<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Begini Progres Proyek Tanggul Raksasa Pengendali Banjir Jakarta</title><description>PUPR menjelaskan progres proyek tanggul sepanjang 1.664 meter di Pantai  Dadap yang masuk dalam proyek NCICD.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977309/begini-progres-proyek-tanggul-raksasa-pengendali-banjir-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977309/begini-progres-proyek-tanggul-raksasa-pengendali-banjir-jakarta"/><item><title>Begini Progres Proyek Tanggul Raksasa Pengendali Banjir Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977309/begini-progres-proyek-tanggul-raksasa-pengendali-banjir-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/320/2977309/begini-progres-proyek-tanggul-raksasa-pengendali-banjir-jakarta</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 19:42 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977309/begini-progres-proyek-tanggul-raksasa-pengendali-banjir-jakarta-wCUemAtc4e.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Progres pembangunan tanggul raksasa pengendali banjir (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977309/begini-progres-proyek-tanggul-raksasa-pengendali-banjir-jakarta-wCUemAtc4e.jpeg</image><title>Progres pembangunan tanggul raksasa pengendali banjir (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi80LzE3NzY1Ni81L3g4dGJpbjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan soal proyek tanggul sepanjang 1.664 meter di Pantai Dadap yang masuk dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tanggul tersebut dibangun sebagai upaya mengatasi banjir rob di daerah pesisir.
Dalam pembangunan program NCICD fase A ini,  Kementerian di bawah Basuki Hadimuljono ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Adapun pengerjaan tanggul pantai diharapkan dapat selesai pada 2025.

BACA JUGA:
PUPR Ungkap Tantangan Besar Bangun 3 Juta Rumah


Adapun pengerjaan Pemprov DKI terdiri dari 4 klaster. Di antaranya, Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat dan klaster Kali Blencong. Sementara bagian Kementerian PUPR, adalah Pantai Kamal-Dadap, Cengkareng Drain, Muara Baru, Ancol Hilir, dan Kalibaru.
Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja mengatakan tidak benar bila ada anggapan proyek tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, hanya untuk kepentingan kelompok tertentu saja.
&quot;Tidak betul opini bahwa tanggul pantai dibangun untuk kepentingan kelompok tertentu (private sector), seperti pelabuhan kapal/marina,&quot; ujar Endra, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
PUPR Tunggu Pelepasan Tanah Milik Kemenkeu untuk Bangun Tol IKN


Endra mengatakan, pembangunan tanggul Pantai Dadap bertujuan untuk melindungi warga Jakarta dari risiko banjir.
&quot;Termasuk untuk menahan rob atau kenaikan muka air laut yang masuk ke lahan-lahan yang rendah akibat penurunan muka tanah (land subsidence),&quot; ucapnya.
Adapun Konsep pengendalian banjir di pesisir Teluk Jakarta dilakukan dengan membangun infrastruktur berupa tanggul pantai dan muara sungai, sistem polder serta penataan drainase lingkungan. Garis pantai dan muara sungai yang kritis di pesisir Teluk Jakarta berdasarkan Detail Desain NCICD 2016 dan reviewnya sepanjang 46,2 km.
Kementerian PUPR hingga 2023 telah mengerjakan tanggul sepanjang 8,2  km di Pantai Muara Baru, Pantai Kali Baru, Pantai Kamal Muara, Kali  Ancol, Cakung Drain, Cengkareng Drain, dan Kali Dadap. Selain itu juga  membangun tiga unit kolam retensi di Cilincing.
Pada 2024, Kementerian PUPR sedangkan mengerjakan tanggul pantai dan  muara sungai sepanjang 1,6 km serta satu kolam retensi di Pantai Kamal  Muara - Dadap serta di Muara Sungai Dadap.
&quot;Tahun ini kami selesaikan 1 km terakhir dari target 11 km yang menjadi kewajiban pusat,&quot; imbuhnya.
Sekadar informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) akan membangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 1,6  kilometer (km) pada 2024 ini. Adapun hingga 2023, telah terbangun  tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 8,2 km.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur  Lombogia mengatakan, pembangunan tanggul pantai dan muara sungai telah  dijalankan secara strategis sejak 2020 silam.
Diketahui, penanggung jawab dari proyek itu terbagi menjadi dua,  yakni oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemerintah  Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
&quot;Untuk 2024 ini, Kementerian PUPR sedang mengerjakan 1.664 meter  (tanggul pantai) dan satu unit kolam retensi di Pantai Kamal Muara Dadap  dan Muara Sungai Kali Dadap, yang 1,6 km ini merupakan penyelesaian  dari kesepakatan yang sudah kami lakukan dengan Pemprov DKI Jakarta  untuk pembangunan tanggul pantai ini,&quot; kata Bob dalam Seminar Nasional  Giant Sea Wall di Jakarta Pusat, Rabu, 10 Januari.
Bob mengatakan, secara keseluruhan panjang total garis pantai dan  muara sungai serta pesisir Jakarta mencapai 120 km. Dari jumlah  tersebut, berdasarkan detail desain NCICD 2016, panjang garis pantai dan  muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km.
&quot;Review-nya sepanjang 38 km dan pada 2014-2019 pembangunan tanggul  pantai dan muara sungai telah dikerjakan pemerintah pusat, pemerintah  provinsi dan pihak swasta sepanjang 13 km, sehingga terdapat garis  pantai dan muara sungai yang masih dikatakan kritis sepanjang 25 km,&quot;  ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNi80LzE3NzY1Ni81L3g4dGJpbjg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan soal proyek tanggul sepanjang 1.664 meter di Pantai Dadap yang masuk dalam proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tanggul tersebut dibangun sebagai upaya mengatasi banjir rob di daerah pesisir.
Dalam pembangunan program NCICD fase A ini,  Kementerian di bawah Basuki Hadimuljono ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Adapun pengerjaan tanggul pantai diharapkan dapat selesai pada 2025.

