<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Penjelasan Erick Thohir soal Pertamina Tak Naikkan Harga BBM Non Subsidi</title><description>Penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir soal PT Pertamina (Persero) yang  tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978802/ini-penjelasan-erick-thohir-soal-pertamina-tak-naikkan-harga-bbm-non-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978802/ini-penjelasan-erick-thohir-soal-pertamina-tak-naikkan-harga-bbm-non-subsidi"/><item><title>Ini Penjelasan Erick Thohir soal Pertamina Tak Naikkan Harga BBM Non Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978802/ini-penjelasan-erick-thohir-soal-pertamina-tak-naikkan-harga-bbm-non-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978802/ini-penjelasan-erick-thohir-soal-pertamina-tak-naikkan-harga-bbm-non-subsidi</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978802/ini-penjelasan-erick-thohir-soal-pertamina-tak-naikkan-harga-bbm-non-subsidi-9RvjZohaeB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjelasan Erick Thohir soal harga BBM tidak naik (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978802/ini-penjelasan-erick-thohir-soal-pertamina-tak-naikkan-harga-bbm-non-subsidi-9RvjZohaeB.jpg</image><title>Penjelasan Erick Thohir soal harga BBM tidak naik (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY0Ny81L3g4cnZlamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir soal PT Pertamina (Persero) yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Padahal, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, di mana harga minyak Brent untuk kontrak bulan April bertambah 64 sen atau 0,77%, menjadi USD83,67 per barel.
Lantas, apa alasan Pertamina menahan kenaikan harga BBM non subsidi?

BACA JUGA:
Erick Thohir Sebut Harga BBM Tak Naik untuk Jaga Ekonomi Rakyat


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan pemerintah untuk kenaikan harga BBM non subsidi di Tanah Air. Pasalnya, otoritas masih melihat kondisi keekonomian di masyarakat.
Menurutnya, pemerintah masih menjaga keseimbangan di masyarakat, lantaran harga sejumlah komoditas pangan, khususnya beras, mengalami kenaikan harga di pasaran.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Harga BBM Tidak Naik


&amp;ldquo;Bersamaan juga kan sekarang harga dari BBM ini gak naik juga. Kita coba jaga supaya jangan masyarakat terbawa, terkena dampak, ini yang kita lagi coba seimbangkan dan kita yakin tentu kita tetap jaga inflasi dan jaga pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui di gedung BPKP, Senin (4/3/2024).
Erick menyebut, langkah Pertamina menahan harga BBM non subsidi, misalnya Pertamax 92 di level Rp12.950/liter, supaya tidak ada beban tambahan yang dirasakan masyarakat sehingga roda perekonomian bisa tetap berputar.
&amp;ldquo;Jadi sementara belum ada keputusan mengenai BBM itu, jadi BBM kita  jaga hari ini untuk memastikan ekonomi rakyat tetap tumbuh, beban di  rakyat hari ini kita harus jaga, jadi kebijakannya seperti itu,&amp;rdquo;  paparnya.
Pertamina mematok harga BBM non subsidi periode Maret 2024 sama  dengan bulan sebelumnya atau tidak mengalami kenaikan. Misalnya untuk  Pertamax sebesar Rp12.950/liter, Pertamax Turbo Rp14.400/liter, Pertamax  Green Rp13.900/liter, Dexlite Rp14.550/liter, serta Pertamina Dex  Rp15.100/liter.
Padahal, badan usaha lain telah menaikkan harga BBM, misalnya Shell  yang mematok harga Shell Super sebesar Rp14.530/liter atau naik dari  Rp13.540/liter, serta Shell V-Power yang naik dari Rp14.380/liter  menjadi Rp15.370/liter.
Sebelumnya, saat menjelang pemilu atau awal Februari 2024 BUMN minyak  dan gas bumi (migas) itu juga memutuskan untuk tidak menaikkan harga  BBM non subsidi.
&amp;ldquo;Pasti aja adjustment, tapi selama kita bekerja sama, seluruh  kementerian untuk berpihak dengan policy ke rakyat, kita tidak boleh  bilang untuk dan tidak untung. Hari ini kita harus jaga kestabilan  ekonomi Indonesia. Jepang sudah mulai krisis, Inggris, ekonomi China,&amp;rdquo;  beber Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8yOS8xLzE3NjY0Ny81L3g4cnZlamc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir soal PT Pertamina (Persero) yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Padahal, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, di mana harga minyak Brent untuk kontrak bulan April bertambah 64 sen atau 0,77%, menjadi USD83,67 per barel.
Lantas, apa alasan Pertamina menahan kenaikan harga BBM non subsidi?

BACA JUGA:
Erick Thohir Sebut Harga BBM Tak Naik untuk Jaga Ekonomi Rakyat


Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan pemerintah untuk kenaikan harga BBM non subsidi di Tanah Air. Pasalnya, otoritas masih melihat kondisi keekonomian di masyarakat.
Menurutnya, pemerintah masih menjaga keseimbangan di masyarakat, lantaran harga sejumlah komoditas pangan, khususnya beras, mengalami kenaikan harga di pasaran.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Harga BBM Tidak Naik


&amp;ldquo;Bersamaan juga kan sekarang harga dari BBM ini gak naik juga. Kita coba jaga supaya jangan masyarakat terbawa, terkena dampak, ini yang kita lagi coba seimbangkan dan kita yakin tentu kita tetap jaga inflasi dan jaga pertumbuhan ekonomi,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui di gedung BPKP, Senin (4/3/2024).
Erick menyebut, langkah Pertamina menahan harga BBM non subsidi, misalnya Pertamax 92 di level Rp12.950/liter, supaya tidak ada beban tambahan yang dirasakan masyarakat sehingga roda perekonomian bisa tetap berputar.
&amp;ldquo;Jadi sementara belum ada keputusan mengenai BBM itu, jadi BBM kita  jaga hari ini untuk memastikan ekonomi rakyat tetap tumbuh, beban di  rakyat hari ini kita harus jaga, jadi kebijakannya seperti itu,&amp;rdquo;  paparnya.
Pertamina mematok harga BBM non subsidi periode Maret 2024 sama  dengan bulan sebelumnya atau tidak mengalami kenaikan. Misalnya untuk  Pertamax sebesar Rp12.950/liter, Pertamax Turbo Rp14.400/liter, Pertamax  Green Rp13.900/liter, Dexlite Rp14.550/liter, serta Pertamina Dex  Rp15.100/liter.
Padahal, badan usaha lain telah menaikkan harga BBM, misalnya Shell  yang mematok harga Shell Super sebesar Rp14.530/liter atau naik dari  Rp13.540/liter, serta Shell V-Power yang naik dari Rp14.380/liter  menjadi Rp15.370/liter.
Sebelumnya, saat menjelang pemilu atau awal Februari 2024 BUMN minyak  dan gas bumi (migas) itu juga memutuskan untuk tidak menaikkan harga  BBM non subsidi.
&amp;ldquo;Pasti aja adjustment, tapi selama kita bekerja sama, seluruh  kementerian untuk berpihak dengan policy ke rakyat, kita tidak boleh  bilang untuk dan tidak untung. Hari ini kita harus jaga kestabilan  ekonomi Indonesia. Jepang sudah mulai krisis, Inggris, ekonomi China,&amp;rdquo;  beber Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
