<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Batubara Turun, Laba Adaro Energy (ADRO) Merosot Jadi Rp25,3 Triliun di 2023</title><description>PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengantongi laba bersih senilai USD1,64 miliar pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/278/2977592/ekspor-batubara-turun-laba-adaro-energy-adro-merosot-jadi-rp25-3-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/278/2977592/ekspor-batubara-turun-laba-adaro-energy-adro-merosot-jadi-rp25-3-triliun-di-2023"/><item><title>Ekspor Batubara Turun, Laba Adaro Energy (ADRO) Merosot Jadi Rp25,3 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/278/2977592/ekspor-batubara-turun-laba-adaro-energy-adro-merosot-jadi-rp25-3-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/278/2977592/ekspor-batubara-turun-laba-adaro-energy-adro-merosot-jadi-rp25-3-triliun-di-2023</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 14:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/278/2977592/ekspor-batubara-turun-laba-adaro-energy-adro-merosot-jadi-rp25-3-triliun-di-2023-x5gL4A0Fyg.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba ADRO alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/278/2977592/ekspor-batubara-turun-laba-adaro-energy-adro-merosot-jadi-rp25-3-triliun-di-2023-x5gL4A0Fyg.jpeg</image><title>Laba ADRO alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengantongi laba bersih senilai USD1,64 miliar pada 2023. Realisasi itu setara Rp25,34 triliun (kurs JISDOR BI 29 Desember 2023 mencapai Rp15.429 per 1 USD).

BACA JUGA:
Jeda Makan Siang, IHSG Sesi I Melemah ke Level 7.271

Perolehan tersebut turun 34,16% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2022 senilai USD2,49 miliar. Alhasil, laba bersih per saham dasar ADRO melandai di angka USD0,05309, dari semula USD0,08032 per saham.
Kondisi ini sejalan dengan penurunan pendapatan usaha sebesar 19,5% yoy menjadi USD6,51 miliar, dari sebelumnya USDD8,10 miliar. Ini disebabkan penurunan penjualan ekspor batu bara yang hanya menyerap USD5,28 miliar, dari semula USD6,94 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Menguat Tipis ke Level 7.318 di Awal Perdagangan


Sementara itu pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri masih terjaga di angka USD825 juta, demikian dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (1/3/2024).
Saat pendapatan turun, beban pokok ADRO justru membengkak, yang sebagian besar berasal dari kenaikan ongkos royalty menjadi USD1,46 miliar, dari semula USD1,23 miliar.
Sehingga margin laba kotor yang dicapai tahun 2023 terpaut lebih  rendah dari posisi sebelumnya, tersisa USD2,5 miliar, dengan laba  sebelum pajak senilai USD2,29 miliar.
Balance sheet ADRO akhir 2023 menunjukkan total aset terpangkas tipis  di level USD10,4 miliar. Ini sejalan dengna penurunan jumlah kewajiban  utang atau liabilitas sebesar 27,9% yoy mencapai USD3,06 miliar.
Modal bersih atau ekuitas naik 13,5% yoy mencapai USD7,40 miliar,  sedangkan kas dan setara kas tersisa USD3,31 miliar, dari awal tahun  yang mencapai USD4,06 miliar. Ini terjadi akibat sejumlah pengeluaran  atas aktivitas pendanaan, salah satunya pembagian dividen kepada  pemegang saham.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
 
JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengantongi laba bersih senilai USD1,64 miliar pada 2023. Realisasi itu setara Rp25,34 triliun (kurs JISDOR BI 29 Desember 2023 mencapai Rp15.429 per 1 USD).

BACA JUGA:
Jeda Makan Siang, IHSG Sesi I Melemah ke Level 7.271

Perolehan tersebut turun 34,16% year-on-year (yoy) dibandingkan tahun 2022 senilai USD2,49 miliar. Alhasil, laba bersih per saham dasar ADRO melandai di angka USD0,05309, dari semula USD0,08032 per saham.
Kondisi ini sejalan dengan penurunan pendapatan usaha sebesar 19,5% yoy menjadi USD6,51 miliar, dari sebelumnya USDD8,10 miliar. Ini disebabkan penurunan penjualan ekspor batu bara yang hanya menyerap USD5,28 miliar, dari semula USD6,94 miliar.

BACA JUGA:
IHSG Menguat Tipis ke Level 7.318 di Awal Perdagangan


Sementara itu pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri masih terjaga di angka USD825 juta, demikian dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (1/3/2024).
Saat pendapatan turun, beban pokok ADRO justru membengkak, yang sebagian besar berasal dari kenaikan ongkos royalty menjadi USD1,46 miliar, dari semula USD1,23 miliar.
Sehingga margin laba kotor yang dicapai tahun 2023 terpaut lebih  rendah dari posisi sebelumnya, tersisa USD2,5 miliar, dengan laba  sebelum pajak senilai USD2,29 miliar.
Balance sheet ADRO akhir 2023 menunjukkan total aset terpangkas tipis  di level USD10,4 miliar. Ini sejalan dengna penurunan jumlah kewajiban  utang atau liabilitas sebesar 27,9% yoy mencapai USD3,06 miliar.
Modal bersih atau ekuitas naik 13,5% yoy mencapai USD7,40 miliar,  sedangkan kas dan setara kas tersisa USD3,31 miliar, dari awal tahun  yang mencapai USD4,06 miliar. Ini terjadi akibat sejumlah pengeluaran  atas aktivitas pendanaan, salah satunya pembagian dividen kepada  pemegang saham.</content:encoded></item></channel></rss>
