<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ASEAN dan India Diprediksi Jadi Pusat Ekonomi Global, RI Harus Ambil Peluang</title><description>Kawasan ASEAN dan India diproyeksi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977884/asean-dan-india-diprediksi-jadi-pusat-ekonomi-global-ri-harus-ambil-peluang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977884/asean-dan-india-diprediksi-jadi-pusat-ekonomi-global-ri-harus-ambil-peluang"/><item><title>ASEAN dan India Diprediksi Jadi Pusat Ekonomi Global, RI Harus Ambil Peluang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977884/asean-dan-india-diprediksi-jadi-pusat-ekonomi-global-ri-harus-ambil-peluang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/01/320/2977884/asean-dan-india-diprediksi-jadi-pusat-ekonomi-global-ri-harus-ambil-peluang</guid><pubDate>Jum'at 01 Maret 2024 20:33 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/01/320/2977884/asean-dan-india-diprediksi-jadi-pusat-ekonomi-global-ri-harus-ambil-peluang-i3grfyWddl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ASEAN dan India jadi sumber pertumbuhan ekonomi global (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/01/320/2977884/asean-dan-india-diprediksi-jadi-pusat-ekonomi-global-ri-harus-ambil-peluang-i3grfyWddl.jpg</image><title>ASEAN dan India jadi sumber pertumbuhan ekonomi global (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNS80LzE3NzYxMC81L3g4dDlvbmE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Kawasan ASEAN dan India diproyeksi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global. Hal ini berkat peningkatan perdagangan dan investasi antara keduanya. Total perdagangan ASEAN-India pada 2022 meningkat sebesar 23,4% sebesar USD113 miliar dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) dari India ke ASEAN mencapai USD681 juta pada 2022. World Trade Centers Association (WTCA) pun menyoroti potensi tersebut.

BACA JUGA:
Perusahaan Transportasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat dan Berkelanjutan di Masa Depan


WTCA berkomitmen untuk membuka kesempatan perdagangan dan investasi bagi pelaku bisnis di ASEAN-India, sejalan dengan perjanjian ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA). Sejak 2010, AIFTA telah mengurangi hambatan perdagangan ASEAN dan India dengan penghilangan tarif untuk 75% barang, mengizinkan faktur barang pihak ketiga, dan mengizinkan kumulasi regional atas penggunaan bahan baku produksi.
Managing Director dari World Trade Center di Bengaluru, Chennai, dan Kochi Vineet Verma menjelaskan, AIFTA telah mengakselerasi perdagangan di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, jasa, energi, teknologi, transportasi, manufaktur, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:
Industri Arsitektur Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif RI


&amp;ldquo;Di sisi investasi, India memiliki target sebagai pusat manufaktur dunia sehingga banyak perusahaan global telah berinvestasi. Melalui AIFTA, kerjasama antara ASEAN dan India tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka pintu investasi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kedua kawasan,&quot; kata dia, Jumat (1/3/2024).
Lebih lanjut, India merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi ASEAN,  sekaligus menjadi negara tujuan ekspor terbesar ke-4 bagi Indonesia.   Hal ini didorong oleh faktor demografis, letak geografis, dan potensi  industri.  WTCA pun mengajak pengusaha Indonesia untuk melihat peluang  perdagangan dan investasi yang menguntungkan di kedua kawasan.
Pada tahun 2023, Indonesia meraih surplus perdagangan terbesar dari  India dengan nilai USD14,1 miliar dari total nilai perdagangan USD32,7  miliar, yang didominasi dari produk non-migas. Hal ini menjadikan India  sebagai tujuan ekspor non migas terbesar Indonesia jika dibandingkan  negara AIFTA lainnya.
WTCA Vice President of Asia Pacific Scott Wang menjelaskan dalam  mendorong kemajuan bisnis anggotanya melalui berbagai penyelenggaraan  forum bisnis dunia dan pelatihan. WTCA berencana memperluas jaringan  keanggotaan global hingga mencapai 500 anggota dalam satu dekade ke  depan untuk mendukung pertumbuhan dan keberhasilan bisnis di seluruh  dunia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yNS80LzE3NzYxMC81L3g4dDlvbmE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Kawasan ASEAN dan India diproyeksi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global. Hal ini berkat peningkatan perdagangan dan investasi antara keduanya. Total perdagangan ASEAN-India pada 2022 meningkat sebesar 23,4% sebesar USD113 miliar dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) dari India ke ASEAN mencapai USD681 juta pada 2022. World Trade Centers Association (WTCA) pun menyoroti potensi tersebut.

BACA JUGA:
Perusahaan Transportasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi yang Kuat dan Berkelanjutan di Masa Depan


WTCA berkomitmen untuk membuka kesempatan perdagangan dan investasi bagi pelaku bisnis di ASEAN-India, sejalan dengan perjanjian ASEAN-India Free Trade Area (AIFTA). Sejak 2010, AIFTA telah mengurangi hambatan perdagangan ASEAN dan India dengan penghilangan tarif untuk 75% barang, mengizinkan faktur barang pihak ketiga, dan mengizinkan kumulasi regional atas penggunaan bahan baku produksi.
Managing Director dari World Trade Center di Bengaluru, Chennai, dan Kochi Vineet Verma menjelaskan, AIFTA telah mengakselerasi perdagangan di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, jasa, energi, teknologi, transportasi, manufaktur, dan masih banyak lagi.

BACA JUGA:
Industri Arsitektur Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif RI


&amp;ldquo;Di sisi investasi, India memiliki target sebagai pusat manufaktur dunia sehingga banyak perusahaan global telah berinvestasi. Melalui AIFTA, kerjasama antara ASEAN dan India tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka pintu investasi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kedua kawasan,&quot; kata dia, Jumat (1/3/2024).
Lebih lanjut, India merupakan mitra dagang terbesar ke-4 bagi ASEAN,  sekaligus menjadi negara tujuan ekspor terbesar ke-4 bagi Indonesia.   Hal ini didorong oleh faktor demografis, letak geografis, dan potensi  industri.  WTCA pun mengajak pengusaha Indonesia untuk melihat peluang  perdagangan dan investasi yang menguntungkan di kedua kawasan.
Pada tahun 2023, Indonesia meraih surplus perdagangan terbesar dari  India dengan nilai USD14,1 miliar dari total nilai perdagangan USD32,7  miliar, yang didominasi dari produk non-migas. Hal ini menjadikan India  sebagai tujuan ekspor non migas terbesar Indonesia jika dibandingkan  negara AIFTA lainnya.
WTCA Vice President of Asia Pacific Scott Wang menjelaskan dalam  mendorong kemajuan bisnis anggotanya melalui berbagai penyelenggaraan  forum bisnis dunia dan pelatihan. WTCA berencana memperluas jaringan  keanggotaan global hingga mencapai 500 anggota dalam satu dekade ke  depan untuk mendukung pertumbuhan dan keberhasilan bisnis di seluruh  dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
