<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hampir Rampung, Migrasi TikTok dan Tokopedia Sudah 87%</title><description>Proses migrasi antara TikTok dan Tokopedia hampir rampung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/320/2979198/hampir-rampung-migrasi-tiktok-dan-tokopedia-sudah-87</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/320/2979198/hampir-rampung-migrasi-tiktok-dan-tokopedia-sudah-87"/><item><title>Hampir Rampung, Migrasi TikTok dan Tokopedia Sudah 87%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/320/2979198/hampir-rampung-migrasi-tiktok-dan-tokopedia-sudah-87</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/05/320/2979198/hampir-rampung-migrasi-tiktok-dan-tokopedia-sudah-87</guid><pubDate>Selasa 05 Maret 2024 12:04 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/05/320/2979198/hampir-rampung-migrasi-tiktok-dan-tokopedia-sudah-87-DBSIv7UOtI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Proses migrasi Tiktok ke Tokopedia sudah 87% (Foto: Tubefilter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/05/320/2979198/hampir-rampung-migrasi-tiktok-dan-tokopedia-sudah-87-DBSIv7UOtI.jpg</image><title>Proses migrasi Tiktok ke Tokopedia sudah 87% (Foto: Tubefilter)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA2Mi81L3g4cHVka2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Proses migrasi antara TikTok dan Tokopedia hampir rampung. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, progres migrasi sudah mencapai 87%.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim menjelaskan, proses pemisahan TikTok Shop dan Tokopedia dilakukan melalui beckend atau suatu sistem di balik layar. Di mana sistem tersebut mengolah database dan juga mengelola server.

BACA JUGA:
Banyak Laporan, DPR Panggil TikTok hingga Kemendag


&amp;ldquo;Saat ini proses pembayaran di TikTok sudah pindah ke beckend Tokopedia. Sekarang untuk pemisahan antara TikTok Shop dengan Tokopedia itu sudah (pindah) langsung ke Tokopedia, enggak di TikTok lagi. Tapi di backend (Tokopedia),&amp;rdquo; jelas Isy, Selasa (5/3/2024).
Dirinya memastikan bahwa pemisahan antara sosial media dan e-commerce yang dilakukan TikTok bisa dilakukan hanya ditataran backend alias server, bukan benar-benar di aplikasi yang berbeda.

BACA JUGA:
11 Cara Ampuh untuk Menambah Followers TikTok 


Hal itu dilakukan karena Tokopedia memang berkomitmen untuk tidak mengganggu pengguna dalam proses migrasi ini. Sehingga dalam prosesnya, kata Isy, migrasi TikTok Shop dan Tokopedia ini cenderung tidak ketahuan.
&quot;(pemisahan di back end) kan boleh-boleh saja, tapi secara back end-nya sudah (terpisah). Kita sudah buka sampai back end-nya sudah berubah, sudah tidak lagi transaksi,&quot; jelas Isy.
Dia pun memastikan dalam proses migrasi yang sedang dilakukan ini,  TikTok dan Tokopedia masih perlu menyelesaikan 13% kekurangan yang harus  dilengkapi agar bisa comply atau mematuhi aturan sebagaimana tertuang  dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31/2023.
&quot;Jadi, memang ada beberapa yang belum sesuai, sekitar 13%. Dua atau  tiga minggu lalu, saya bilang sudah 25% lagi untuk comply dengan  Permendag 31. Nah sekarang, tinggal 13% lah untuk comply,&quot; lanjutnya.
Salah satu yang perlu dilengkapi adalah perihal tulisan, bukan lagi  memakai nama TikTok atau TikTok Shop melainkan Shop Tokopedia. Sehingga  kemudian, migrasi yang dilakukan ini tidak hanya mengubah warna dari  hitam menjadi hijau, tetapi membuktikan bahwa secara backend memang  sudah disesuaikan, seperti pembayaran yang tidak di tiktok shop lagi,  melainkan sudah di Tokopedia.
Isy tidak menyebut soal rencana pemisahan TikTok dan TikTok Shop  dalam aplikasi yang berbeda. Dia hanya memastikan, migrasi atau  penggabungan antara TikTok Shop dan Tokopedia sudah cukup hanya sebatas  penggunaan backend yang sama di antara keduanya.
&quot;Ya itu teknologi sekarang, masa harus pindah (aplikasi) lagi,  browsing lagi, kan enggak. Itu (penggabungan backend) masih dianggap  comply (patuhi aturan),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMi8xLzE3NDA2Mi81L3g4cHVka2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Proses migrasi antara TikTok dan Tokopedia hampir rampung. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, progres migrasi sudah mencapai 87%.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim menjelaskan, proses pemisahan TikTok Shop dan Tokopedia dilakukan melalui beckend atau suatu sistem di balik layar. Di mana sistem tersebut mengolah database dan juga mengelola server.

BACA JUGA:
Banyak Laporan, DPR Panggil TikTok hingga Kemendag


&amp;ldquo;Saat ini proses pembayaran di TikTok sudah pindah ke beckend Tokopedia. Sekarang untuk pemisahan antara TikTok Shop dengan Tokopedia itu sudah (pindah) langsung ke Tokopedia, enggak di TikTok lagi. Tapi di backend (Tokopedia),&amp;rdquo; jelas Isy, Selasa (5/3/2024).
Dirinya memastikan bahwa pemisahan antara sosial media dan e-commerce yang dilakukan TikTok bisa dilakukan hanya ditataran backend alias server, bukan benar-benar di aplikasi yang berbeda.

BACA JUGA:
11 Cara Ampuh untuk Menambah Followers TikTok 


Hal itu dilakukan karena Tokopedia memang berkomitmen untuk tidak mengganggu pengguna dalam proses migrasi ini. Sehingga dalam prosesnya, kata Isy, migrasi TikTok Shop dan Tokopedia ini cenderung tidak ketahuan.
&quot;(pemisahan di back end) kan boleh-boleh saja, tapi secara back end-nya sudah (terpisah). Kita sudah buka sampai back end-nya sudah berubah, sudah tidak lagi transaksi,&quot; jelas Isy.
Dia pun memastikan dalam proses migrasi yang sedang dilakukan ini,  TikTok dan Tokopedia masih perlu menyelesaikan 13% kekurangan yang harus  dilengkapi agar bisa comply atau mematuhi aturan sebagaimana tertuang  dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31/2023.
&quot;Jadi, memang ada beberapa yang belum sesuai, sekitar 13%. Dua atau  tiga minggu lalu, saya bilang sudah 25% lagi untuk comply dengan  Permendag 31. Nah sekarang, tinggal 13% lah untuk comply,&quot; lanjutnya.
Salah satu yang perlu dilengkapi adalah perihal tulisan, bukan lagi  memakai nama TikTok atau TikTok Shop melainkan Shop Tokopedia. Sehingga  kemudian, migrasi yang dilakukan ini tidak hanya mengubah warna dari  hitam menjadi hijau, tetapi membuktikan bahwa secara backend memang  sudah disesuaikan, seperti pembayaran yang tidak di tiktok shop lagi,  melainkan sudah di Tokopedia.
Isy tidak menyebut soal rencana pemisahan TikTok dan TikTok Shop  dalam aplikasi yang berbeda. Dia hanya memastikan, migrasi atau  penggabungan antara TikTok Shop dan Tokopedia sudah cukup hanya sebatas  penggunaan backend yang sama di antara keduanya.
&quot;Ya itu teknologi sekarang, masa harus pindah (aplikasi) lagi,  browsing lagi, kan enggak. Itu (penggabungan backend) masih dianggap  comply (patuhi aturan),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
