<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Wilayah Terpencil Kini Bisa Nikmati Listrik</title><description>Masyarakat di wilayah terpencil kini bisa menikmati aliran listrik.  Pemasangan listrik ini dibantu oleh KKKS wilayah Kepulauan Riau.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977113/masyarakat-wilayah-terpencil-kini-bisa-nikmati-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977113/masyarakat-wilayah-terpencil-kini-bisa-nikmati-listrik"/><item><title>Masyarakat Wilayah Terpencil Kini Bisa Nikmati Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977113/masyarakat-wilayah-terpencil-kini-bisa-nikmati-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977113/masyarakat-wilayah-terpencil-kini-bisa-nikmati-listrik</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977113/masyarakat-wilayah-terpencil-kini-bisa-nikmati-listrik-lK2E6SkgX3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">SKK Migas bantu pemasangan listrik di daerah terpencil (Foto: SKK Migas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977113/masyarakat-wilayah-terpencil-kini-bisa-nikmati-listrik-lK2E6SkgX3.jpg</image><title>SKK Migas bantu pemasangan listrik di daerah terpencil (Foto: SKK Migas)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc1Ni81L3g4dGp5eWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat di wilayah terpencil kini bisa menikmati aliran listrik. Pemasangan listrik ini dibantu oleh KKKS wilayah Kepulauan Riau.
SKK Migas pun mengapresiasi KKKS yang telah melaksanakan Program pengembangan masyarakat (PPM) di Anambas Kepulauan Riau. PPM dinilai mampu memberikan multiplier effect keberadaan Industri migas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Program pengembangan masyarakat di Anambas Kepulauan Riau yang diberikan SKK Migas dan KKKS di antaranya adalah bantuan pemasangan listrik, revitalisasi Penerangan jalan umum tenaga surya dan bantuan genset.

BACA JUGA:
Ini Cara Perkuat Rantai Pasok Gas untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik 


Serah terima program PPM tersebut diberikan langsung Deputi Pengawas internasl SKK Migas, Eko Indra Heri dan diterima Wakil bupati Anambas, Wan Zuhendra.
Deputi Pengawas InternaL SKK Migas, Eko Indra Heri mengatakan program pengembangan masyarakat atau PPM merupakan bukti kepedulian Industri Hulu Migas terhadap masyarakat sekilar wilayah operasi, &amp;ldquo;Program pengembangan masyarakat ini harus dijaga dan SKK Migas akan terus mendorong agar keberadaan industri migas berdampak bagus bagi masyarakat,&amp;rdquo; kata Eko Indra Heri yang turun langsung melihat program pengembangan masyarakat Anambas Kepulauan Riau.

BACA JUGA:
Pertama di Indonesia, Pabrik Kendaraan Listrik Komersil Dibangun dengan Investasi Rp300 Miliar


Menurut Eko Indra Heri,  KKKS di Kepulauan Riau sebagian besar telah melaksanakan program pengembangan masyarakat sesuai program dan arahan SKK Migas. &amp;ldquo;Ini patut kita apresiasi dan harus ditingkatkan,&amp;rdquo; kata Eko Indra Heri, Kamis, 29 Februari 2024.
Program pemasangan listrik dilakukan SKK Migas dan KKKS dilakukan di wilayah terpencil, yaitu di kawasan Pulau Matak Kecamatan Kute Siantara dan Kecamatan Palmatak Kabupaten Anambas  Kepulauan Riau yang merupakan daerah terluar dan disebelah utara berbatasan langsung dengan laut Natuna Utara, namun belum mendapatkan aliran listrik.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian utara  (Sumbagut), Rikky Rahmat Firdaus mengatakan Program Pengembangan  Masyarakat (PPM) tentunya harus selaras dengan produksi migas yang  dihasilkan.
&amp;rdquo;Ini merupakan salah satu bagian pendukung dari kegiatan Hulu Migas  dan untuk pembangunan daerah  agar tercipta harmonisasi,&amp;rdquo; kata Rikky.
Menurut Rikky, di tahun 2024, lifting migas provinsi Kepulauan Riau  diharapkan kembali bisa memenuhi target APBN atau meningkat menjadi  17,491 BOPD dan 229 MMSCFD gas, sementara capaian salur gas  berkontribusi sekitar 7% bagi pencapaian secara nasional.
Seperti diketahui, saat ini terdapat 12 KKKS Eksplorasi dan  Eksploitasi yang beroperasi di Kepulauan Anambas, di antaranya  Harbour  Energy, Medco E&amp;amp;P Natuna dan Star Energy Kakap, Kufpec dan Pertamina  East Natuna.
SKK Migas terus mendukung KKKS dalam melakukan kegiatan eksplorasi  dan eksploitasi migas dalam upaya mendapatkan cadangan migas dan  memproduksi migas di Indonesia untuk negara.  Pencapaian hasil lifting  Migas nasional adalah penopang penting APBN Nasional dan mengejar target  1 Juta BOPD dan 12 BSCFD Gas 2030. Bagi daerah penghasil, Dana Hasil  Migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah.
Sektor hulu Migas juga memberikan dampak multiplier effect yang lain  seperti Pajak dan Retribusi Pusat dan Daerah, Participating Interest,  kesempatan lapangan usaha dan kesempatan kerja, Program Pengembangan  Masyarakat (PPM) dan efek lainnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc1Ni81L3g4dGp5eWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat di wilayah terpencil kini bisa menikmati aliran listrik. Pemasangan listrik ini dibantu oleh KKKS wilayah Kepulauan Riau.
SKK Migas pun mengapresiasi KKKS yang telah melaksanakan Program pengembangan masyarakat (PPM) di Anambas Kepulauan Riau. PPM dinilai mampu memberikan multiplier effect keberadaan Industri migas dan bermanfaat bagi masyarakat.
Program pengembangan masyarakat di Anambas Kepulauan Riau yang diberikan SKK Migas dan KKKS di antaranya adalah bantuan pemasangan listrik, revitalisasi Penerangan jalan umum tenaga surya dan bantuan genset.

