<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ingin Indonesia Kurangi Impor Daging Sapi, Andalkan NTT hingga Sulawesi</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin ingin Indonesia mengurangi impor dari sapi dari Selandia Baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977133/wapres-ingin-indonesia-kurangi-impor-daging-sapi-andalkan-ntt-hingga-sulawesi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977133/wapres-ingin-indonesia-kurangi-impor-daging-sapi-andalkan-ntt-hingga-sulawesi"/><item><title>Wapres Ingin Indonesia Kurangi Impor Daging Sapi, Andalkan NTT hingga Sulawesi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977133/wapres-ingin-indonesia-kurangi-impor-daging-sapi-andalkan-ntt-hingga-sulawesi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977133/wapres-ingin-indonesia-kurangi-impor-daging-sapi-andalkan-ntt-hingga-sulawesi</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 14:35 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977133/wapres-ingin-indonesia-kurangi-impor-daging-sapi-andalkan-ntt-hingga-sulawesi-NGybjwHI4U.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres ingin impor daging berkurang (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977133/wapres-ingin-indonesia-kurangi-impor-daging-sapi-andalkan-ntt-hingga-sulawesi-NGybjwHI4U.jpg</image><title>Wapres ingin impor daging berkurang (Foto: Setwapres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi80LzE3NzM0Ny81L3g4c3Q4aGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin ingin Indonesia mengurangi impor dari sapi dari Selandia Baru. Wapres mengatakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bisa dipasok dari Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
&amp;ldquo;Kita harapkan ke depan kita kurangi impor daging sapi. Kita kan punya wilayah-wilayah yang cukup besar di Sulawesi, Kalimantan, di NTT (Nusa Tenggara Timur), ada padang-padang rumput yang luas,&amp;rdquo; kata Wapres di sela meninjau proses penyembelihan sapi di Taylor Preston Limited, Ngauranga Gorge, Wellington, Selandia Baru, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
Tinjau Taylor Preston, Wapres Pastikan Impor Daging Sapi dari Selandia Baru Halal


Lebih lanjut, Wapres yang melihat proses penjagalan sapi mengatakan bahwa setiap hari ada 450 sampai 600 ekor sapi yang diekspor dari Selandia Baru, termasuk Wellington itu.
&amp;ldquo;Setiap hari 450 sampai 600 ekor sapi diekspor ke Indonesia, hanya sebagian kecil untuk dunia, paling banyak saya tanya [diekspor] ke China (Tiongkok) dan AS,&amp;rdquo; ungkapnya.

BACA JUGA:
RI Punya Pabrik Amonium Nitrat Rp1,2 Triliun, Erick Thohir: Kurangi Ketergantungan Impor


Lebih lanjut Wapres menuturkan, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang diekspor ke Indonesia.
&amp;ldquo;Ke Indonesia ada dari sini, dari Australia, dan ada juga Brasil. Di sini belum begitu besar, karena yang sebagian besar itu ke China dan AS melayaninya. Tapi cukup besar sekitar 16%,&amp;rdquo; ungkapnya.
Wapres juga memastikan proses halal dalam penyembelihan sapi di  Selandia Baru. Meski begitu, dia menegaskan bahwa Indonesia tetap  berupaya agar pemenuhan komoditas daging dapat dipenuhi dari dalam  negeri, tidak semata mengandalkan impor dari negara lain.
&amp;ldquo;Saya kira kita swasembada lah,&amp;rdquo; jawab Wapres ketika ditanya tentang apa yang mungkin dapat diduplikasi dari Selandia Baru.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8xNi80LzE3NzM0Ny81L3g4c3Q4aGc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin ingin Indonesia mengurangi impor dari sapi dari Selandia Baru. Wapres mengatakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bisa dipasok dari Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
&amp;ldquo;Kita harapkan ke depan kita kurangi impor daging sapi. Kita kan punya wilayah-wilayah yang cukup besar di Sulawesi, Kalimantan, di NTT (Nusa Tenggara Timur), ada padang-padang rumput yang luas,&amp;rdquo; kata Wapres di sela meninjau proses penyembelihan sapi di Taylor Preston Limited, Ngauranga Gorge, Wellington, Selandia Baru, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
Tinjau Taylor Preston, Wapres Pastikan Impor Daging Sapi dari Selandia Baru Halal


Lebih lanjut, Wapres yang melihat proses penjagalan sapi mengatakan bahwa setiap hari ada 450 sampai 600 ekor sapi yang diekspor dari Selandia Baru, termasuk Wellington itu.
&amp;ldquo;Setiap hari 450 sampai 600 ekor sapi diekspor ke Indonesia, hanya sebagian kecil untuk dunia, paling banyak saya tanya [diekspor] ke China (Tiongkok) dan AS,&amp;rdquo; ungkapnya.

BACA JUGA:
RI Punya Pabrik Amonium Nitrat Rp1,2 Triliun, Erick Thohir: Kurangi Ketergantungan Impor


Lebih lanjut Wapres menuturkan, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang diekspor ke Indonesia.
&amp;ldquo;Ke Indonesia ada dari sini, dari Australia, dan ada juga Brasil. Di sini belum begitu besar, karena yang sebagian besar itu ke China dan AS melayaninya. Tapi cukup besar sekitar 16%,&amp;rdquo; ungkapnya.
Wapres juga memastikan proses halal dalam penyembelihan sapi di  Selandia Baru. Meski begitu, dia menegaskan bahwa Indonesia tetap  berupaya agar pemenuhan komoditas daging dapat dipenuhi dari dalam  negeri, tidak semata mengandalkan impor dari negara lain.
&amp;ldquo;Saya kira kita swasembada lah,&amp;rdquo; jawab Wapres ketika ditanya tentang apa yang mungkin dapat diduplikasi dari Selandia Baru.</content:encoded></item></channel></rss>
