<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 122%, MARK Bukukan Laba Rp57 Miliar</title><description>Produsen sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan laba usaha sebesar Rp63 miliar pada kuartal IV 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/278/2979100/naik-122-mark-bukukan-laba-rp57-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/278/2979100/naik-122-mark-bukukan-laba-rp57-miliar"/><item><title>Naik 122%, MARK Bukukan Laba Rp57 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/278/2979100/naik-122-mark-bukukan-laba-rp57-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/278/2979100/naik-122-mark-bukukan-laba-rp57-miliar</guid><pubDate>Selasa 05 Maret 2024 08:36 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/05/278/2979100/naik-122-mark-bukukan-laba-rp57-miliar-D3rrxdjiIY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MARK bukukan laba Rp57 miliar (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/05/278/2979100/naik-122-mark-bukukan-laba-rp57-miliar-D3rrxdjiIY.jpg</image><title>MARK bukukan laba Rp57 miliar (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produsen sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan laba usaha sebesar Rp63 miliar pada kuartal IV 2023. Laba MARK naik 39% (yoy) dibandingkan laba usaha kuartal IV 2022 sebesar Rp45 miliar.

BACA JUGA:
Alasan BNI Bagi Dividen 50% dari Laba 2023


Melansir laporan keuangan perseroan, Selasa (5/3/2024), kenaikan laba karena besarnya permintaan cetakan sarung tangan. Di mana penjualan MARK pada kuartal IV 2024 tercatat sebesar Rp158 miliar atau naik 81% year on year (yoy) dibandingkan capaian 2022 sebesar Rp87 miliar.

BACA JUGA:
Laba Salim Ivomas (SIMP) Turun 38% Jadi Rp736,4 Miliar di 2023


Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MARK tercatat sebesar Rp57 miliar. Jumlah ini melesat 122% (yoy) dari capaian laba bersih MARK tahun lalu sebesar Rp26 miliar (yoy).
Perseroan berusaha mengutamakan efisiensi dan terus melakukan inovasi dalam proses produksi untuk bisa menjaga net profit margin yang tebal, berdasarkan laporan keuangan 2023 total laba yang dibukukan sebesar Rp156 miliar atau 28% dari total penjualan sebesar Rp559 miliar.Penjualan MARK di 2023 mencerminkan penjualan cetakan sarung tangan  di masa normal, terlepas dari tingginya permintaan di 2022 lalu akibat  covid-19. Penjualan MARK di akhir kuartal 2023 pun naik 14% sebesar  Rp158 miliar jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya Rp138 miliar,  hal ini menunjukkan produsen sarung tangan global sudah mulai  meningkatkan kapasitas produksinya untuk mengganti persediaan glove yang  akan expired di 2024 dan 2025.
Berdasarkan analisis asosiasi sarung tangan Malaysia, total kebutuhan  sarung tangan global masih cukup besar, di 2023 kebutuhan dunia  mencapai 320 miliar pasang sarung tangan per tahun dan ke depannya  permintaan sarung tangan dunia masih terus bertumbuh 8% per tahun,  terutama di negara dengan populasi tinggi yang sudah mulai kesadaran  untuk menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti di China, India  dan Indonesia. Katalis ini menjadikan MARK memiliki peluang untuk terus  bertumbuh untuk menyuplai cetakan sarung tangan ke perusahaan glove  dunia.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Produsen sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan laba usaha sebesar Rp63 miliar pada kuartal IV 2023. Laba MARK naik 39% (yoy) dibandingkan laba usaha kuartal IV 2022 sebesar Rp45 miliar.

BACA JUGA:
Alasan BNI Bagi Dividen 50% dari Laba 2023


Melansir laporan keuangan perseroan, Selasa (5/3/2024), kenaikan laba karena besarnya permintaan cetakan sarung tangan. Di mana penjualan MARK pada kuartal IV 2024 tercatat sebesar Rp158 miliar atau naik 81% year on year (yoy) dibandingkan capaian 2022 sebesar Rp87 miliar.

BACA JUGA:
Laba Salim Ivomas (SIMP) Turun 38% Jadi Rp736,4 Miliar di 2023


Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk MARK tercatat sebesar Rp57 miliar. Jumlah ini melesat 122% (yoy) dari capaian laba bersih MARK tahun lalu sebesar Rp26 miliar (yoy).
Perseroan berusaha mengutamakan efisiensi dan terus melakukan inovasi dalam proses produksi untuk bisa menjaga net profit margin yang tebal, berdasarkan laporan keuangan 2023 total laba yang dibukukan sebesar Rp156 miliar atau 28% dari total penjualan sebesar Rp559 miliar.Penjualan MARK di 2023 mencerminkan penjualan cetakan sarung tangan  di masa normal, terlepas dari tingginya permintaan di 2022 lalu akibat  covid-19. Penjualan MARK di akhir kuartal 2023 pun naik 14% sebesar  Rp158 miliar jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya Rp138 miliar,  hal ini menunjukkan produsen sarung tangan global sudah mulai  meningkatkan kapasitas produksinya untuk mengganti persediaan glove yang  akan expired di 2024 dan 2025.
Berdasarkan analisis asosiasi sarung tangan Malaysia, total kebutuhan  sarung tangan global masih cukup besar, di 2023 kebutuhan dunia  mencapai 320 miliar pasang sarung tangan per tahun dan ke depannya  permintaan sarung tangan dunia masih terus bertumbuh 8% per tahun,  terutama di negara dengan populasi tinggi yang sudah mulai kesadaran  untuk menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti di China, India  dan Indonesia. Katalis ini menjadikan MARK memiliki peluang untuk terus  bertumbuh untuk menyuplai cetakan sarung tangan ke perusahaan glove  dunia.
</content:encoded></item></channel></rss>
