<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM Resmikan Tajak Sumur Infill dan Clastic Banyu Urip</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif meresmikan kegiatan tajak sumur infill dan clastic Banyu Urip di Blok Cepu Bojonegoro Jawa Timur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977693/menteri-esdm-resmikan-tajak-sumur-infill-dan-clastic-banyu-urip</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977693/menteri-esdm-resmikan-tajak-sumur-infill-dan-clastic-banyu-urip"/><item><title>Menteri ESDM Resmikan Tajak Sumur Infill dan Clastic Banyu Urip</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977693/menteri-esdm-resmikan-tajak-sumur-infill-dan-clastic-banyu-urip</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977693/menteri-esdm-resmikan-tajak-sumur-infill-dan-clastic-banyu-urip</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 15:49 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/320/2977693/menteri-esdm-resmikan-tajak-sumur-infill-dan-clastic-banyu-urip-jZaZulmjxL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM resmikan tajak sumur blok cepu (Foto: ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/320/2977693/menteri-esdm-resmikan-tajak-sumur-infill-dan-clastic-banyu-urip-jZaZulmjxL.jpg</image><title>Menteri ESDM resmikan tajak sumur blok cepu (Foto: ESDM)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDU0My81L3g4cTR6ZDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif meresmikan kegiatan tajak sumur infill dan clastic Banyu Urip di Blok Cepu Bojonegoro Jawa Timur. Pemboran sumur infill dan clastic merupakan bagian dari drilling campaign di Blok Cepu yang dilakukan oleh Exxonmobil dimulai tahun 2024 hingga tahun 2026 yang terdiri dari pemboran 5 sumur infill carbonate dan 2 sumur clastics.
Kegiatan pemboran ini dilakukan di antara sumur produksi existing yang ada di lapangan Banyu Urip untuk mengambil minyak yang tidak bisa diambil oleh sumur sebelumnya sekaligus untuk membuktikan cadangan reservoir clastics (reservoir batu pasir). Kegiatan ini diharapkan dapat menambah produksi lapangan Banyu Urip sebesar 42 juta barel sehingga dapat meningkatkan produksi minyak di lapangan Banyu Urip yang saat ini berkontribusi sekitar 25% dari produksi minyak secara nasional.

BACA JUGA:
10 Terdakwa Kasus Tukin Kementerian ESDM Jalani Sidang, Salah Satunya Dituntut 6 Tahun Penjara


Pada kunjungan peresmian tersebut turut mendampingi Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Wiko Migantoro, Direktur Manajemen Resiko PT Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, President ExxonMobil Cepu Limited Carole J. Gall, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Chalid Salim Said, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Muhamad Arifin dan Ketua BKS PI Blok Cepu Suko Hartono.
Dalam sambutan dan pengarahannya, Menteri ESDM  menyampaikan apresiasinya terhadap ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang mampu menjaga produksi di blok ini dengan optimal, yang awalnya potensinya adalah 400 juta barel, sampai hari ini sudah menghasilkan 630 juta barel dan berpotensi hingga 1 miliar barel. Saat ini produksi di blok ini mulai menurun, oleh karenanya bersama pemangku kepentingan mendorong untuk menjaga produksi Banyu Urip.

