<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana IPO di Pasar Modal Capai Rp3,45 Triliun</title><description>Dana penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal mengalami pengingkatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978652/dana-ipo-di-pasar-modal-capai-rp3-45-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978652/dana-ipo-di-pasar-modal-capai-rp3-45-triliun"/><item><title>Dana IPO di Pasar Modal Capai Rp3,45 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978652/dana-ipo-di-pasar-modal-capai-rp3-45-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978652/dana-ipo-di-pasar-modal-capai-rp3-45-triliun</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/278/2978652/dana-ipo-di-pasar-modal-capai-rp3-45-triliun-CthYsmNHHX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dana IPO di pasar modal Indonesia (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/278/2978652/dana-ipo-di-pasar-modal-capai-rp3-45-triliun-CthYsmNHHX.jpg</image><title>Dana IPO di pasar modal Indonesia (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Dana penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal mengalami pengingkatan. Hingga awal Maret 2024, dana IPO terkumpul Rp3,45 triliun, alias meningkat 124% dari awal Februari yang mencapai Rp1,54 triliun.

BACA JUGA:
IHSG Awal Maret Dibuka Menguat ke Level 7.318


Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bursa telah menerima 19 perusahaan terbuka atau emiten baru hingga bulan ketiga tahun ini.
&amp;ldquo;Sampai dengan 01 Maret 2024 telah tercatat 19 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp3.45 triliun,&amp;rdquo; kata Nyoman kepada wartawan, Minggu (3/3/2024).

BACA JUGA:
Tren Penguatan IHSG Berlanjut, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini


Statistik BEI menunjukkan jumlah pencatatan pada Februari mencapai 10 perusahaan, alias sedikit lebih banyak dibandingkan yang terjadi pada Januari dengan 9 korporasi.
Aksi korporasi ini berpeluang besar kembali berlanjut. Pasalnya, masih terdapat 17 calon emiten yang bakal go-public.
Nyoman menyebut sebagian besar atau 14 korporasi bakal datang dari  perusahaan berskala menengah yakni aset di antara Rp50 miliar sampai  R-250 miliar.
Terdapat 2 raksasa beraset besar di atas Rp250 miliar, dan 1 calon emiten berskala kecil di bawah Rp50 miliar.
Nyoman merinci sebagian besar yang akan listing datang dari sektor  konsumer. &amp;ldquo;2 konsumer siklikal, dan 4 konsumer nonsiklikal,&amp;rdquo; terangnya.
Selanjutnya ada 5 perusahaan datang dari sektor industri, disusul 3  dari teknologi. Adapun 2 berasal dari sektor bahan baku, dan 1 dari  infrastruktur.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Dana penawaran saham perdana (IPO) di pasar modal mengalami pengingkatan. Hingga awal Maret 2024, dana IPO terkumpul Rp3,45 triliun, alias meningkat 124% dari awal Februari yang mencapai Rp1,54 triliun.

BACA JUGA:
IHSG Awal Maret Dibuka Menguat ke Level 7.318


Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan bursa telah menerima 19 perusahaan terbuka atau emiten baru hingga bulan ketiga tahun ini.
&amp;ldquo;Sampai dengan 01 Maret 2024 telah tercatat 19 Perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp3.45 triliun,&amp;rdquo; kata Nyoman kepada wartawan, Minggu (3/3/2024).

BACA JUGA:
Tren Penguatan IHSG Berlanjut, Intip Rekomendasi Saham Hari Ini


Statistik BEI menunjukkan jumlah pencatatan pada Februari mencapai 10 perusahaan, alias sedikit lebih banyak dibandingkan yang terjadi pada Januari dengan 9 korporasi.
Aksi korporasi ini berpeluang besar kembali berlanjut. Pasalnya, masih terdapat 17 calon emiten yang bakal go-public.
Nyoman menyebut sebagian besar atau 14 korporasi bakal datang dari  perusahaan berskala menengah yakni aset di antara Rp50 miliar sampai  R-250 miliar.
Terdapat 2 raksasa beraset besar di atas Rp250 miliar, dan 1 calon emiten berskala kecil di bawah Rp50 miliar.
Nyoman merinci sebagian besar yang akan listing datang dari sektor  konsumer. &amp;ldquo;2 konsumer siklikal, dan 4 konsumer nonsiklikal,&amp;rdquo; terangnya.
Selanjutnya ada 5 perusahaan datang dari sektor industri, disusul 3  dari teknologi. Adapun 2 berasal dari sektor bahan baku, dan 1 dari  infrastruktur.
</content:encoded></item></channel></rss>
