<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Bakal Akuisisi Pabrik Phospat di Australia dan Kanada</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap rencana Indonesia mengakuisisi pabrik phospat di Australia dan Kanada.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977250/ri-bakal-akuisisi-pabrik-phospat-di-australia-dan-kanada</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977250/ri-bakal-akuisisi-pabrik-phospat-di-australia-dan-kanada"/><item><title>RI Bakal Akuisisi Pabrik Phospat di Australia dan Kanada</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977250/ri-bakal-akuisisi-pabrik-phospat-di-australia-dan-kanada</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977250/ri-bakal-akuisisi-pabrik-phospat-di-australia-dan-kanada</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977250/ri-bakal-akuisisi-pabrik-phospat-di-australia-dan-kanada-jMzZF8wUMi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir beberkan akuisisi pabrik phospat (Foto:  MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977250/ri-bakal-akuisisi-pabrik-phospat-di-australia-dan-kanada-jMzZF8wUMi.jpg</image><title>Erick Thohir beberkan akuisisi pabrik phospat (Foto:  MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap rencana Indonesia mengakuisisi pabrik phospat di Australia dan Kanada. Aksi jitu ini sejalan dengan target pemerintah memperluas produksi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
Menurutnya, nantinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Australia untuk melakukan berbagai agenda kenegaraan, dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga mendorong percepatan akuisisi pabrik phospat di kawasan tersebut.

BACA JUGA:
Soal Pemangkasan BUMN, Ini Kata Erick Thohir

&amp;ldquo;Bapak ke Australia, Bapak Presiden dapat mendorong akuisisi kita di beberapa negara untuk Phospat, yang ada di Australia dan Kanada, kami perlu percepat,&amp;rdquo; ujar Erick saat peresmian Pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (29/2/2024).
Indonesia masih membutuhkan bahan baku utama untuk memproduksi pupuk, salah satunya phospat. Erick memandang, dengan ketersediaan raw msterial yang memadai, maka Indonesia mampu memperbesar cakupan produksi pupuk.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan, Erick Thohir Bakal Revisi Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN 2024

&amp;ldquo;Karena memang dengan kita meningkatkan volume pupuk bersubsidi naik dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton, pasti dibutuhkan bahan baku yang lebih pasti ke depan,&amp;rdquo; paparnya.
Di lain sisi, Presiden Jokowi telah meresmikan Pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (29/2/2024). Pabrik dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun ini merupakan proyek bersama dari PT Dahana Investama Corp (PT DIC), PT Pupuk Kaltim, dan Wika-Sedin.Erick Thohir optimis pabrik Amonium Nitrat akan meningkatkan produksi  dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap  impor material sejenis.
Saat ini, Indonesia masih harus mengimpor Amonium Nitrat sebanyak 21 persen dari kebutuhan nasional atau sekitar 120.000 ton.
&amp;ldquo;Dan 79 persen (sekitar 460.000 ton) sudah produksi dalam negeri.  Dari total (kebutuhan dalam negeri) sebesar 580.000 ton. Dengan  kapasitas produksi pabrik ini sebesar 75.000 ton, tentunya akan  mengurangi yang 21 persen (kebutuhan impor) itu,&amp;rdquo; beber dia.
Menurutnya, produk yang dihasilkan dari pabrik ini akan digunakan  untuk memperkuat industri pertahanan dan industri pupuk. Oleh karena  itu, dirinya memberikan masukan kepada Presiden agar memanfaatkan  kesempatan kunjungan kerja ke Australia ke depan agar mendorong akuisisi  fasilitas penghasil bahan baku amonium nitrat.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap rencana Indonesia mengakuisisi pabrik phospat di Australia dan Kanada. Aksi jitu ini sejalan dengan target pemerintah memperluas produksi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
Menurutnya, nantinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Australia untuk melakukan berbagai agenda kenegaraan, dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga mendorong percepatan akuisisi pabrik phospat di kawasan tersebut.

BACA JUGA:
Soal Pemangkasan BUMN, Ini Kata Erick Thohir

&amp;ldquo;Bapak ke Australia, Bapak Presiden dapat mendorong akuisisi kita di beberapa negara untuk Phospat, yang ada di Australia dan Kanada, kami perlu percepat,&amp;rdquo; ujar Erick saat peresmian Pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (29/2/2024).
Indonesia masih membutuhkan bahan baku utama untuk memproduksi pupuk, salah satunya phospat. Erick memandang, dengan ketersediaan raw msterial yang memadai, maka Indonesia mampu memperbesar cakupan produksi pupuk.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan, Erick Thohir Bakal Revisi Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN 2024

&amp;ldquo;Karena memang dengan kita meningkatkan volume pupuk bersubsidi naik dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton, pasti dibutuhkan bahan baku yang lebih pasti ke depan,&amp;rdquo; paparnya.
Di lain sisi, Presiden Jokowi telah meresmikan Pabrik PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (29/2/2024). Pabrik dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun ini merupakan proyek bersama dari PT Dahana Investama Corp (PT DIC), PT Pupuk Kaltim, dan Wika-Sedin.Erick Thohir optimis pabrik Amonium Nitrat akan meningkatkan produksi  dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap  impor material sejenis.
Saat ini, Indonesia masih harus mengimpor Amonium Nitrat sebanyak 21 persen dari kebutuhan nasional atau sekitar 120.000 ton.
&amp;ldquo;Dan 79 persen (sekitar 460.000 ton) sudah produksi dalam negeri.  Dari total (kebutuhan dalam negeri) sebesar 580.000 ton. Dengan  kapasitas produksi pabrik ini sebesar 75.000 ton, tentunya akan  mengurangi yang 21 persen (kebutuhan impor) itu,&amp;rdquo; beber dia.
Menurutnya, produk yang dihasilkan dari pabrik ini akan digunakan  untuk memperkuat industri pertahanan dan industri pupuk. Oleh karena  itu, dirinya memberikan masukan kepada Presiden agar memanfaatkan  kesempatan kunjungan kerja ke Australia ke depan agar mendorong akuisisi  fasilitas penghasil bahan baku amonium nitrat.</content:encoded></item></channel></rss>
