<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Divestasi Saham Vale ke MIND ID Rampung, Sejarah Tercipta dan Ini 7 Faktanya</title><description>Divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke Holding BUMN  Pertambangan MIND ID resmi dilakukan  pada Senin, 26 Februari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/02/320/2977367/divestasi-saham-vale-ke-mind-id-rampung-sejarah-tercipta-dan-ini-7-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/02/320/2977367/divestasi-saham-vale-ke-mind-id-rampung-sejarah-tercipta-dan-ini-7-faktanya"/><item><title>Divestasi Saham Vale ke MIND ID Rampung, Sejarah Tercipta dan Ini 7 Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/02/320/2977367/divestasi-saham-vale-ke-mind-id-rampung-sejarah-tercipta-dan-ini-7-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/02/320/2977367/divestasi-saham-vale-ke-mind-id-rampung-sejarah-tercipta-dan-ini-7-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 02 Maret 2024 04:21 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977367/divestasi-saham-vale-ke-mind-id-rampung-sejarah-tercipta-dan-ini-7-faktanya-Nad6qTgQbQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Divestasi saham Vale (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/02/29/320/2977367/divestasi-saham-vale-ke-mind-id-rampung-sejarah-tercipta-dan-ini-7-faktanya-Nad6qTgQbQ.jpeg</image><title>Divestasi saham Vale (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1Mi81L3g4bmNrM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penandatanganan kesepakatan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke Holding BUMN Pertambangan atau Mining Industri Indonesia (MIND ID) resmi dilakukan pada Senin, 26 Februari 2024.
Keduanya pun menyepakati divestasi 14% dengan harga per saham sebesar Rp3.050.

BACA JUGA:
Soal Pemangkasan BUMN, Ini Kata Erick Thohir


Kesepakatan penandatanganan divestasi 14% saham INCO disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Deshnee Naidoo dari VCL, Yusuke Niwa dari SMM, Febriany Eddy dari Vale Indonesia.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan, Erick Thohir Bakal Revisi Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN 2024