BACA JUGA:
PUPR Ungkap Tantangan Besar Bangun 3 Juta Rumah


Adapun pengerjaan Pemprov DKI terdiri dari 4 klaster. Di antaranya, Muara Angke, Pantai Mutiara, Ancol Barat dan klaster Kali Blencong. Sementara bagian Kementerian PUPR, adalah Pantai Kamal-Dadap, Cengkareng Drain, Muara Baru, Ancol Hilir, dan Kalibaru.
Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja mengatakan tidak benar bila ada anggapan proyek tanggul laut di Pantai Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, hanya untuk kepentingan kelompok tertentu saja.
&quot;Tidak betul opini bahwa tanggul pantai dibangun untuk kepentingan kelompok tertentu (private sector), seperti pelabuhan kapal/marina,&quot; ujar Endra, Kamis (29/2/2024).

BACA JUGA:
PUPR Tunggu Pelepasan Tanah Milik Kemenkeu untuk Bangun Tol IKN


Endra mengatakan, pembangunan tanggul Pantai Dadap bertujuan untuk melindungi warga Jakarta dari risiko banjir.
&quot;Termasuk untuk menahan rob atau kenaikan muka air laut yang masuk ke lahan-lahan yang rendah akibat penurunan muka tanah (land subsidence),&quot; ucapnya.
Adapun Konsep pengendalian banjir di pesisir Teluk Jakarta dilakukan dengan membangun infrastruktur berupa tanggul pantai dan muara sungai, sistem polder serta penataan drainase lingkungan. Garis pantai dan muara sungai yang kritis di pesisir Teluk Jakarta berdasarkan Detail Desain NCICD 2016 dan reviewnya sepanjang 46,2 km.
Kementerian PUPR hingga 2023 telah mengerjakan tanggul sepanjang 8,2  km di Pantai Muara Baru, Pantai Kali Baru, Pantai Kamal Muara, Kali  Ancol, Cakung Drain, Cengkareng Drain, dan Kali Dadap. Selain itu juga  membangun tiga unit kolam retensi di Cilincing.
Pada 2024, Kementerian PUPR sedangkan mengerjakan tanggul pantai dan  muara sungai sepanjang 1,6 km serta satu kolam retensi di Pantai Kamal  Muara - Dadap serta di Muara Sungai Dadap.
&quot;Tahun ini kami selesaikan 1 km terakhir dari target 11 km yang menjadi kewajiban pusat,&quot; imbuhnya.
Sekadar informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  (PUPR) akan membangun tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 1,6  kilometer (km) pada 2024 ini. Adapun hingga 2023, telah terbangun  tanggul pantai dan muara sungai sepanjang 8,2 km.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur  Lombogia mengatakan, pembangunan tanggul pantai dan muara sungai telah  dijalankan secara strategis sejak 2020 silam.
Diketahui, penanggung jawab dari proyek itu terbagi menjadi dua,  yakni oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Pemerintah  Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
&quot;Untuk 2024 ini, Kementerian PUPR sedang mengerjakan 1.664 meter  (tanggul pantai) dan satu unit kolam retensi di Pantai Kamal Muara Dadap  dan Muara Sungai Kali Dadap, yang 1,6 km ini merupakan penyelesaian  dari kesepakatan yang sudah kami lakukan dengan Pemprov DKI Jakarta  untuk pembangunan tanggul pantai ini,&quot; kata Bob dalam Seminar Nasional  Giant Sea Wall di Jakarta Pusat, Rabu, 10 Januari.
Bob mengatakan, secara keseluruhan panjang total garis pantai dan  muara sungai serta pesisir Jakarta mencapai 120 km. Dari jumlah  tersebut, berdasarkan detail desain NCICD 2016, panjang garis pantai dan  muara sungai yang kritis sepanjang 46,2 km.
&quot;Review-nya sepanjang 38 km dan pada 2014-2019 pembangunan tanggul  pantai dan muara sungai telah dikerjakan pemerintah pusat, pemerintah  provinsi dan pihak swasta sepanjang 13 km, sehingga terdapat garis  pantai dan muara sungai yang masih dikatakan kritis sepanjang 25 km,&quot;  ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
