<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Keok, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.704/USD</title><description>Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 14 poin ke level Rp15.704 pada hari ini Jumat (1/3/2024).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977702/dolar-as-keok-rupiah-ditutup-menguat-ke-rp15-704-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977702/dolar-as-keok-rupiah-ditutup-menguat-ke-rp15-704-usd"/><item><title>Dolar AS Keok, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp15.704/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977702/dolar-as-keok-rupiah-ditutup-menguat-ke-rp15-704-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977702/dolar-as-keok-rupiah-ditutup-menguat-ke-rp15-704-usd</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/320/2977702/dolar-as-keok-rupiah-ditutup-menguat-ke-rp15-704-usd-NAL0bO6tFf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah menguat hari ini. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/320/2977702/dolar-as-keok-rupiah-ditutup-menguat-ke-rp15-704-usd-NAL0bO6tFf.jpg</image><title>Rupiah menguat hari ini. (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 14 poin ke level Rp15.704 pada hari ini  Jumat (1/3/2024).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melemah karena Data PCE menempatkan penurunan suku bunga di bulan Juni sebagai fokus, namun risiko tetap ada Data indeks harga PCE ukuran inflasi pilihan The Fed turun seperti yang diharapkan pada bulan Januari, data menunjukkan pada hari Kamis.

BACA JUGA:
Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Masih Lebih Baik Dibanding Malaysia dan Korea

&amp;ldquo;Angka tersebut memicu harapan bahwa inflasi akan turun dalam beberapa bulan mendatang dan memberikan dorongan yang cukup bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.
Namun alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang hanya sedikit meningkatkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara pertaruhan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.

BACA JUGA:
BI Pastikan Ketersediaan Rupiah di Ramadhan dan Lebaran 2024 Cukup

Sejuah pejabat Fed juga memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi akan membuat bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai melonggarkan kebijakannya yang menunjukkan bahwa kenaikan inflasi di masa depan kemungkinan akan mengurangi prospek penurunan suku bunga di bulan Juni.Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2024 inflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (mtm) dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,58.
&amp;ldquo;Sedangkan, tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2024 terhadap Februari 2023) tercatat 2,75 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Februari 2024 terhadap Desember 2023) sebesar 0,41 persen,&amp;rdquo; ujarnya.
Tingkat inflasi bulanan Februari 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun lalu.
Penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2024 berdasarkan kelompok pengeluaran adalah makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,00 persen mtm dengan andil 0,29 persen.
Dengan demikian, untuk perdagangan pekan sepan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.690 - Rp15.740.</description><content:encoded>


JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup menguat 14 poin ke level Rp15.704 pada hari ini  Jumat (1/3/2024).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS melemah karena Data PCE menempatkan penurunan suku bunga di bulan Juni sebagai fokus, namun risiko tetap ada Data indeks harga PCE ukuran inflasi pilihan The Fed turun seperti yang diharapkan pada bulan Januari, data menunjukkan pada hari Kamis.

BACA JUGA:
Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Masih Lebih Baik Dibanding Malaysia dan Korea

&amp;ldquo;Angka tersebut memicu harapan bahwa inflasi akan turun dalam beberapa bulan mendatang dan memberikan dorongan yang cukup bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga pada bulan Juni,&amp;rdquo; tulis Ibrahim dalam risetnya.
Namun alat CME Fedwatch menunjukkan para pedagang hanya sedikit meningkatkan ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara pertaruhan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil.

BACA JUGA:
BI Pastikan Ketersediaan Rupiah di Ramadhan dan Lebaran 2024 Cukup

Sejuah pejabat Fed juga memperingatkan bahwa inflasi yang tinggi akan membuat bank sentral tidak terburu-buru untuk mulai melonggarkan kebijakannya yang menunjukkan bahwa kenaikan inflasi di masa depan kemungkinan akan mengurangi prospek penurunan suku bunga di bulan Juni.Dari sentimen domestik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Februari 2024 inflasi sebesar 0,37 persen secara bulanan (mtm) dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,58.
&amp;ldquo;Sedangkan, tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2024 terhadap Februari 2023) tercatat 2,75 persen dan tingkat inflasi tahun kalender (Februari 2024 terhadap Desember 2023) sebesar 0,41 persen,&amp;rdquo; ujarnya.
Tingkat inflasi bulanan Februari 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama di tahun lalu.
Penyumbang inflasi terbesar pada Januari 2024 berdasarkan kelompok pengeluaran adalah makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,00 persen mtm dengan andil 0,29 persen.
Dengan demikian, untuk perdagangan pekan sepan, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.690 - Rp15.740.</content:encoded></item></channel></rss>
