<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Izin Impor Beras 3,6 Juta Ton pada 2024</title><description>Kemendag menerbitkan izin impor beras 3,6 juta ton pada 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978683/izin-impor-beras-3-6-juta-ton-pada-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978683/izin-impor-beras-3-6-juta-ton-pada-2024"/><item><title>Izin Impor Beras 3,6 Juta Ton pada 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978683/izin-impor-beras-3-6-juta-ton-pada-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978683/izin-impor-beras-3-6-juta-ton-pada-2024</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978683/izin-impor-beras-3-6-juta-ton-pada-2024-fZqI99do9B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemendag terbitkan izin impor beras 2024 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978683/izin-impor-beras-3-6-juta-ton-pada-2024-fZqI99do9B.jpg</image><title>Kemendag terbitkan izin impor beras 2024 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS80LzE3NzgzNS81L3g4dG9wemc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kemendag menerbitkan izin impor beras 3,6 juta ton pada 2024. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengungkapkan angka tersebut terpantau naik dari impor beras tahun 2023 lalu sebesar 3,5 juta ton.
Isy Karim menjelaskan izin impor tersebut diberikan sebagai penugasan kepada Perum Bulog untuk meningkatkan cadangan beras di tengah masyarakat, sehingga ke depan mampu mengantisipasi apabila ada lonjakan harga.

BACA JUGA:
3 Fakta RI Impor Beras di Awal Tahun


&quot;Kami sudah menerbitkan persetujuan impor, pertama 2 juta ton tahun 2024, dan ada tambahan 1,6 juta ton persetujuan impor sudah diterbitkan,&quot; ujar Isy Karim dalam Rapat Koordinasi Pengamanan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri 2024 di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Lebih lanjut, Isy Karim menjelaskan hingga saat ini realisasi impor beras sudah mencapai 600 ribu ton, tercatat sejak Januari - Februari 2024 lalu. Ke depan akan bertambah seiring dengan kuota impor 3,6 juta ton yang sudah diberikan kepada pemerintah.

BACA JUGA:
RI Impor Beras 443 Ribu Ton di Januari 2024, Terbanyak dari Thailand


&quot;Dari laporan perum Bulog, realisasinya sudah lebih dari 500 ribu ton pada triwulan pertama ini,&quot; sambungnya.
Isy karim menambahkan hingga saat ini posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di angka sekitar 1,2 - 1,4 juta ton. Hal tersebut diharapkan mampu untuk melakukan intervensi pasar agar tidak terjadi lonjakan harga ketika transisi musim panen yang baru terjadi puncaknya pada bulan April.
&quot;Pasar induk sudah mengalami penurunan tapi belum merambat ke pasar  tradisional. Beras premium memang belum terjadi penurunan, ada kenaikan,  tapi kenaikannya tidak setinggi minggu lalu,&quot; kata Isy Karim.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Bayu  Krisnamurthi melaporkan produksi petani lokal setidaknya membutuhkan  waktu 20-30 hari, dari melakukan panen hingga beras tersebut sampai  pasar. Sehingga diharapkan beras impor ini mampu memenuhi peredaran  beras di pasar.
&quot;Jadi dua minggu tiga ke depan akan makin banyak beras masuk ke pasar kita,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wMS80LzE3NzgzNS81L3g4dG9wemc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kemendag menerbitkan izin impor beras 3,6 juta ton pada 2024. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim mengungkapkan angka tersebut terpantau naik dari impor beras tahun 2023 lalu sebesar 3,5 juta ton.
Isy Karim menjelaskan izin impor tersebut diberikan sebagai penugasan kepada Perum Bulog untuk meningkatkan cadangan beras di tengah masyarakat, sehingga ke depan mampu mengantisipasi apabila ada lonjakan harga.

BACA JUGA:
3 Fakta RI Impor Beras di Awal Tahun


&quot;Kami sudah menerbitkan persetujuan impor, pertama 2 juta ton tahun 2024, dan ada tambahan 1,6 juta ton persetujuan impor sudah diterbitkan,&quot; ujar Isy Karim dalam Rapat Koordinasi Pengamanan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri 2024 di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Lebih lanjut, Isy Karim menjelaskan hingga saat ini realisasi impor beras sudah mencapai 600 ribu ton, tercatat sejak Januari - Februari 2024 lalu. Ke depan akan bertambah seiring dengan kuota impor 3,6 juta ton yang sudah diberikan kepada pemerintah.

BACA JUGA:
RI Impor Beras 443 Ribu Ton di Januari 2024, Terbanyak dari Thailand


&quot;Dari laporan perum Bulog, realisasinya sudah lebih dari 500 ribu ton pada triwulan pertama ini,&quot; sambungnya.
Isy karim menambahkan hingga saat ini posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di angka sekitar 1,2 - 1,4 juta ton. Hal tersebut diharapkan mampu untuk melakukan intervensi pasar agar tidak terjadi lonjakan harga ketika transisi musim panen yang baru terjadi puncaknya pada bulan April.
&quot;Pasar induk sudah mengalami penurunan tapi belum merambat ke pasar  tradisional. Beras premium memang belum terjadi penurunan, ada kenaikan,  tapi kenaikannya tidak setinggi minggu lalu,&quot; kata Isy Karim.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Bulog Bayu  Krisnamurthi melaporkan produksi petani lokal setidaknya membutuhkan  waktu 20-30 hari, dari melakukan panen hingga beras tersebut sampai  pasar. Sehingga diharapkan beras impor ini mampu memenuhi peredaran  beras di pasar.
&quot;Jadi dua minggu tiga ke depan akan makin banyak beras masuk ke pasar kita,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
