pemerintah memangkas pangkas anggaran sekitar Rp12,6 triliun untuk FLPP</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976349/anggaran-flpp-2024-dipangkas-jadi-rp13-7-triliun-untuk-166-ribu-rumah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976349/anggaran-flpp-2024-dipangkas-jadi-rp13-7-triliun-untuk-166-ribu-rumah"/><item><title>Anggaran FLPP 2024 Dipangkas Jadi Rp13,7 Triliun untuk 166 Ribu Rumah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976349/anggaran-flpp-2024-dipangkas-jadi-rp13-7-triliun-untuk-166-ribu-rumah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/27/470/2976349/anggaran-flpp-2024-dipangkas-jadi-rp13-7-triliun-untuk-166-ribu-rumah</guid><pubDate>Selasa 27 Februari 2024 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/27/470/2976349/anggaran-flpp-2024-dipangkas-jadi-rp13-7-triliun-untuk-166-ribu-rumah-j8Hyk1xUuw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anggaran FLPP dipangkas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/27/470/2976349/anggaran-flpp-2024-dipangkas-jadi-rp13-7-triliun-untuk-166-ribu-rumah-j8Hyk1xUuw.jpg</image><title>Anggaran FLPP dipangkas (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzNS81L3g4c3NpMHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah memangkas pangkas anggaran sekitar Rp12,6 triliun untuk pembiayaan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2024.

BACA JUGA:
Bank Muamalat Targetkan Pembiayaan KPR Capai Rp5,3 Triliun di 2024 


Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna pada tahun 2023 lalu pemerintah menganggarkan Rp26,3 triliun untuk program FLPP. Kemudian pada tahun 2024 anggaran berkurang menjadi Rp13,7 triliun.
&quot;Jumlah (FLPP Tahun 2024) ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, namun sesuai hasil rapat internal 27 Oktober 2023, Pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dana FLPP tahun 2024 menjadi 220 ribu unit,&quot; ujar Herry TZ dalam acara Property Outlook 2024 secara virtual, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Sambut Imlek, BRI Tawarkan KPR HOKI dengan Bunga Kompetitif


Lebih lanjut Herry TZ melaporkan sepanjang tahun 2023, dengan anggaran Rp26,3 triliun program FLPP, telah disalurkan kepada 229 unit rumah. Terdiri dari Rp895 miliar untuk subsidi bantuan uang muka (SBUM), Rp52 miliar disalurkan pembayaran 13.993 unit rumah untuk bantuan administrasi, dan 1,09 triliun dana peserta tapera untuk 7.020 unit rumah Tapera.
Sedangkan untuk kerangka penggunaan anggaran FLPP pada tahun 2024, ditargetkan bakal menyasar pada 166 ribu unit rumah.
Meski demikian, Herry TZ mengatakan meski anggaran FLPP tahun 2024  berkurang, Pemerintah telah berkomitmen untuk menyalurkan FLPP kepada  220 ribu unit rumah, dengan alokasi tambahan anggaran pada tahun  berjalan nantinya.
&quot;Pada tahun ini pemerintah menyalurkan FLPP sebanyak Rp13,72 triliun,  untuk 166 ribu unit rumah, Rp0,68 triliun untuk 166 ribu unit sbum dan  dana peserta tabungan perumahan rakyat untuk pembiayaan tapera sebesar  Rp0,83 triliun untuk 7.251 unit rumah,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi8xLzE3NzMzNS81L3g4c3NpMHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pemerintah memangkas pangkas anggaran sekitar Rp12,6 triliun untuk pembiayaan perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2024.

BACA JUGA:
Bank Muamalat Targetkan Pembiayaan KPR Capai Rp5,3 Triliun di 2024 


Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna pada tahun 2023 lalu pemerintah menganggarkan Rp26,3 triliun untuk program FLPP. Kemudian pada tahun 2024 anggaran berkurang menjadi Rp13,7 triliun.
&quot;Jumlah (FLPP Tahun 2024) ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, namun sesuai hasil rapat internal 27 Oktober 2023, Pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dana FLPP tahun 2024 menjadi 220 ribu unit,&quot; ujar Herry TZ dalam acara Property Outlook 2024 secara virtual, Selasa (27/2/2024).

BACA JUGA:
Sambut Imlek, BRI Tawarkan KPR HOKI dengan Bunga Kompetitif


Lebih lanjut Herry TZ melaporkan sepanjang tahun 2023, dengan anggaran Rp26,3 triliun program FLPP, telah disalurkan kepada 229 unit rumah. Terdiri dari Rp895 miliar untuk subsidi bantuan uang muka (SBUM), Rp52 miliar disalurkan pembayaran 13.993 unit rumah untuk bantuan administrasi, dan 1,09 triliun dana peserta tapera untuk 7.020 unit rumah Tapera.
Sedangkan untuk kerangka penggunaan anggaran FLPP pada tahun 2024, ditargetkan bakal menyasar pada 166 ribu unit rumah.
Meski demikian, Herry TZ mengatakan meski anggaran FLPP tahun 2024  berkurang, Pemerintah telah berkomitmen untuk menyalurkan FLPP kepada  220 ribu unit rumah, dengan alokasi tambahan anggaran pada tahun  berjalan nantinya.
&quot;Pada tahun ini pemerintah menyalurkan FLPP sebanyak Rp13,72 triliun,  untuk 166 ribu unit rumah, Rp0,68 triliun untuk 166 ribu unit sbum dan  dana peserta tabungan perumahan rakyat untuk pembiayaan tapera sebesar  Rp0,83 triliun untuk 7.251 unit rumah,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
