<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNI Tebar Dividen Rp10,45 Triliun, 50% dari Laba 2023</title><description>BNI memutuskan menebar dividen tunai Rp10,45 triliun pada 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978856/bni-tebar-dividen-rp10-45-triliun-50-dari-laba-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978856/bni-tebar-dividen-rp10-45-triliun-50-dari-laba-2023"/><item><title>BNI Tebar Dividen Rp10,45 Triliun, 50% dari Laba 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978856/bni-tebar-dividen-rp10-45-triliun-50-dari-laba-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978856/bni-tebar-dividen-rp10-45-triliun-50-dari-laba-2023</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 16:53 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/278/2978856/bni-tebar-dividen-rp10-45-triliun-50-dari-laba-2023-e7zZtRjTip.png" expression="full" type="image/jpeg">BNI Tebar Dividen Rp10,45 Triliun (Foto: Tangkapan Layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/278/2978856/bni-tebar-dividen-rp10-45-triliun-50-dari-laba-2023-e7zZtRjTip.png</image><title>BNI Tebar Dividen Rp10,45 Triliun (Foto: Tangkapan Layar)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memutuskan menebar dividen tunai Rp10,45 triliun pada 2023. Laba bersih ini setara 50% dari total laba bersih tahun 2023.

BACA JUGA:Dirut Buka-bukaan Hasil 3 Tahun Transformasi BNI&amp;nbsp;


Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, dengan keputusan tersebut sehingga nilai dividen naik 42,76% dari total dividen nilai buku tahun 2022 sebesar Rp7,32 triliun.
&quot;Dengan demikian dividen per lembar saham kali ini ditetapkan sebesar Rp280,49,&quot; ujar Royke dalam Press Conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023 BNI, Jakarta, Senin (4/3/2024).

BACA JUGA:Groundbreaking Kantor BNI di IKN, Jokowi: Ini Jadi Klaster Keuangan&amp;nbsp;


BNI sepanjang tahun lalu mencetak laba konsolidasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,9 triliun. Jumlah ini meningkat 14,2% dibandingkan dengan perolehan tahun 2022.
Dividen BNI Rp10,45 triliun sebagai dividen tunai, dengan rincian Rp6,27 triliun akan mengalir ke kas negara.Adapun porsi 50% lainnya dari laba bersih perseroan atau senilai Rp10,45 triliun sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group kedepan.
&quot;Kenaikan rasio dividen 50% di tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja perusahaan yang terus membukukan positif dengan capaian laba sebesar Rp20,9 triliun pada tahun 2023,&quot; kata Royke.
BNI juga berhasil mengelola CAR pada level yang sehat pada level 22% pada Desember 2023, sehingga memiliki kapasitas membagikan dividen lebih besar sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi grup.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI memutuskan menebar dividen tunai Rp10,45 triliun pada 2023. Laba bersih ini setara 50% dari total laba bersih tahun 2023.

BACA JUGA:Dirut Buka-bukaan Hasil 3 Tahun Transformasi BNI&amp;nbsp;


Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, dengan keputusan tersebut sehingga nilai dividen naik 42,76% dari total dividen nilai buku tahun 2022 sebesar Rp7,32 triliun.
&quot;Dengan demikian dividen per lembar saham kali ini ditetapkan sebesar Rp280,49,&quot; ujar Royke dalam Press Conference Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2023 BNI, Jakarta, Senin (4/3/2024).

BACA JUGA:Groundbreaking Kantor BNI di IKN, Jokowi: Ini Jadi Klaster Keuangan&amp;nbsp;


BNI sepanjang tahun lalu mencetak laba konsolidasi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,9 triliun. Jumlah ini meningkat 14,2% dibandingkan dengan perolehan tahun 2022.
Dividen BNI Rp10,45 triliun sebagai dividen tunai, dengan rincian Rp6,27 triliun akan mengalir ke kas negara.Adapun porsi 50% lainnya dari laba bersih perseroan atau senilai Rp10,45 triliun sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group kedepan.
&quot;Kenaikan rasio dividen 50% di tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja perusahaan yang terus membukukan positif dengan capaian laba sebesar Rp20,9 triliun pada tahun 2023,&quot; kata Royke.
BNI juga berhasil mengelola CAR pada level yang sehat pada level 22% pada Desember 2023, sehingga memiliki kapasitas membagikan dividen lebih besar sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi grup.</content:encoded></item></channel></rss>