BACA JUGA:
Ini Cara Perkuat Rantai Pasok Gas untuk Bahan Bakar Pembangkit Listrik 


Serah terima program PPM tersebut diberikan langsung Deputi Pengawas internasl SKK Migas, Eko Indra Heri dan diterima Wakil bupati Anambas, Wan Zuhendra.
Deputi Pengawas InternaL SKK Migas, Eko Indra Heri mengatakan program pengembangan masyarakat atau PPM merupakan bukti kepedulian Industri Hulu Migas terhadap masyarakat sekilar wilayah operasi, &amp;ldquo;Program pengembangan masyarakat ini harus dijaga dan SKK Migas akan terus mendorong agar keberadaan industri migas berdampak bagus bagi masyarakat,&amp;rdquo; kata Eko Indra Heri yang turun langsung melihat program pengembangan masyarakat Anambas Kepulauan Riau.

BACA JUGA:
Pertama di Indonesia, Pabrik Kendaraan Listrik Komersil Dibangun dengan Investasi Rp300 Miliar


Menurut Eko Indra Heri,  KKKS di Kepulauan Riau sebagian besar telah melaksanakan program pengembangan masyarakat sesuai program dan arahan SKK Migas. &amp;ldquo;Ini patut kita apresiasi dan harus ditingkatkan,&amp;rdquo; kata Eko Indra Heri, Kamis, 29 Februari 2024.
Program pemasangan listrik dilakukan SKK Migas dan KKKS dilakukan di wilayah terpencil, yaitu di kawasan Pulau Matak Kecamatan Kute Siantara dan Kecamatan Palmatak Kabupaten Anambas  Kepulauan Riau yang merupakan daerah terluar dan disebelah utara berbatasan langsung dengan laut Natuna Utara, namun belum mendapatkan aliran listrik.
Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian utara  (Sumbagut), Rikky Rahmat Firdaus mengatakan Program Pengembangan  Masyarakat (PPM) tentunya harus selaras dengan produksi migas yang  dihasilkan.
&amp;rdquo;Ini merupakan salah satu bagian pendukung dari kegiatan Hulu Migas  dan untuk pembangunan daerah  agar tercipta harmonisasi,&amp;rdquo; kata Rikky.
Menurut Rikky, di tahun 2024, lifting migas provinsi Kepulauan Riau  diharapkan kembali bisa memenuhi target APBN atau meningkat menjadi  17,491 BOPD dan 229 MMSCFD gas, sementara capaian salur gas  berkontribusi sekitar 7% bagi pencapaian secara nasional.
Seperti diketahui, saat ini terdapat 12 KKKS Eksplorasi dan  Eksploitasi yang beroperasi di Kepulauan Anambas, di antaranya  Harbour  Energy, Medco E&amp;amp;P Natuna dan Star Energy Kakap, Kufpec dan Pertamina  East Natuna.
SKK Migas terus mendukung KKKS dalam melakukan kegiatan eksplorasi  dan eksploitasi migas dalam upaya mendapatkan cadangan migas dan  memproduksi migas di Indonesia untuk negara.  Pencapaian hasil lifting  Migas nasional adalah penopang penting APBN Nasional dan mengejar target  1 Juta BOPD dan 12 BSCFD Gas 2030. Bagi daerah penghasil, Dana Hasil  Migas adalah andalan sumber anggaran bagi pembangunan di daerah.
Sektor hulu Migas juga memberikan dampak multiplier effect yang lain  seperti Pajak dan Retribusi Pusat dan Daerah, Participating Interest,  kesempatan lapangan usaha dan kesempatan kerja, Program Pengembangan  Masyarakat (PPM) dan efek lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