Berikut Okezone merangkum sejarah dan 7 fakta divestasi saham Vale ke MIND ID yang akhirnya rampung pada Sabtu, (2/3/2024).
1.	Sebagai Momentum Bersejarah
Erick Thohir menilai langkah MIND ID meningkatkan kepemilikan saham di Vale melalui skema divestasi merupakan momentum bersejarah. MIND ID menyepakati akuisisi saham sebesar 14% dari total kepemilikan saham Vale Indonesia dengan Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM).
&quot;Harga saham yang disepakati sebesar Rp3.050 per lembar saham. MIND ID akan bersama-sama dengan VCL mengendalikan PT Vale Indonesia karena ini sifatnya kontrol bersama atau joint control over corporation,&amp;rdquo; ujar Erick.
Pada November 2023 yang lalu telah ditandatangani Heads of Agreement yang salah satunya menyatakan bahwa MIND ID dan VCL akan melakukan joint control atas pelaksanaan kegiatan usaha PT Vale Indonesia. Divestasi ini pun merupakan bagian dari upaya PT VI dalam memenuhi kewajiban divestasi sesuai undang-undang pertambangan mineral dan batubara di Indonesia.
2.	 MIND ID Pemegang Saham Terbesar Vale
MIND ID telah menjadi pemegang saham terbesar Vale. Adapun komposisi  pemegang Vale setelah kesepakatan adalah MIND ID sebesar 34,00%, VCL  sebesar 33,88%, SMM sebesar 11,48% dan Publik sebesar 20,63%.
3.	MIND ID Dapat Menunjuk Tiga Komisaris
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa MIND ID  akan memiliki hak untuk menunjuk tiga Komisaris, termasuk Komisaris  Utama, serta Direktur Utama, dan Direktur SDM.
&amp;ldquo;Kami telah bersepakat bahwa VCL akan menunjuk Direktur operasional  dan juga Direktur yang bertanggung jawab atas pengelolaan ESG. Ini  menegaskan bahwa kami tetap ingin agar standard ESG yang selama ini  menjadi komitmen VCL tetap dipertahankan, termasuk juga praktek  pertambangan terbaik yang selama ini sudah ditunjukkan oleh PT VI&amp;rdquo;  tambah Tiko.
4.	Febriany Eddy sebagai Direktur Utama Vale Indonesia
Kementerian BUMN dan MIND ID tetap akan menunjuk Febriany Eddy  sebagai Direktur Utama Vale Indonesia setelah kesepakatan divestasi  diselesaikan.
&amp;ldquo;Tentu kami melihat keberlanjutan sebagai hal yang penting, kami  yakin bahwa komitmen kami dan VCL dalam mengelola PT VI ini sama, dan  kami dan VCL, sebagai pemegang saham terbesar pertama dan kedua, telah  bersepakat untuk melanjutkan komitmen hilirisasi sebagai bentuk dukungan  Perusahaan terhadap Program Strategis Pemerintah. Sdri Febriany Eddy  tetap akan menjadi Direktur Utama mewakili MIND ID&amp;rdquo; paparnya.
5.	Tidak Ada Penciutan Lahan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)  Luhut Binsar Pandjaitan memastikan tidak akan ada relinquish atau  penciutan lahan dari proses divestasi saham PT Vale Indonesia (INCO) ke  Holding BUMN Pertambangan, MIND ID.
&quot;Kenapa kita setuju tidak ada relinquish dari Vale, karena kita ingin  menjadi model di dunia bahwa penataan lingkungan di PT Vale Indonesia  itu sangat baik,&quot; jelasnya, dalam proses penandatanganan dokumen  transaksi pengambilalihan divestasi Vale Indonesia 'Siging of Definitive  Transaction Agreement For the Acquisition of PTVI Shares', Senin, 26  Februari 2024.
6.	Hilirisasi Nikel di Tanah Air
Luhut mengungkapkan bahwa divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk  (INCO) ke MIND ID sebagai pertanda baik dan penting dalam program  hilirisasi nikel di Tanah Air.
Luhut mengatakan, dengan%tase itu mempermudah pemerintah memasifkan  hilirisasi nikel. Sehingga, Indonesia dapat menyuplai produk turunan  nikel untuk pasar Amerika Serikat hingga Eropa.
&amp;ldquo;Hal ini juga (divestasi saham) menjadi pertanda penting dalam  program hilirisasi nikel Indonesia kedepannya, terutama untuk mensuplai  kebutuhan produk turunan nikel kepada pasar Eropa dan Amerika Serikat,&amp;rdquo;  ujar Luhut.
7.	Indonesia Negosiasi Dengan Otoritas AS
Luhut mengatakan, delegasi Indonesia baru saja melakukan negosiasi  dengan pihak otoritas AS terkait kebijakan pengurangan inflasi atau  Inflation Reduction Act (IRA) yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat  (AS), Joe Biden, sejak 2023 lalu.
Kebijakan AS itu disebut-sebut akan menghambat langkah Indonesia  menjadi pemain utama rantai pasok kendaraan listrik di pasar global.  Sebab, nikel di dalam negeri belum masuk dalam kriteria IRA.
Karena itu, Luhut memastikan persoalan IRA akan segera diselesaikan  pemerintah dalam waktu dekat ini. Dengan begitu, potensi Indonesia  mengisi pasar produk turunan nikel dunia dapat dilakukan.
&amp;ldquo;Baru balik tim kita dari Washington untuk tindak lanjuti  perbincangan mengenai IRA-AS ini. Kita berharap itu akan bisa kita  tuntaskan dalam beberapa waktu kedepan, tentu akan terhambat karena  Pilpres juga di sana,&amp;rdquo; paparnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1Mi81L3g4bmNrM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Penandatanganan kesepakatan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke Holding BUMN Pertambangan atau Mining Industri Indonesia (MIND ID) resmi dilakukan pada Senin, 26 Februari 2024.
Keduanya pun menyepakati divestasi 14% dengan harga per saham sebesar Rp3.050.

BACA JUGA:
Soal Pemangkasan BUMN, Ini Kata Erick Thohir


Kesepakatan penandatanganan divestasi 14% saham INCO disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Deshnee Naidoo dari VCL, Yusuke Niwa dari SMM, Febriany Eddy dari Vale Indonesia.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan, Erick Thohir Bakal Revisi Tes Bahasa Inggris Rekrutmen Bersama BUMN 2024


