<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan BNI Bagi Dividen 50% dari Laba 2023</title><description>BBNI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023 dan telah menyetujui pembagian dividen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978888/alasan-bni-bagi-dividen-50-dari-laba-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978888/alasan-bni-bagi-dividen-50-dari-laba-2023"/><item><title>Alasan BNI Bagi Dividen 50% dari Laba 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978888/alasan-bni-bagi-dividen-50-dari-laba-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/278/2978888/alasan-bni-bagi-dividen-50-dari-laba-2023</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 17:56 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/278/2978888/alasan-bni-bagi-dividen-50-dari-laba-2023-gPvyQOKutu.png" expression="full" type="image/jpeg">RUPS BNI Bagi Dividen (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/278/2978888/alasan-bni-bagi-dividen-50-dari-laba-2023-gPvyQOKutu.png</image><title>RUPS BNI Bagi Dividen (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5OS81L3g4dHQyYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023 dan telah menyetujui pembagian dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2023, senilai total Rp10,45 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, kenaikan rasio pembayaran dividen menjadi 50% di tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan Perseroan yang terus membukukan kinerja positif dengan capaian laba bersih senilai Rp20,9 triliun di 2023.

BACA JUGA:
Erick Thohir Angkat Orang Istana Jadi Komisaris BNI, Ini Sosoknya

&quot;Perseroan juga berhasil mengelola rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level yang sehat mencapai 22% di Desember 2023, sehingga memiliki kapasitas untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar, sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi BNI Group,&quot; kata Royke dalam Press Conference RUPST Tahun Buku 2023 BNI, Senin (4/3/2024).
Nilai pembagian dividen naik 42,76% dari total dividen tahun buku 2022 senilai Rp7,32 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan sebesar Rp280,49.

BACA JUGA:
Putrama Wahju Setyawan Jadi Wadirut BNI, Ini Susunan Direksi-Komisaris Terbaru

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah sebesar 60%, maka Perseroan akan menyetorkan dividen sebesar Rp6,27 triliun ke rekening Kas Umum Negara.Adapun, porsi 50% lainnya dari laba bersih Perseroan atau senilai Rp10,45 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group ke depan.
Perseroan juga berhasil mengelola rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level yang sehat mencapai 22% di Desember 2023, sehingga memiliki kapasitas untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar, sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi BNI Group.
Kinerja yang positif tersebut dicapai di tengah berbagai tantangan eksternal pada tahun 2023, yang utamanya disebabkan oleh peningkatan risiko geopolitik, tingginya inflasi dan suku bunga global, serta perlambatan ekonomi di Tiongkok.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5OS81L3g4dHQyYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023 dan telah menyetujui pembagian dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2023, senilai total Rp10,45 triliun.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan, kenaikan rasio pembayaran dividen menjadi 50% di tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan Perseroan yang terus membukukan kinerja positif dengan capaian laba bersih senilai Rp20,9 triliun di 2023.

BACA JUGA:
Erick Thohir Angkat Orang Istana Jadi Komisaris BNI, Ini Sosoknya

&quot;Perseroan juga berhasil mengelola rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level yang sehat mencapai 22% di Desember 2023, sehingga memiliki kapasitas untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar, sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi BNI Group,&quot; kata Royke dalam Press Conference RUPST Tahun Buku 2023 BNI, Senin (4/3/2024).
Nilai pembagian dividen naik 42,76% dari total dividen tahun buku 2022 senilai Rp7,32 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan sebesar Rp280,49.

BACA JUGA:
Putrama Wahju Setyawan Jadi Wadirut BNI, Ini Susunan Direksi-Komisaris Terbaru

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah sebesar 60%, maka Perseroan akan menyetorkan dividen sebesar Rp6,27 triliun ke rekening Kas Umum Negara.Adapun, porsi 50% lainnya dari laba bersih Perseroan atau senilai Rp10,45 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group ke depan.
Perseroan juga berhasil mengelola rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) pada level yang sehat mencapai 22% di Desember 2023, sehingga memiliki kapasitas untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar, sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi BNI Group.
Kinerja yang positif tersebut dicapai di tengah berbagai tantangan eksternal pada tahun 2023, yang utamanya disebabkan oleh peningkatan risiko geopolitik, tingginya inflasi dan suku bunga global, serta perlambatan ekonomi di Tiongkok.</content:encoded></item></channel></rss>