BACA JUGA:
Menperin Minta Semua Industri Dapat Harga Gas Murah, Begini Kata ESDM


&amp;ldquo;Gayung bersambung dan saat ini direncanakan ada 7 pemboran, jika dibandingkan 8 tahun lalu tidak ada sama sekali pemboran. Harapannya, lapangan Clastic memiliki potensi yang sama dengan lapangan Carbonat yang memiliki potensi hingga 1 miliar barel&amp;rdquo;, kata Arifin.
Arifin mengharapkan dari kegiatan pemboran sumur infill dan clastic akan ada tambahan 20.000 hingga 30.000 barel per hari sehingga bisa menahan laju penurunan produksi, serta ke depannya diharapkan lapangan Clastic menghasilkan yang sama dengan lapangan Carbonat
&amp;ldquo;Kami bangga dapat terus melanjutkan kerjasama dengan Exxon, sebagai  perusahaan terbesar di dunia dengan pengalaman dan teknologi yang  Mumpuni. Kita terus melakukan kerjasama dengan Exxon, termasuk kerjasama  carbon capture dan rencana investasi Exxon lainnya di Indonesia. Kita  berharap banyak dengan output yang semaksimal mungkin dari lapangan  Cepu&amp;rdquo;, ujar Arifin.
Sementara itu Kepala SKK Migas menyampaikan bahwasanya SKK Migas  memberikan perhatian yang besar terhadap upaya menjaga produksi lapangan  minyak di Banyu Urip agar tetap optimal. Dia menyampaikan bahwa  produksi lapangan Banyu Urip telah melampaui yang ditargetkan dalam plan  of development (POD), hal ini berkat berbagai upaya dan terobosan yang  dilakukan oleh SKK Migas dan Exxon Mobil dalam menjaga kinerja blok  Banyu Urip. &amp;ldquo;Tajak sumur infill carbonate lapangan Banyu Urip adalah  upaya lanjutan yang dilakukan oleh SKK Migas dan Exxon Mobil selaku  operator untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 42 juta barel dengan  tetap memperhatikan kemampuan dan daya dukung reservoir yang ada&amp;rdquo;,  terang Dwi.
&amp;ldquo;Saya menyampaikan apresiasi kepada EMCL dan Pertamina Drilling  Service Indonesia yang mampu memenuhi komitmennya untuk menjalankan  kegiatan drilling campaign dengan mempercepat pelaksanaan kegiatan  pemboran yang awalnya akan dimulai di September 2024. Kami mendorong  agar bisa dipercepat di bulan Februari 2024, Alhamdulillah 1 Maret 2024  bisa dilaksanakan&amp;rdquo;, ujar Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menyampaikan bahwa kunjungan hari ini tentu tidak  hanya semata-mata meninjau tajak sumur infill carbonate, tetapi lebih  dari itu, ini menunjukkan kepedulian dan harapan Kementerian ESDM dan  SKK Migas untuk mendorong kinerja operasi yang semakin di optimal di  Blok Banyu Urip. &amp;ldquo;Sebagai lapangan dengan produksi minyak sekitar 25%  dari produksi minyak secara nasional, maka Banyu Urip sangat diharapkan  kontribusinya untuk mencapai target peningkatan produksi dimasa depan,  yaitu produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) di tahun 2030 untuk  mendukung ketahanan energi nasional&amp;rdquo;, katanya
Pada kesempatan yang sama Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall  menyampaikan proyek Banyu Urip Infill and Clastic, atau yang biasa kita  sebut Proyek BUIC, memiliki arti yang sangat penting. Proyek ini akan  berkontribusi besar terhadap aspirasi yang kami dukung penuh, yaitu  tercapainya target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari pada  awal tahun 2030, yang sekaligus memperkuat keamanan energi nasional.
Sesuai rencana drilling campaign, pemboran 2 sumur infill carbonate  yang akan dilaksanakan tahun 2024 diproyeksikan akan mulai onstream di  tahun 2024 ini dengan dilakukan tie in ke fasilitas eksisting.  Selanjutnya diikuti dengan pemboran 3 sumur infill carbonate dan 2 sumur  clastics dalam rentang waktu hingga tahun 2025 dan diharapkan onstream  tahun 2026.
Kegiatan drilling campaign Banyu Urip menggunakan anjungan dan  peralatan yang keseluruhannya dibuat di Indonesia dan dioperasikan oleh  PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang merupakan anak  usaha PT Pertamina (Persero). Pengeboran ini menunjukkan tingkat  kompetensi PDSI di bidang pengeboran minyak dan gas bumi, serta dukungan  industri hulu migas untuk tumbuh berkembangnya perusahaan nasional  serta komitmen SKK Migas dan KKKS dalam mengimplementasikan tingkat  komponen dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMi8wMS8xLzE3NDU0My81L3g4cTR6ZDM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif meresmikan kegiatan tajak sumur infill dan clastic Banyu Urip di Blok Cepu Bojonegoro Jawa Timur. Pemboran sumur infill dan clastic merupakan bagian dari drilling campaign di Blok Cepu yang dilakukan oleh Exxonmobil dimulai tahun 2024 hingga tahun 2026 yang terdiri dari pemboran 5 sumur infill carbonate dan 2 sumur clastics.
Kegiatan pemboran ini dilakukan di antara sumur produksi existing yang ada di lapangan Banyu Urip untuk mengambil minyak yang tidak bisa diambil oleh sumur sebelumnya sekaligus untuk membuktikan cadangan reservoir clastics (reservoir batu pasir). Kegiatan ini diharapkan dapat menambah produksi lapangan Banyu Urip sebesar 42 juta barel sehingga dapat meningkatkan produksi minyak di lapangan Banyu Urip yang saat ini berkontribusi sekitar 25% dari produksi minyak secara nasional.

BACA JUGA:
10 Terdakwa Kasus Tukin Kementerian ESDM Jalani Sidang, Salah Satunya Dituntut 6 Tahun Penjara


Pada kunjungan peresmian tersebut turut mendampingi Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Rudi Satwiko, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Wiko Migantoro, Direktur Manajemen Resiko PT Pertamina Ahmad Siddik Badrudin, President ExxonMobil Cepu Limited Carole J. Gall, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Chalid Salim Said, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Muhamad Arifin dan Ketua BKS PI Blok Cepu Suko Hartono.
Dalam sambutan dan pengarahannya, Menteri ESDM  menyampaikan apresiasinya terhadap ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang mampu menjaga produksi di blok ini dengan optimal, yang awalnya potensinya adalah 400 juta barel, sampai hari ini sudah menghasilkan 630 juta barel dan berpotensi hingga 1 miliar barel. Saat ini produksi di blok ini mulai menurun, oleh karenanya bersama pemangku kepentingan mendorong untuk menjaga produksi Banyu Urip.

