<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bisnis Logistik Jadi Bisnis yang Minim Kompetitor di Indonesia</title><description>Bisnis logistik menjadi bisnis yang minim kompetitor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977227/bisnis-logistik-jadi-bisnis-yang-minim-kompetitor-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977227/bisnis-logistik-jadi-bisnis-yang-minim-kompetitor-di-indonesia"/><item><title>Bisnis Logistik Jadi Bisnis yang Minim Kompetitor di Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977227/bisnis-logistik-jadi-bisnis-yang-minim-kompetitor-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977227/bisnis-logistik-jadi-bisnis-yang-minim-kompetitor-di-indonesia</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977227/bisnis-logistik-jadi-bisnis-yang-minim-kompetitor-di-indonesia-BTZhVcXEgu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Besarnya bisnis logistik di RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977227/bisnis-logistik-jadi-bisnis-yang-minim-kompetitor-di-indonesia-BTZhVcXEgu.jpg</image><title>Besarnya bisnis logistik di RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNy80LzE2MTU5Mi81L3g4ajZpemI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Bisnis logistik menjadi bisnis yang minim kompetitor. Pasalnya, saat ini hanya ada beberapa perusahaan logistik saja yang berkembang di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Komisaris Utama Lion Parcel Rusdi Kirana menyebutkan bahwa mungkin ada beberapa perusahaan logistik yang tumbuh beberapa tahun ke belakang. Namun, tidak semuanya mampu berkembang dan bertahan.

BACA JUGA:
RI Negara Kepulauan, Segini Besarnya Peluang Bisnis Logistik


Dia juga menjelaskan, salah satu penyebab Lion Parcel berkembang adalah karena bekerja sama dengan airline. Namun, saat ini sudah ada rencana untuk mandiri dan tidak lagi bergantung pada perusahaan induk, yakni PT Lion Group.
&quot;Banyak perusahaan logistik yang tumbuh beberapa tahun yang lalu. Namun kita bisa bertahan karena lion parcel bekerja sama dengan yang namanya airline. Pelan-pelan tidak boleh bergantung pada perusahaan induk, yakni lion group,&quot; ucap Rusdi, dalam Konferensi Pers Peresmian Megahub Lion Parcel, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
Dirut Bulog Klaim Harga Beras Premium Turun Jadi Rp14.000 per Kg


Kemudian, Rusdi juga menjelaskan bahwa untuk menjadi perusahaan logistik yang berkembang, perlu adanya efisiensi dari berbagai hal, salah satunya adalah biaya atau cost. Kendati demikian, hal tersebut masih bisa, mengingat bisnis logistik tidak memiliki banyak kompetitor.
&quot;Kompetisinya tidak seketat usaha lain. Sehingga hanya dua-duanya  kesempatan ini tidak bisa dijalankan tanpa efisiensi,&quot; ujarnya.
Untuk itu, Lion Parcel berencana untuk menjadi independen dengan  mencari konsumen dari airline lain di Indonesia. Dia menyebutkan bahwa  hal tersebut sudah direncanakan, namun mungkin akan secara pelan-pelan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8yNy80LzE2MTU5Mi81L3g4ajZpemI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Bisnis logistik menjadi bisnis yang minim kompetitor. Pasalnya, saat ini hanya ada beberapa perusahaan logistik saja yang berkembang di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Komisaris Utama Lion Parcel Rusdi Kirana menyebutkan bahwa mungkin ada beberapa perusahaan logistik yang tumbuh beberapa tahun ke belakang. Namun, tidak semuanya mampu berkembang dan bertahan.

BACA JUGA:
RI Negara Kepulauan, Segini Besarnya Peluang Bisnis Logistik


Dia juga menjelaskan, salah satu penyebab Lion Parcel berkembang adalah karena bekerja sama dengan airline. Namun, saat ini sudah ada rencana untuk mandiri dan tidak lagi bergantung pada perusahaan induk, yakni PT Lion Group.
&quot;Banyak perusahaan logistik yang tumbuh beberapa tahun yang lalu. Namun kita bisa bertahan karena lion parcel bekerja sama dengan yang namanya airline. Pelan-pelan tidak boleh bergantung pada perusahaan induk, yakni lion group,&quot; ucap Rusdi, dalam Konferensi Pers Peresmian Megahub Lion Parcel, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
Dirut Bulog Klaim Harga Beras Premium Turun Jadi Rp14.000 per Kg


Kemudian, Rusdi juga menjelaskan bahwa untuk menjadi perusahaan logistik yang berkembang, perlu adanya efisiensi dari berbagai hal, salah satunya adalah biaya atau cost. Kendati demikian, hal tersebut masih bisa, mengingat bisnis logistik tidak memiliki banyak kompetitor.
&quot;Kompetisinya tidak seketat usaha lain. Sehingga hanya dua-duanya  kesempatan ini tidak bisa dijalankan tanpa efisiensi,&quot; ujarnya.
Untuk itu, Lion Parcel berencana untuk menjadi independen dengan  mencari konsumen dari airline lain di Indonesia. Dia menyebutkan bahwa  hal tersebut sudah direncanakan, namun mungkin akan secara pelan-pelan.</content:encoded></item></channel></rss>
