<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Taylor Preston, Wapres Pastikan Impor Daging Sapi dari Selandia Baru Halal</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengecek proses penyembelihan sapi di Taylor Preston Limited.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977105/tinjau-taylor-preston-wapres-pastikan-impor-daging-sapi-dari-selandia-baru-halal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977105/tinjau-taylor-preston-wapres-pastikan-impor-daging-sapi-dari-selandia-baru-halal"/><item><title>Tinjau Taylor Preston, Wapres Pastikan Impor Daging Sapi dari Selandia Baru Halal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977105/tinjau-taylor-preston-wapres-pastikan-impor-daging-sapi-dari-selandia-baru-halal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977105/tinjau-taylor-preston-wapres-pastikan-impor-daging-sapi-dari-selandia-baru-halal</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977105/tinjau-taylor-preston-wapres-pastikan-impor-daging-sapi-dari-selandia-baru-halal-geBpmJ0hw6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres pastikan daging sapi yang diimpor RI halal (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977105/tinjau-taylor-preston-wapres-pastikan-impor-daging-sapi-dari-selandia-baru-halal-geBpmJ0hw6.jpg</image><title>Wapres pastikan daging sapi yang diimpor RI halal (Foto: Setwapres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2OC81L3g4dGs0OHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengecek proses penyembelihan sapi di Taylor Preston Limited, Ngauranga Gorge, Wellington, Selandia Baru, Kamis (29/02/2024). Wapres memastikan kehalalan daging yang akan diekspor ke Indonesia.
&amp;ldquo;Saya baru melihat ini, melihat sapi dan daging halal di perusahaan Taylor Preston, yang salah satu produknya di ekspor ke Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat memberikan keterangan pers usai peninjauan.

BACA JUGA:
Kuota Impor Daging 2024, Ini Catatan Komisi IV


&amp;ldquo;Kami melihat pertama, bahwa [daging] itu memperoleh pengakuan halal dari beberapa lembaga halal di New Zealand (Selandia Baru) yang memperoleh endorsement dari [sertifikasi] halal Indonesia,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dalam peninjauan, Wapres mengenakan pakaian keamanan sebelum menerima penjelasan terkait proses penyembelihan dari pihak manajemen Taylor Preston Limited.

BACA JUGA:
Kuota Impor Daging Jelang Puasa Dipangkas, Kenapa?


Pemilik Taylor Preston Limited John Preston mendampingi Wapres saat melihat proses pengelolaan daging melalui viewing room (ruang tinjau).
&amp;ldquo;Dan mereka [melakukan] pemingsanan melalui penyetruman di dagu, tidak di jidat tapi di sini [dagu]. Informasinya memang tidak sampai mematikan, hanya memingsankankan saja dan kalau dipotong dalam tempo beberapa menit selesai secara otomatis mekanik cepat sekali,&amp;rdquo; terangnya.
Wapres menambahkan, proses penjagalan dilakukan setelah sapi  berkurang kesadarannya, kemudian disembelih manual oleh penjagal,  selayaknya proses sembelih yang sesuai syariat Islam. Selanjutnya, sapi  akan dikuliti dan dipotong-potong dengan bantuan mesin.
&amp;ldquo;Setiap hari 450 sampai 600 ekor sapi diekspor ke Indonesia, hanya  sebagian kecil untuk dunia, paling banyak saya tanya [diekspor] ke China  (Tiongkok) dan AS,&amp;rdquo; ungkapnya.
Lebih lanjut Wapres menuturkan, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang diekspor ke Indonesia.
&amp;ldquo;Ke Indonesia ada dari sini, dari Australia, dan ada juga Brasil. Di  sini belum begitu besar, karena yang sebagian besar itu ke China dan AS  melayaninya. Tapi cukup besar sekitar 16 persen,&amp;rdquo; ungkapnya.
Kendati proses halal dalam penyembelihan sapi di Selandia Baru sudah  dipastikan, Wapres menegaskan bahwa Indonesia tetap berupaya agar  pemenuhan komoditas daging dapat dipenuhi dari dalam negeri, tidak  semata mengandalkan impor dari negara lain.
&amp;ldquo;Saya kira kita swasembada lah,&amp;rdquo; jawab Wapres ketika ditanya tentang apa yang mungkin dapat diduplikasi dari Selandia Baru.
&amp;ldquo;Kita harapkan ke depan kita kurangi impor daging sapi. Kita kan  punya wilayah-wilayah yang cukup besar di Sulawesi, Kalimantan, di NTT  (Nusa Tenggara Timur), ada padang-padang rumput yang luas,&amp;rdquo; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2OC81L3g4dGs0OHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengecek proses penyembelihan sapi di Taylor Preston Limited, Ngauranga Gorge, Wellington, Selandia Baru, Kamis (29/02/2024). Wapres memastikan kehalalan daging yang akan diekspor ke Indonesia.
&amp;ldquo;Saya baru melihat ini, melihat sapi dan daging halal di perusahaan Taylor Preston, yang salah satu produknya di ekspor ke Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Wapres saat memberikan keterangan pers usai peninjauan.