BACA JUGA:
Menperin Minta Semua Industri Dapat Harga Gas Murah, Begini Kata ESDM


&amp;ldquo;Gayung bersambung dan saat ini direncanakan ada 7 pemboran, jika dibandingkan 8 tahun lalu tidak ada sama sekali pemboran. Harapannya, lapangan Clastic memiliki potensi yang sama dengan lapangan Carbonat yang memiliki potensi hingga 1 miliar barel&amp;rdquo;, kata Arifin.
Arifin mengharapkan dari kegiatan pemboran sumur infill dan clastic akan ada tambahan 20.000 hingga 30.000 barel per hari sehingga bisa menahan laju penurunan produksi, serta ke depannya diharapkan lapangan Clastic menghasilkan yang sama dengan lapangan Carbonat
&amp;ldquo;Kami bangga dapat terus melanjutkan kerjasama dengan Exxon, sebagai  perusahaan terbesar di dunia dengan pengalaman dan teknologi yang  Mumpuni. Kita terus melakukan kerjasama dengan Exxon, termasuk kerjasama  carbon capture dan rencana investasi Exxon lainnya di Indonesia. Kita  berharap banyak dengan output yang semaksimal mungkin dari lapangan  Cepu&amp;rdquo;, ujar Arifin.
Sementara itu Kepala SKK Migas menyampaikan bahwasanya SKK Migas  memberikan perhatian yang besar terhadap upaya menjaga produksi lapangan  minyak di Banyu Urip agar tetap optimal. Dia menyampaikan bahwa  produksi lapangan Banyu Urip telah melampaui yang ditargetkan dalam plan  of development (POD), hal ini berkat berbagai upaya dan terobosan yang  dilakukan oleh SKK Migas dan Exxon Mobil dalam menjaga kinerja blok  Banyu Urip. &amp;ldquo;Tajak sumur infill carbonate lapangan Banyu Urip adalah  upaya lanjutan yang dilakukan oleh SKK Migas dan Exxon Mobil selaku  operator untuk meningkatkan produksi minyak sebesar 42 juta barel dengan  tetap memperhatikan kemampuan dan daya dukung reservoir yang ada&amp;rdquo;,  terang Dwi.
&amp;ldquo;Saya menyampaikan apresiasi kepada EMCL dan Pertamina Drilling  Service Indonesia yang mampu memenuhi komitmennya untuk menjalankan  kegiatan drilling campaign dengan mempercepat pelaksanaan kegiatan  pemboran yang awalnya akan dimulai di September 2024. Kami mendorong  agar bisa dipercepat di bulan Februari 2024, Alhamdulillah 1 Maret 2024  bisa dilaksanakan&amp;rdquo;, ujar Dwi.
Lebih lanjut, Dwi menyampaikan bahwa kunjungan hari ini tentu tidak  hanya semata-mata meninjau tajak sumur infill carbonate, tetapi lebih  dari itu, ini menunjukkan kepedulian dan harapan Kementerian ESDM dan  SKK Migas untuk mendorong kinerja operasi yang semakin di optimal di  Blok Banyu Urip. &amp;ldquo;Sebagai lapangan dengan produksi minyak sekitar 25%  dari produksi minyak secara nasional, maka Banyu Urip sangat diharapkan  kontribusinya untuk mencapai target peningkatan produksi dimasa depan,  yaitu produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) di tahun 2030 untuk  mendukung ketahanan energi nasional&amp;rdquo;, katanya
Pada kesempatan yang sama Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall  menyampaikan proyek Banyu Urip Infill and Clastic, atau yang biasa kita  sebut Proyek BUIC, memiliki arti yang sangat penting. Proyek ini akan  berkontribusi besar terhadap aspirasi yang kami dukung penuh, yaitu  tercapainya target nasional produksi 1 juta barel minyak per hari pada  awal tahun 2030, yang sekaligus memperkuat keamanan energi nasional.
Sesuai rencana drilling campaign, pemboran 2 sumur infill carbonate  yang akan dilaksanakan tahun 2024 diproyeksikan akan mulai onstream di  tahun 2024 ini dengan dilakukan tie in ke fasilitas eksisting.  Selanjutnya diikuti dengan pemboran 3 sumur infill carbonate dan 2 sumur  clastics dalam rentang waktu hingga tahun 2025 dan diharapkan onstream  tahun 2026.
Kegiatan drilling campaign Banyu Urip menggunakan anjungan dan  peralatan yang keseluruhannya dibuat di Indonesia dan dioperasikan oleh  PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang merupakan anak  usaha PT Pertamina (Persero). Pengeboran ini menunjukkan tingkat  kompetensi PDSI di bidang pengeboran minyak dan gas bumi, serta dukungan  industri hulu migas untuk tumbuh berkembangnya perusahaan nasional  serta komitmen SKK Migas dan KKKS dalam mengimplementasikan tingkat  komponen dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas.</content:encoded></item></channel></rss>
