<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dear Mahasiswa, Ini Pentingnya Investasi di Pasar Modal</title><description>Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) memberikan edukasi dan literasi kelas ribuan mahasiswa di Malang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/622/2977281/dear-mahasiswa-ini-pentingnya-investasi-di-pasar-modal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/622/2977281/dear-mahasiswa-ini-pentingnya-investasi-di-pasar-modal"/><item><title>Dear Mahasiswa, Ini Pentingnya Investasi di Pasar Modal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/622/2977281/dear-mahasiswa-ini-pentingnya-investasi-di-pasar-modal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/02/29/622/2977281/dear-mahasiswa-ini-pentingnya-investasi-di-pasar-modal</guid><pubDate>Kamis 29 Februari 2024 18:58 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/622/2977281/dear-mahasiswa-ini-pentingnya-investasi-di-pasar-modal-38ANHN3hbj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ini pentingnya investasi di pasar modal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/622/2977281/dear-mahasiswa-ini-pentingnya-investasi-di-pasar-modal-38ANHN3hbj.jpg</image><title>Ini pentingnya investasi di pasar modal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC80LzE3MjkzNi81L3g4cDc5MXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALANG - Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) memberikan edukasi dan literasi kelas ribuan mahasiswa di Malang, dalam bentuk seminar pasar modal. Seminar pasar modal ini sendiri diadakan di Universitas Brawijaya (UB), yang diikuti beberapa perusahaan penyedia investasi dan reksa dana, termasuk di antaranya MNC Asset Management.
Dewan Eksekutif APRDI Mauldy R. Makmur menyatakan, pihaknya turut bertanggung jawab untuk mengenalkan sejak dini investasi kepada para mahasiswa dan generasi muda di Malang. Makanya ia juga mengundang beberapa perusahaan penyedia investasi dan reksa dana, untuk sama-sama mengedukasi investasi yang legal.

BACA JUGA:
Ribuan Mahasiswa Ikuti Seminar Pasar Modal MNC Asset Management


&quot;APRDI ikut berperan serta ikut mengenalkan sejak dini investasi kepada para mahasiswa, salah satunya yang kami edukasi juga mengenai reksa dana, literasi adalah satu cara bertahan dari investasi ilegal, untuk itu mereka harus merasakan untuk mulai investasi,&quot; ungkap Mauldy R. Makmur, dalam pemaparannya dalam 'Seminar Pasar Modal', Kamis (29/2/2024) di Gedung Samantha Krida, UB, Malang.
Edukasi dan literasi ini disebut Mauldy menjadi hal penting di tengahnya banyak pihak-pihak yang menawarkan investasi di pasar modal, termasuk beberapa pelaku investasi yang masih ilegal. Maka ia menawarkan alternatif investasi reksa dana kepada para mahasiswa, untuk belajar di awal.

BACA JUGA:
MNC Asset Management Siap Hadapi Dinamika Ekonomi Tahun Ini


&quot;Kita siapkan dari teman-teman di sini, untuk melakukan inklusi untuk mahasiswa ini. Semoga dengan cara ini literasi dan inklusi mereka akan menjadi investor awal, yang cerdas yang bisa melakukan investasi dengan baik,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anthonius Hari P. mengungkap, ada banyak peluang investasi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Sebab saat ini investasi lebih fleksibel, bersifat sustainable atau berkelanjutan, serta banyak macam dari investasi.
&quot;Jadi mahasiswa perlu belajar banyak, dan peluangnya juga banyak.  Belum nanti ketika dikaitkan dengan suistanable finance. Jadi semakin  banyak lagi ruangan menjadi semakin luas tidak hanya konvensional,  syariah, dulu konvensional syariah, sekarang nggak, suistanablity itu  menjadi hal yang sesuatu pilar penting. Jadi mahasiswa kami harapkan  nantinya bisa belajar itu semua,&quot; papar Antonius Hari.
Pengetahuan akan investasi disebut Antonius menjadi hal penting,  terutama bagi mereka para mahasiswa yang ingin menginvestasikan uangnya  ke pasar modal. Tapi ia menekankan kepada para mahasiswa untuk memilih  pelaku investasi yang legal. Supaya mereka tidak terjebak dalam hal-hal  negatif ketika akhirnya bermain di investasi.
&quot;Kami harapkan mahasiswa tidak hanya asal bermain atau melakukan  investasi di pasar modal. Tanpa modal pengetahuan yang cukup, karena  nanti hasilnya bisa mungkin negatif. Jadi harapannya dengan cara semacam  ini, kita melakukan edukasi, kita juga memberikan pengetahuan, mana  yang misalnya jangan sampai ketipu investasi bodong semacam itu,&quot;  pungkasnya.
Sebagai informasi, Seminar Pasar Modal di Gedung Samantha Krida,  Universitas Brawijaya merupakan kerjasama dari Asosiasi Pelaku Reksadana  dan Investasi Indonesia (APRDI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikuti  oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kampus, pada Kamis (29/2/2024). MNC  Asset Management sendiri menjadi satu dari beberapa perusahaan  investasi yang membuka stan di UB, untuk memfasilitasi para mahasiswa  mengenal pasar modal.
Para mahasiswa mendapat beberapa materi dari narasumber yang sudah  berpengalaman seperti Nurman Cahayadi selaku Direktur Perizinan dan  Profesi Lembaga Penunjang Pasar Modal OJK, Jeffrey Hendrik selaku  Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Mauldy R.  Makmur selaku Dewan Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi  Indonesia (APRDI).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC80LzE3MjkzNi81L3g4cDc5MXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
MALANG - Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) memberikan edukasi dan literasi kelas ribuan mahasiswa di Malang, dalam bentuk seminar pasar modal. Seminar pasar modal ini sendiri diadakan di Universitas Brawijaya (UB), yang diikuti beberapa perusahaan penyedia investasi dan reksa dana, termasuk di antaranya MNC Asset Management.
Dewan Eksekutif APRDI Mauldy R. Makmur menyatakan, pihaknya turut bertanggung jawab untuk mengenalkan sejak dini investasi kepada para mahasiswa dan generasi muda di Malang. Makanya ia juga mengundang beberapa perusahaan penyedia investasi dan reksa dana, untuk sama-sama mengedukasi investasi yang legal.

