<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Curhat Susah Cari Beras, Ungkap Banyak Negara Ngerem Ekspor</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat susahnya mencari pasokan beras dari luar negeri seperti negara-negara produsen beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976514/jokowi-curhat-susah-cari-beras-ungkap-banyak-negara-ngerem-ekspor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976514/jokowi-curhat-susah-cari-beras-ungkap-banyak-negara-ngerem-ekspor"/><item><title>Jokowi Curhat Susah Cari Beras, Ungkap Banyak Negara Ngerem Ekspor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976514/jokowi-curhat-susah-cari-beras-ungkap-banyak-negara-ngerem-ekspor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976514/jokowi-curhat-susah-cari-beras-ungkap-banyak-negara-ngerem-ekspor</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2024 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/28/320/2976514/jokowi-curhat-susah-cari-beras-ungkap-banyak-negara-ngerem-ekspor-MPSAYt1F5B.png" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Curhat Susahnya Cari Beras (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/28/320/2976514/jokowi-curhat-susah-cari-beras-ungkap-banyak-negara-ngerem-ekspor-MPSAYt1F5B.png</image><title>Jokowi Curhat Susahnya Cari Beras (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat susahnya mencari pasokan beras dari luar negeri seperti negara-negara produsen beras.

BACA JUGA:Bulog Sebut Pasokan Beras Dekati Normal Jelang Ramadhan 2024&amp;nbsp;


Jokowi mengatakan, hal ini berbeda dengan sebelumnya di mana hampir tiap negara produsen beras menawarkan ke Indonesia.

&quot;Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan pada kita misalnya beras, hampir semua negara produsen beras menawarkan berasnya kepada kita, sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen, itu juga tidak gampang dan tidak mudah,&quot; ujar Jokowi saat Rapim TNI Polri di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:Makan Siang Gratis Bergantung pada Impor Pangan? Ini Kebutuhan dari Beras hingga Daging Sapi&amp;nbsp;


Jokowi menambahkan, banyak negara yang menyetop ekspor bahan pangannya, termasuk beras. Menurutnya sikap untuk tidak mengekspor beras berkaitan dengan perubahan iklim hingga gangguan rantai pasok.

&quot;Semuanya sekarang ini ngerem untuk tidak ekspor bahan pangannya, baik gandum maupun beras, akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,&quot; kata Jokowi.

Dalam rapim ini, Jokowi mengingatkan TNI Polri bahwa tantangan global merupakan tantangan yang paling sulit dihadapi. Sebab, tantangan ini dapat berdampak signifikan terhadap situasi ekonomi dan sosial di dalam negeri.



&quot;Tantangan global yang sangat rumit, juga bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan situasi sosial di dalam negeri. Kita tahu ketidakpastian ekonomi masih belum jelas, masih belum pasti, geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit dikalkulasi,&quot; ujar Jokowi.



&quot;Lanskap ekonomi, lanskap politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung. Kita tahu konflik Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada tambahan Yaman, sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,&quot; tukasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) curhat susahnya mencari pasokan beras dari luar negeri seperti negara-negara produsen beras.

BACA JUGA:Bulog Sebut Pasokan Beras Dekati Normal Jelang Ramadhan 2024&amp;nbsp;


Jokowi mengatakan, hal ini berbeda dengan sebelumnya di mana hampir tiap negara produsen beras menawarkan ke Indonesia.

&quot;Kita tahu kalau dulu banyak yang menawarkan pada kita misalnya beras, hampir semua negara produsen beras menawarkan berasnya kepada kita, sekarang ini kita mencari beras ke negara-negara produsen, itu juga tidak gampang dan tidak mudah,&quot; ujar Jokowi saat Rapim TNI Polri di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:Makan Siang Gratis Bergantung pada Impor Pangan? Ini Kebutuhan dari Beras hingga Daging Sapi&amp;nbsp;


Jokowi menambahkan, banyak negara yang menyetop ekspor bahan pangannya, termasuk beras. Menurutnya sikap untuk tidak mengekspor beras berkaitan dengan perubahan iklim hingga gangguan rantai pasok.

&quot;Semuanya sekarang ini ngerem untuk tidak ekspor bahan pangannya, baik gandum maupun beras, akibat perubahan iklim, akibat perubahan cuaca dan gangguan rantai pasok,&quot; kata Jokowi.

Dalam rapim ini, Jokowi mengingatkan TNI Polri bahwa tantangan global merupakan tantangan yang paling sulit dihadapi. Sebab, tantangan ini dapat berdampak signifikan terhadap situasi ekonomi dan sosial di dalam negeri.



&quot;Tantangan global yang sangat rumit, juga bisa berdampak signifikan pada situasi ekonomi dan situasi sosial di dalam negeri. Kita tahu ketidakpastian ekonomi masih belum jelas, masih belum pasti, geopolitik dunia juga sulit dihitung, sulit dikalkulasi,&quot; ujar Jokowi.



&quot;Lanskap ekonomi, lanskap politik dunia juga sulit dikalkulasi, sulit dihitung. Kita tahu konflik Ukraina belum selesai, datang konflik Gaza, ada tambahan Yaman, sehingga menyebabkan inflasi pangan melanda dunia,&quot; tukasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
