<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Impor 1,5 Juta Ton, Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2024</title><description>Bulog mencatat sisa beras impor tahun ini mencapai 1,5 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976657/impor-1-5-juta-ton-bulog-pastikan-pasokan-beras-aman-hingga-akhir-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976657/impor-1-5-juta-ton-bulog-pastikan-pasokan-beras-aman-hingga-akhir-2024"/><item><title>Impor 1,5 Juta Ton, Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976657/impor-1-5-juta-ton-bulog-pastikan-pasokan-beras-aman-hingga-akhir-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/28/320/2976657/impor-1-5-juta-ton-bulog-pastikan-pasokan-beras-aman-hingga-akhir-2024</guid><pubDate>Rabu 28 Februari 2024 15:31 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/28/320/2976657/impor-1-5-juta-ton-bulog-pastikan-pasokan-beras-aman-hingga-akhir-2024-MqmRHAlB7N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stok beras bulog dipastikan aman (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/28/320/2976657/impor-1-5-juta-ton-bulog-pastikan-pasokan-beras-aman-hingga-akhir-2024-MqmRHAlB7N.jpg</image><title>Stok beras bulog dipastikan aman (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY0My81L3g4dGJmZHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Bulog mencatat sisa beras impor tahun ini mencapai 1,5 juta ton. Sementara itu, pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah diamankan ada di angka 1,4 juta ton. Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto, memastikan stok beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan dan Lebaran tahun ini.
&amp;ldquo;Stok CBP yang dikuasai Bulog saat ini ada 1,4 juta ton. Dan juga masih ada sisa kuota penugasan impor tahun ini sebanyak 1,5 juta ton, jadi jumlahnya sangat cukup untuk kebutuhan penyaluran baik untuk kebutuhan puasa dan lebaran,&amp;rdquo; ujar Suyamto melalui keterangan pers, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:
Beras Jadi Rebutan Dunia, Kini Orang Eropa Beralih Makan Gandum ke Nasi


Tak hanya itu, dia juga memastikan pasokan CBP dan beras impor bisa memenuhi program bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 23 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Juni mendatang.
&amp;ldquo;Maupun penyaluran bantuan pangan sampai dengan bulan Juni (2024),&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Harga Beras Bakal Turun Jelang Puasa Jadi Rp14.000/Kg


Bulog masih melaksanakan penyaluran bansos beras 10 Kg untuk 22 juta Keluarga Penerima Manfaat yang dimulai Januari-Juni. Selain itu, menggelontorkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan ke pasar induk, pasar tradisional, dan retail modern.
Menurutnya, perusahaan juga mengintervensi pasar melalui melalui  Gerakan Pangan Murah (GPM) yang mendatangi langsung ke pemukiman  penduduk atau tempat keramaian.
Suyamto menjelaskan memang diperlukan waktu agar tercapainya  keseimbangan harga baik di tingkat produsen dan konsumen, namun hal ini  telah diperhitungkan dengan baik oleh pemerintah sehingga masyarakat  tidak perlu merasa khawatir terhadap harga dan ketersediaan pangan,  khususnya beras ini.
Bulog akan terus melakukan manuver positif menyikapi harga beras yang  masih fluktuatif dengan menjalankan semua penugasan dari pemerintah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi8xLzE3NzY0My81L3g4dGJmZHk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Bulog mencatat sisa beras impor tahun ini mencapai 1,5 juta ton. Sementara itu, pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah diamankan ada di angka 1,4 juta ton. Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog, Mokhamad Suyamto, memastikan stok beras saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat Ramadhan dan Lebaran tahun ini.
&amp;ldquo;Stok CBP yang dikuasai Bulog saat ini ada 1,4 juta ton. Dan juga masih ada sisa kuota penugasan impor tahun ini sebanyak 1,5 juta ton, jadi jumlahnya sangat cukup untuk kebutuhan penyaluran baik untuk kebutuhan puasa dan lebaran,&amp;rdquo; ujar Suyamto melalui keterangan pers, Rabu (28/2/2024).

BACA JUGA:
Beras Jadi Rebutan Dunia, Kini Orang Eropa Beralih Makan Gandum ke Nasi


Tak hanya itu, dia juga memastikan pasokan CBP dan beras impor bisa memenuhi program bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 23 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk periode Juni mendatang.
&amp;ldquo;Maupun penyaluran bantuan pangan sampai dengan bulan Juni (2024),&amp;rdquo; paparnya.

BACA JUGA:
Harga Beras Bakal Turun Jelang Puasa Jadi Rp14.000/Kg


Bulog masih melaksanakan penyaluran bansos beras 10 Kg untuk 22 juta Keluarga Penerima Manfaat yang dimulai Januari-Juni. Selain itu, menggelontorkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan ke pasar induk, pasar tradisional, dan retail modern.
Menurutnya, perusahaan juga mengintervensi pasar melalui melalui  Gerakan Pangan Murah (GPM) yang mendatangi langsung ke pemukiman  penduduk atau tempat keramaian.
Suyamto menjelaskan memang diperlukan waktu agar tercapainya  keseimbangan harga baik di tingkat produsen dan konsumen, namun hal ini  telah diperhitungkan dengan baik oleh pemerintah sehingga masyarakat  tidak perlu merasa khawatir terhadap harga dan ketersediaan pangan,  khususnya beras ini.
Bulog akan terus melakukan manuver positif menyikapi harga beras yang  masih fluktuatif dengan menjalankan semua penugasan dari pemerintah.</content:encoded></item></channel></rss>