BACA JUGA:
Kuota Impor Daging 2024, Ini Catatan Komisi IV


&amp;ldquo;Kami melihat pertama, bahwa [daging] itu memperoleh pengakuan halal dari beberapa lembaga halal di New Zealand (Selandia Baru) yang memperoleh endorsement dari [sertifikasi] halal Indonesia,&amp;rdquo; lanjutnya.
Dalam peninjauan, Wapres mengenakan pakaian keamanan sebelum menerima penjelasan terkait proses penyembelihan dari pihak manajemen Taylor Preston Limited.

BACA JUGA:
Kuota Impor Daging Jelang Puasa Dipangkas, Kenapa?


Pemilik Taylor Preston Limited John Preston mendampingi Wapres saat melihat proses pengelolaan daging melalui viewing room (ruang tinjau).
&amp;ldquo;Dan mereka [melakukan] pemingsanan melalui penyetruman di dagu, tidak di jidat tapi di sini [dagu]. Informasinya memang tidak sampai mematikan, hanya memingsankankan saja dan kalau dipotong dalam tempo beberapa menit selesai secara otomatis mekanik cepat sekali,&amp;rdquo; terangnya.
Wapres menambahkan, proses penjagalan dilakukan setelah sapi  berkurang kesadarannya, kemudian disembelih manual oleh penjagal,  selayaknya proses sembelih yang sesuai syariat Islam. Selanjutnya, sapi  akan dikuliti dan dipotong-potong dengan bantuan mesin.
&amp;ldquo;Setiap hari 450 sampai 600 ekor sapi diekspor ke Indonesia, hanya  sebagian kecil untuk dunia, paling banyak saya tanya [diekspor] ke China  (Tiongkok) dan AS,&amp;rdquo; ungkapnya.
Lebih lanjut Wapres menuturkan, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang diekspor ke Indonesia.
&amp;ldquo;Ke Indonesia ada dari sini, dari Australia, dan ada juga Brasil. Di  sini belum begitu besar, karena yang sebagian besar itu ke China dan AS  melayaninya. Tapi cukup besar sekitar 16 persen,&amp;rdquo; ungkapnya.
Kendati proses halal dalam penyembelihan sapi di Selandia Baru sudah  dipastikan, Wapres menegaskan bahwa Indonesia tetap berupaya agar  pemenuhan komoditas daging dapat dipenuhi dari dalam negeri, tidak  semata mengandalkan impor dari negara lain.
&amp;ldquo;Saya kira kita swasembada lah,&amp;rdquo; jawab Wapres ketika ditanya tentang apa yang mungkin dapat diduplikasi dari Selandia Baru.
&amp;ldquo;Kita harapkan ke depan kita kurangi impor daging sapi. Kita kan  punya wilayah-wilayah yang cukup besar di Sulawesi, Kalimantan, di NTT  (Nusa Tenggara Timur), ada padang-padang rumput yang luas,&amp;rdquo; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
