<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Perlu Rp30 Triliun untuk Impor Beras 3,6 Juta Ton</title><description>Indonesia memerlukan biaya Rp30 triliun untuk impor beras 3,6 juta ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978798/ri-perlu-rp30-triliun-untuk-impor-beras-3-6-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978798/ri-perlu-rp30-triliun-untuk-impor-beras-3-6-juta-ton"/><item><title>RI Perlu Rp30 Triliun untuk Impor Beras 3,6 Juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978798/ri-perlu-rp30-triliun-untuk-impor-beras-3-6-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978798/ri-perlu-rp30-triliun-untuk-impor-beras-3-6-juta-ton</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978798/ri-perlu-rp30-triliun-untuk-impor-beras-3-6-juta-ton-dkJwIL2AQ8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Biaya impor beras tahun ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978798/ri-perlu-rp30-triliun-untuk-impor-beras-3-6-juta-ton-dkJwIL2AQ8.jpg</image><title>Biaya impor beras tahun ini (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memerlukan biaya Rp30 triliun untuk impor beras 3,6 juta ton. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan biaya untuk pengadaan beras impor diperlukan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di dalam negeri.
Arief menjelaskan harga beras Rp30 triliun itu diperkirakan hanya untuk 3 juta ton beras. Sehingga untuk memenuhi kuota impor tahun 2024 sebanyak 3,6 juta ton, diperlukan anggaran lebih dari Rp30 triliun.

BACA JUGA:
Stok Beras Jelang Ramadhan, Jokowi: Tak Ada Masalah

&quot;3 juta ton (beras) yang dari luar negeri itu senilai Rp30 triliun lebih,&quot; ungkap Arief usai Rapat Koordinasi Pengamanan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri 2024 di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Menurutnya, kebijakan impor beras sendiri diambil sebagai respon atas kurangnya produksi beras para petani lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja penggilingan-penggilingan padi yang ada di daerah.

BACA JUGA:
Izin Impor Beras 3,6 Juta Ton pada 2024

Arief menyebut, saat ini setidaknya ada 169 ribu penggilingan padi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun kapasitas produksinya hanya sekitar 20 - 30%. Hal tersebut lantaran susahnya mencari gabah karena produksinya kurang.
&quot;Jangan kita bicara importasi terus, importasi itu hanya mengganjal, kita tidak bangga melakukan importasi. Kita dorong faktor produksi seperti pupuk, luas lahan tanam, itu ada di Kementerian Pertanian,&quot; lanjutnya.Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri  Kementerian Perdagangan, Isy Karim mengungkapkan hingga saat ini telah  diterbitkan izin impor beras sebanyak 3,6 juta ton beras untuk tahun  2024.
Isy Karim menjelaskan izin impor tersebut diberikan sebagai penugasan  kepada Perum Bulog untuk meningkat cadangan beras di tengah masyarakat,  sehingga ke depan mampu mengantisipasi apabila ada lonjakan harga.
&quot;Kami sudah menerbitkan persetujuan impor, pertama 2 juta ton tahun  2024, dan ada tambahan 1,6 juta ton persetujuan impor sudah  diterbitkan,&quot; pungkas Isy Karim.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Indonesia memerlukan biaya Rp30 triliun untuk impor beras 3,6 juta ton. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan biaya untuk pengadaan beras impor diperlukan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di dalam negeri.
Arief menjelaskan harga beras Rp30 triliun itu diperkirakan hanya untuk 3 juta ton beras. Sehingga untuk memenuhi kuota impor tahun 2024 sebanyak 3,6 juta ton, diperlukan anggaran lebih dari Rp30 triliun.

BACA JUGA:
Stok Beras Jelang Ramadhan, Jokowi: Tak Ada Masalah

&quot;3 juta ton (beras) yang dari luar negeri itu senilai Rp30 triliun lebih,&quot; ungkap Arief usai Rapat Koordinasi Pengamanan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idul Fitri 2024 di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Menurutnya, kebijakan impor beras sendiri diambil sebagai respon atas kurangnya produksi beras para petani lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari kinerja penggilingan-penggilingan padi yang ada di daerah.

BACA JUGA:
Izin Impor Beras 3,6 Juta Ton pada 2024

Arief menyebut, saat ini setidaknya ada 169 ribu penggilingan padi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Namun kapasitas produksinya hanya sekitar 20 - 30%. Hal tersebut lantaran susahnya mencari gabah karena produksinya kurang.
&quot;Jangan kita bicara importasi terus, importasi itu hanya mengganjal, kita tidak bangga melakukan importasi. Kita dorong faktor produksi seperti pupuk, luas lahan tanam, itu ada di Kementerian Pertanian,&quot; lanjutnya.Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri  Kementerian Perdagangan, Isy Karim mengungkapkan hingga saat ini telah  diterbitkan izin impor beras sebanyak 3,6 juta ton beras untuk tahun  2024.
Isy Karim menjelaskan izin impor tersebut diberikan sebagai penugasan  kepada Perum Bulog untuk meningkat cadangan beras di tengah masyarakat,  sehingga ke depan mampu mengantisipasi apabila ada lonjakan harga.
&quot;Kami sudah menerbitkan persetujuan impor, pertama 2 juta ton tahun  2024, dan ada tambahan 1,6 juta ton persetujuan impor sudah  diterbitkan,&quot; pungkas Isy Karim.</content:encoded></item></channel></rss>
