<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Laporan, DPR Panggil TikTok hingga Kemendag</title><description>Komisi VI DPR RI bakal memanggil empat  pihak untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran yang dilakukan Tiktok Shop.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978804/banyak-laporan-dpr-panggil-tiktok-hingga-kemendag</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978804/banyak-laporan-dpr-panggil-tiktok-hingga-kemendag"/><item><title>Banyak Laporan, DPR Panggil TikTok hingga Kemendag</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978804/banyak-laporan-dpr-panggil-tiktok-hingga-kemendag</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978804/banyak-laporan-dpr-panggil-tiktok-hingga-kemendag</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 15:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fadila Nur Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978804/banyak-laporan-dpr-panggil-tiktok-hingga-kemendag-RJAgIfDM96.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR panggil Tiktok, Kemendag, KemenkopUKM dan KPPU (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978804/banyak-laporan-dpr-panggil-tiktok-hingga-kemendag-RJAgIfDM96.jpg</image><title>DPR panggil Tiktok, Kemendag, KemenkopUKM dan KPPU (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA2Mi81L3g4cHVka2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Komisi VI DPR RI bakal memanggil empat  pihak untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran yang dilakukan Tiktok Shop. Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung menjelaskan, DPR akan memanggil Tiktok, Kementerian Perdagangan, KemenkopUKM hingga KPPU.
Pemanggilan ini sebagai buntut banyaknya laporan pelanggaran yang mengemuka di publik. Tiktok lewat fitur Tiktok Shop masih terhubung dengan platform media sosial yang dimiiki oleh raksasa teknologi asal China tersebut.

BACA JUGA:
Komisi VI DPR Sebut Tiktok Langgar Permendag 31, Ini Penjelasannya


&quot;Sehubungan dengan rencana pemanggilan pihak TikTok, Kemendag, Kemenkop UKM dan tentunya KPPU, kami akan mempertimbangkan langkah tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab pengawasan dan legislasi. Kolaborasi dengan semua pihak terkait diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam industri digital di Indonesia,&quot; kata Martin, Senin (4/3/2024).
Martin bilang sejumlah pelanggaran Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang dilakukan oleh Tiktok Shop akan ditindak. Termasuk dugaan adanya tebang pilih dalam penindakan yang seharusnya ditempuh oleh regulator dalam hal ini pemerintah.

BACA JUGA:
KemenkopUKM Beberkan Daftar Pelanggaran Operasional TikTok Shop


&quot;Jika data menunjukkan adanya ketidakpatuhan yang signifikan dan tidak adanya tindakan penegakan hukum yang konsisten, maka dugaan akan tebang pilih dalam penindakan terhadap TikTok menjadi lebih beralasan. Pengumpulan data mengenai sanksi yang diterapkan terhadap pelanggar aturan tersebut dan apakah mereka merata di antara semua platform e-commerce dapat memperkuat argumen terkait tebang pilih,&quot; sambung politisi asal Sumatra Utara tersebut.
Menurut Martin, temuan indikasi pelanggaran, bukan hanya pelanggaran  Tiktok Shop yang masih terhubung dengan fitur belanja atau keranjang  kuning dalam aplikasi. Baru-baru ini juga, berdasarkan laporan  Kementerian Koperasi-UKM, Tiktok Shop masih terdapat menawarkan atau  menjual barang dengan harga yang tidak masuk akal atau dikenal aktivitas  predatory pricing.
&quot;Mengidentifikasi apakah ada pola tertentu dalam target pasar atau  produk yang mengalami predatory pricing juga dapat membantu dalam  menentukan kebijakan atau langkah-langkah penegakan hukum yang tepat.  Predatory pricing bisa merusak pasar UMKM karena berpotensi merusak  harga pasar,&quot; ujarnya.
Selain itu, Martin pula mengamati, data yang mencatat jumlah pengguna  Tiktok di Indonesia lebih dari 120 juta. Besarnya pengguna itu,  menandakan platform tersebut memiliki dampak signifikan dan harus  menjadi perhatian bersama. Sementara data lain menunjukkan, menurut  Martin, kekhawatiran akan konten Tiktok yang disebut tidak 'ramah'  terhadap anak dan kesehatan mental seseorang.
&quot;Sebuah penelitian antara Algorithmic Transparency Institute dan AI  forensics menyimpulkan adanya bahaya yang mengintai anak-anak di FYP  Tiktok. Laporan tersebut menulis bahwa ketika peneliti, yang menggunakan  akun otomatis, menghabiskan waktu scrolling di TikTok selama 5-6 jam,  ada 1 dari 2 video berhubungan dengan kesehatan mental dan berpotensi  membahayakan. Ketika peneliti scrolling secara manual selama 3 hingga 20  menit, mereka menemukan bahwa setengah konten yang terdapat dalam feed  TikTok berhubungan dengan kesehatan mental hingga konten yang mendorong  aksi bunuh diri sebagai tindakan yang 'normal',&quot; ujar Martin.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA2Mi81L3g4cHVka2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Komisi VI DPR RI bakal memanggil empat  pihak untuk menindaklanjuti laporan pelanggaran yang dilakukan Tiktok Shop. Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung menjelaskan, DPR akan memanggil Tiktok, Kementerian Perdagangan, KemenkopUKM hingga KPPU.
Pemanggilan ini sebagai buntut banyaknya laporan pelanggaran yang mengemuka di publik. Tiktok lewat fitur Tiktok Shop masih terhubung dengan platform media sosial yang dimiiki oleh raksasa teknologi asal China tersebut.

