<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Pekerja Migran Indonesia di Turki Naik 40%</title><description>Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan ke Turki mengalami kenaikan 40% setiap tahun sejak tahun 2021 hingga 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978656/jumlah-pekerja-migran-indonesia-di-turki-naik-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978656/jumlah-pekerja-migran-indonesia-di-turki-naik-40"/><item><title>Jumlah Pekerja Migran Indonesia di Turki Naik 40%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978656/jumlah-pekerja-migran-indonesia-di-turki-naik-40</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978656/jumlah-pekerja-migran-indonesia-di-turki-naik-40</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 10:24 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978656/jumlah-pekerja-migran-indonesia-di-turki-naik-40-YErzEom9Zv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pekerja migran Indonesia di Turki alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978656/jumlah-pekerja-migran-indonesia-di-turki-naik-40-YErzEom9Zv.jpg</image><title>Pekerja migran Indonesia di Turki alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTI0Ny81L3g4b2M1dno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan ke Turki mengalami kenaikan 40% setiap tahun sejak tahun 2021 hingga 2023. Jumlah tersebut berdasarkan data penempatan di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan sebanyak 80% Pekerja Migran Indonesia di Turki bekerja melalui mekanisme penempatan perseorangan  (tidak melalui pelaksana penempatan), dan sisanya 20% ditempatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

BACA JUGA:
8 Calon Pekerja Migran Ilegal Mau Kabur ke Qatar dan UEA


&quot;Mayoritas sektor pekerjaan PMI di Turki adalah Hospitality (perhotelan, restoran dan perusahaan jasa),&quot; kata Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/3/2024).
Ida Fauziyah menambahkan Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia secara komprehensif.

BACA JUGA:
Temuan Migrant Care di Hongkong: Surat Suara Tidak Sampai Alamat hingga TPSLN Bagi-bagi Makanan ke Pemilih


&quot;Permenaker itu memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia secara komprehensif mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja,&quot; sambungnya.
Kepada Pekerja Migran Indonesia di Turki, Ida Fauziyah mengajak dan  segera mendaftar menjadi peserta aktif program jaminan sosial  ketenagakerjaan, khusus Pekerja Migran Indonesia.
Sesuai Permenaker 4/2023, ada tujuh manfaat baru dan sembilan manfaat  lain yang nilainya meningkat dari Permenaker sebelumnya, yaitu  Permenaker Nomor 18 Tahun 2018. Sementara premi atau iuran yang  dibayarkan pekerja migran yang menjadi peserta jaminan sosial  ketenagakerjaan tetap atau tidak ada kenaikan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTI0Ny81L3g4b2M1dno=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan ke Turki mengalami kenaikan 40% setiap tahun sejak tahun 2021 hingga 2023. Jumlah tersebut berdasarkan data penempatan di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan sebanyak 80% Pekerja Migran Indonesia di Turki bekerja melalui mekanisme penempatan perseorangan  (tidak melalui pelaksana penempatan), dan sisanya 20% ditempatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

BACA JUGA:
8 Calon Pekerja Migran Ilegal Mau Kabur ke Qatar dan UEA


&quot;Mayoritas sektor pekerjaan PMI di Turki adalah Hospitality (perhotelan, restoran dan perusahaan jasa),&quot; kata Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/3/2024).
Ida Fauziyah menambahkan Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia secara komprehensif.

BACA JUGA:
Temuan Migrant Care di Hongkong: Surat Suara Tidak Sampai Alamat hingga TPSLN Bagi-bagi Makanan ke Pemilih


&quot;Permenaker itu memberikan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia secara komprehensif mulai dari sebelum, selama, hingga setelah bekerja,&quot; sambungnya.
Kepada Pekerja Migran Indonesia di Turki, Ida Fauziyah mengajak dan  segera mendaftar menjadi peserta aktif program jaminan sosial  ketenagakerjaan, khusus Pekerja Migran Indonesia.
Sesuai Permenaker 4/2023, ada tujuh manfaat baru dan sembilan manfaat  lain yang nilainya meningkat dari Permenaker sebelumnya, yaitu  Permenaker Nomor 18 Tahun 2018. Sementara premi atau iuran yang  dibayarkan pekerja migran yang menjadi peserta jaminan sosial  ketenagakerjaan tetap atau tidak ada kenaikan.</content:encoded></item></channel></rss>