BACA JUGA:
Ribuan Mahasiswa Ikuti Seminar Pasar Modal MNC Asset Management


&quot;APRDI ikut berperan serta ikut mengenalkan sejak dini investasi kepada para mahasiswa, salah satunya yang kami edukasi juga mengenai reksa dana, literasi adalah satu cara bertahan dari investasi ilegal, untuk itu mereka harus merasakan untuk mulai investasi,&quot; ungkap Mauldy R. Makmur, dalam pemaparannya dalam 'Seminar Pasar Modal', Kamis (29/2/2024) di Gedung Samantha Krida, UB, Malang.
Edukasi dan literasi ini disebut Mauldy menjadi hal penting di tengahnya banyak pihak-pihak yang menawarkan investasi di pasar modal, termasuk beberapa pelaku investasi yang masih ilegal. Maka ia menawarkan alternatif investasi reksa dana kepada para mahasiswa, untuk belajar di awal.

BACA JUGA:
MNC Asset Management Siap Hadapi Dinamika Ekonomi Tahun Ini


&quot;Kita siapkan dari teman-teman di sini, untuk melakukan inklusi untuk mahasiswa ini. Semoga dengan cara ini literasi dan inklusi mereka akan menjadi investor awal, yang cerdas yang bisa melakukan investasi dengan baik,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anthonius Hari P. mengungkap, ada banyak peluang investasi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Sebab saat ini investasi lebih fleksibel, bersifat sustainable atau berkelanjutan, serta banyak macam dari investasi.
&quot;Jadi mahasiswa perlu belajar banyak, dan peluangnya juga banyak.  Belum nanti ketika dikaitkan dengan suistanable finance. Jadi semakin  banyak lagi ruangan menjadi semakin luas tidak hanya konvensional,  syariah, dulu konvensional syariah, sekarang nggak, suistanablity itu  menjadi hal yang sesuatu pilar penting. Jadi mahasiswa kami harapkan  nantinya bisa belajar itu semua,&quot; papar Antonius Hari.
Pengetahuan akan investasi disebut Antonius menjadi hal penting,  terutama bagi mereka para mahasiswa yang ingin menginvestasikan uangnya  ke pasar modal. Tapi ia menekankan kepada para mahasiswa untuk memilih  pelaku investasi yang legal. Supaya mereka tidak terjebak dalam hal-hal  negatif ketika akhirnya bermain di investasi.
&quot;Kami harapkan mahasiswa tidak hanya asal bermain atau melakukan  investasi di pasar modal. Tanpa modal pengetahuan yang cukup, karena  nanti hasilnya bisa mungkin negatif. Jadi harapannya dengan cara semacam  ini, kita melakukan edukasi, kita juga memberikan pengetahuan, mana  yang misalnya jangan sampai ketipu investasi bodong semacam itu,&quot;  pungkasnya.
Sebagai informasi, Seminar Pasar Modal di Gedung Samantha Krida,  Universitas Brawijaya merupakan kerjasama dari Asosiasi Pelaku Reksadana  dan Investasi Indonesia (APRDI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikuti  oleh ribuan mahasiswa dari berbagai kampus, pada Kamis (29/2/2024). MNC  Asset Management sendiri menjadi satu dari beberapa perusahaan  investasi yang membuka stan di UB, untuk memfasilitasi para mahasiswa  mengenal pasar modal.
Para mahasiswa mendapat beberapa materi dari narasumber yang sudah  berpengalaman seperti Nurman Cahayadi selaku Direktur Perizinan dan  Profesi Lembaga Penunjang Pasar Modal OJK, Jeffrey Hendrik selaku  Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Mauldy R.  Makmur selaku Dewan Eksekutif Asosiasi Pelaku Reksadana dan Investasi  Indonesia (APRDI).</content:encoded></item></channel></rss>
