<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Shell Bangun Pabrik Gemuk di Indonesia, Terbesar Ketiga Dunia</title><description>Perusahaan minyak dan pelumas multinasional Shell sedang membangun pabrik manufaktur gemuk (grease) pertamanya di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978988/shell-bangun-pabrik-gemuk-di-indonesia-terbesar-ketiga-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978988/shell-bangun-pabrik-gemuk-di-indonesia-terbesar-ketiga-dunia"/><item><title>Shell Bangun Pabrik Gemuk di Indonesia, Terbesar Ketiga Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978988/shell-bangun-pabrik-gemuk-di-indonesia-terbesar-ketiga-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/04/320/2978988/shell-bangun-pabrik-gemuk-di-indonesia-terbesar-ketiga-dunia</guid><pubDate>Senin 04 Maret 2024 21:27 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978988/shell-bangun-pabrik-gemuk-di-indonesia-terbesar-ketiga-dunia-p8zR7xVwwj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shell Bangun Pabrik di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/04/320/2978988/shell-bangun-pabrik-gemuk-di-indonesia-terbesar-ketiga-dunia-p8zR7xVwwj.jpg</image><title>Shell Bangun Pabrik di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5OS81L3g4dHQyYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan minyak dan pelumas multinasional Shell sedang membangun pabrik manufaktur gemuk (grease) pertamanya di Indonesia.
Pabrik ini merupakan investasi  sekaligus melengkapi pabrik pelumas atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Shell yang ada di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.

BACA JUGA:
Kredit Perbankan Tumbuh 11,8% di Awal 2024

Executive Vice President Global Lubricants Shell Jason Wong mengatakan pabrikmilik Shell ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 12 juta liter gemuk per tahun, menjadikannya fasilitas produksi pelumas gemuk Shell terbesar ketiga secara global.
&amp;ldquo;Jadi ini akan membantu memenuhi kebutuhan Indonesia terhadap produk gemuk berkualitas tinggi,&amp;rdquo; ujar Wong dalam upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik manufaktur gemuk Shell di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Menurutnya, pembangunan pabrik gemuk ini didasari karena Indonesia merupakan pasar pertumbuhan yang strategis bagi Shell, dan memainkan peran penting dalam industri pelumas di kawasan.

BACA JUGA:
4 Bank Bangkrut di Indonesia, OJK Soroti Kinerja BPR

Ketika ditanya mengenai nilai investasi pembangunan pabrik tersebut, Wong memilih untuk tidak mengungkapkan detailnya. Ia menekankan bahwa aspek terpenting dalam pembangunan pabrik terletak pada kapasitas dan investasi berkelanjutan.Dia menjelaskan dapat dilihat dari contoh pabrik Shell di Marunda, yang sebelumnya memiliki kapasitas 136 juta liter dan kemudian digandakan menjadi 300 juta liter per tahun.
Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa menuturkan bahwa pabrik gemuk baru ini akan memproduksi produk gemuk bermerek Shell Gadus.
Produk ini difungsikan untuk berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, agrikultur, pembangkit listrik, dan manufaktur.
&amp;ldquo;Produksi di sini kami fokuskan untuk konsumsi domestik, itu dulu yang kami prioritaskan,&amp;rdquo; kata Andri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNC8xLzE3Nzg5OS81L3g4dHQyYjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan minyak dan pelumas multinasional Shell sedang membangun pabrik manufaktur gemuk (grease) pertamanya di Indonesia.
Pabrik ini merupakan investasi  sekaligus melengkapi pabrik pelumas atau Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) Shell yang ada di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.

BACA JUGA:
Kredit Perbankan Tumbuh 11,8% di Awal 2024

Executive Vice President Global Lubricants Shell Jason Wong mengatakan pabrikmilik Shell ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 12 juta liter gemuk per tahun, menjadikannya fasilitas produksi pelumas gemuk Shell terbesar ketiga secara global.
&amp;ldquo;Jadi ini akan membantu memenuhi kebutuhan Indonesia terhadap produk gemuk berkualitas tinggi,&amp;rdquo; ujar Wong dalam upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik manufaktur gemuk Shell di Jakarta, Senin (4/3/2024).
Menurutnya, pembangunan pabrik gemuk ini didasari karena Indonesia merupakan pasar pertumbuhan yang strategis bagi Shell, dan memainkan peran penting dalam industri pelumas di kawasan.

BACA JUGA:
4 Bank Bangkrut di Indonesia, OJK Soroti Kinerja BPR

Ketika ditanya mengenai nilai investasi pembangunan pabrik tersebut, Wong memilih untuk tidak mengungkapkan detailnya. Ia menekankan bahwa aspek terpenting dalam pembangunan pabrik terletak pada kapasitas dan investasi berkelanjutan.Dia menjelaskan dapat dilihat dari contoh pabrik Shell di Marunda, yang sebelumnya memiliki kapasitas 136 juta liter dan kemudian digandakan menjadi 300 juta liter per tahun.
Managing Director Lubricants Shell Indonesia Andri Pratiwa menuturkan bahwa pabrik gemuk baru ini akan memproduksi produk gemuk bermerek Shell Gadus.
Produk ini difungsikan untuk berbagai sektor industri, termasuk pertambangan, agrikultur, pembangkit listrik, dan manufaktur.
&amp;ldquo;Produksi di sini kami fokuskan untuk konsumsi domestik, itu dulu yang kami prioritaskan,&amp;rdquo; kata Andri.</content:encoded></item></channel></rss>