Berikut Okezone merangkum sejarah dan 7 fakta divestasi saham Vale ke MIND ID yang akhirnya rampung pada Sabtu, (2/3/2024).
1.	Sebagai Momentum Bersejarah
Erick Thohir menilai langkah MIND ID meningkatkan kepemilikan saham di Vale melalui skema divestasi merupakan momentum bersejarah. MIND ID menyepakati akuisisi saham sebesar 14% dari total kepemilikan saham Vale Indonesia dengan Vale Canada Limited (VCL), Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM).
&quot;Harga saham yang disepakati sebesar Rp3.050 per lembar saham. MIND ID akan bersama-sama dengan VCL mengendalikan PT Vale Indonesia karena ini sifatnya kontrol bersama atau joint control over corporation,&amp;rdquo; ujar Erick.
Pada November 2023 yang lalu telah ditandatangani Heads of Agreement yang salah satunya menyatakan bahwa MIND ID dan VCL akan melakukan joint control atas pelaksanaan kegiatan usaha PT Vale Indonesia. Divestasi ini pun merupakan bagian dari upaya PT VI dalam memenuhi kewajiban divestasi sesuai undang-undang pertambangan mineral dan batubara di Indonesia.
2.	 MIND ID Pemegang Saham Terbesar Vale
MIND ID telah menjadi pemegang saham terbesar Vale. Adapun komposisi  pemegang Vale setelah kesepakatan adalah MIND ID sebesar 34,00%, VCL  sebesar 33,88%, SMM sebesar 11,48% dan Publik sebesar 20,63%.
3.	MIND ID Dapat Menunjuk Tiga Komisaris
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa MIND ID  akan memiliki hak untuk menunjuk tiga Komisaris, termasuk Komisaris  Utama, serta Direktur Utama, dan Direktur SDM.
&amp;ldquo;Kami telah bersepakat bahwa VCL akan menunjuk Direktur operasional  dan juga Direktur yang bertanggung jawab atas pengelolaan ESG. Ini  menegaskan bahwa kami tetap ingin agar standard ESG yang selama ini  menjadi komitmen VCL tetap dipertahankan, termasuk juga praktek  pertambangan terbaik yang selama ini sudah ditunjukkan oleh PT VI&amp;rdquo;  tambah Tiko.
4.	Febriany Eddy sebagai Direktur Utama Vale Indonesia
Kementerian BUMN dan MIND ID tetap akan menunjuk Febriany Eddy  sebagai Direktur Utama Vale Indonesia setelah kesepakatan divestasi  diselesaikan.
&amp;ldquo;Tentu kami melihat keberlanjutan sebagai hal yang penting, kami  yakin bahwa komitmen kami dan VCL dalam mengelola PT VI ini sama, dan  kami dan VCL, sebagai pemegang saham terbesar pertama dan kedua, telah  bersepakat untuk melanjutkan komitmen hilirisasi sebagai bentuk dukungan  Perusahaan terhadap Program Strategis Pemerintah. Sdri Febriany Eddy  tetap akan menjadi Direktur Utama mewakili MIND ID&amp;rdquo; paparnya.
5.	Tidak Ada Penciutan Lahan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves)  Luhut Binsar Pandjaitan memastikan tidak akan ada relinquish atau  penciutan lahan dari proses divestasi saham PT Vale Indonesia (INCO) ke  Holding BUMN Pertambangan, MIND ID.
&quot;Kenapa kita setuju tidak ada relinquish dari Vale, karena kita ingin  menjadi model di dunia bahwa penataan lingkungan di PT Vale Indonesia  itu sangat baik,&quot; jelasnya, dalam proses penandatanganan dokumen  transaksi pengambilalihan divestasi Vale Indonesia 'Siging of Definitive  Transaction Agreement For the Acquisition of PTVI Shares', Senin, 26  Februari 2024.
6.	Hilirisasi Nikel di Tanah Air
Luhut mengungkapkan bahwa divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk  (INCO) ke MIND ID sebagai pertanda baik dan penting dalam program  hilirisasi nikel di Tanah Air.
Luhut mengatakan, dengan%tase itu mempermudah pemerintah memasifkan  hilirisasi nikel. Sehingga, Indonesia dapat menyuplai produk turunan  nikel untuk pasar Amerika Serikat hingga Eropa.
&amp;ldquo;Hal ini juga (divestasi saham) menjadi pertanda penting dalam  program hilirisasi nikel Indonesia kedepannya, terutama untuk mensuplai  kebutuhan produk turunan nikel kepada pasar Eropa dan Amerika Serikat,&amp;rdquo;  ujar Luhut.
7.	Indonesia Negosiasi Dengan Otoritas AS
Luhut mengatakan, delegasi Indonesia baru saja melakukan negosiasi  dengan pihak otoritas AS terkait kebijakan pengurangan inflasi atau  Inflation Reduction Act (IRA) yang diterbitkan Presiden Amerika Serikat  (AS), Joe Biden, sejak 2023 lalu.
Kebijakan AS itu disebut-sebut akan menghambat langkah Indonesia  menjadi pemain utama rantai pasok kendaraan listrik di pasar global.  Sebab, nikel di dalam negeri belum masuk dalam kriteria IRA.
Karena itu, Luhut memastikan persoalan IRA akan segera diselesaikan  pemerintah dalam waktu dekat ini. Dengan begitu, potensi Indonesia  mengisi pasar produk turunan nikel dunia dapat dilakukan.
&amp;ldquo;Baru balik tim kita dari Washington untuk tindak lanjuti  perbincangan mengenai IRA-AS ini. Kita berharap itu akan bisa kita  tuntaskan dalam beberapa waktu kedepan, tentu akan terhambat karena  Pilpres juga di sana,&amp;rdquo; paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