BACA JUGA:
Komisi VI DPR Sebut Tiktok Langgar Permendag 31, Ini Penjelasannya


&quot;Sehubungan dengan rencana pemanggilan pihak TikTok, Kemendag, Kemenkop UKM dan tentunya KPPU, kami akan mempertimbangkan langkah tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab pengawasan dan legislasi. Kolaborasi dengan semua pihak terkait diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam industri digital di Indonesia,&quot; kata Martin, Senin (4/3/2024).
Martin bilang sejumlah pelanggaran Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang dilakukan oleh Tiktok Shop akan ditindak. Termasuk dugaan adanya tebang pilih dalam penindakan yang seharusnya ditempuh oleh regulator dalam hal ini pemerintah.

BACA JUGA:
KemenkopUKM Beberkan Daftar Pelanggaran Operasional TikTok Shop


&quot;Jika data menunjukkan adanya ketidakpatuhan yang signifikan dan tidak adanya tindakan penegakan hukum yang konsisten, maka dugaan akan tebang pilih dalam penindakan terhadap TikTok menjadi lebih beralasan. Pengumpulan data mengenai sanksi yang diterapkan terhadap pelanggar aturan tersebut dan apakah mereka merata di antara semua platform e-commerce dapat memperkuat argumen terkait tebang pilih,&quot; sambung politisi asal Sumatra Utara tersebut.
Menurut Martin, temuan indikasi pelanggaran, bukan hanya pelanggaran  Tiktok Shop yang masih terhubung dengan fitur belanja atau keranjang  kuning dalam aplikasi. Baru-baru ini juga, berdasarkan laporan  Kementerian Koperasi-UKM, Tiktok Shop masih terdapat menawarkan atau  menjual barang dengan harga yang tidak masuk akal atau dikenal aktivitas  predatory pricing.
&quot;Mengidentifikasi apakah ada pola tertentu dalam target pasar atau  produk yang mengalami predatory pricing juga dapat membantu dalam  menentukan kebijakan atau langkah-langkah penegakan hukum yang tepat.  Predatory pricing bisa merusak pasar UMKM karena berpotensi merusak  harga pasar,&quot; ujarnya.
Selain itu, Martin pula mengamati, data yang mencatat jumlah pengguna  Tiktok di Indonesia lebih dari 120 juta. Besarnya pengguna itu,  menandakan platform tersebut memiliki dampak signifikan dan harus  menjadi perhatian bersama. Sementara data lain menunjukkan, menurut  Martin, kekhawatiran akan konten Tiktok yang disebut tidak 'ramah'  terhadap anak dan kesehatan mental seseorang.
&quot;Sebuah penelitian antara Algorithmic Transparency Institute dan AI  forensics menyimpulkan adanya bahaya yang mengintai anak-anak di FYP  Tiktok. Laporan tersebut menulis bahwa ketika peneliti, yang menggunakan  akun otomatis, menghabiskan waktu scrolling di TikTok selama 5-6 jam,  ada 1 dari 2 video berhubungan dengan kesehatan mental dan berpotensi  membahayakan. Ketika peneliti scrolling secara manual selama 3 hingga 20  menit, mereka menemukan bahwa setengah konten yang terdapat dalam feed  TikTok berhubungan dengan kesehatan mental hingga konten yang mendorong  aksi bunuh diri sebagai tindakan yang 'normal',&quot; ujar Martin.</content:encoded></item></channel></rss>
