<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PN Jakpus Tolak Gugatan Pemohon PKPU Indofarma</title><description>Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat menolak gugatan permohonan kewajiban penundaan utang (PKPU) PT Indofarma Tbk (INAF).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979721/pn-jakpus-tolak-gugatan-pemohon-pkpu-indofarma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979721/pn-jakpus-tolak-gugatan-pemohon-pkpu-indofarma"/><item><title>PN Jakpus Tolak Gugatan Pemohon PKPU Indofarma</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979721/pn-jakpus-tolak-gugatan-pemohon-pkpu-indofarma</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979721/pn-jakpus-tolak-gugatan-pemohon-pkpu-indofarma</guid><pubDate>Rabu 06 Maret 2024 12:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/06/278/2979721/pn-jakpus-tolak-gugatan-pemohon-pkpu-indofarma-BMbaNywmwx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PN Jakpus tolak PKPU Indofarma (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/06/278/2979721/pn-jakpus-tolak-gugatan-pemohon-pkpu-indofarma-BMbaNywmwx.jpg</image><title>PN Jakpus tolak PKPU Indofarma (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNS80LzE3Nzk0Ni81L3g4dHZrZmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat menolak gugatan permohonan kewajiban penundaan utang (PKPU) PT Indofarma Tbk (INAF) yang diajukan oleh PT Tjahaja Inti Gemilang.
Keputusan ini diambil pada Kamis 29 Februari 2024, setelah melalui proses persidangan sejak awal Januari.

BACA JUGA:
Adhi Persada Properti Lolos PKPU 


&amp;ldquo;Menolak permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dari Pemohon PKPU tersebut. Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp2,93 juta,&amp;rdquo; demikian isi amar putusan, dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2024).
Diketahui PT Tjahaja Inti Gemilang mengajukan permohonan PKPU melalui nomor perkara 3/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN Niaga Jkt. Pst.

BACA JUGA:
Akhir Drama 1,1 Ton Emas, Antam Menang Gugatan PKPU Budi Said 


Perusahaan merupakan salah satu kreditur emiten BUMN Farmasi tersebut. Melalui SIPP, tidak diketahui riwayat utang-piutang antara kedua perusahaan.
Namun mengacu laporan keuangan INAF kuartal III-2023, perseroan memiliki tunggakan utang terhadap PT Tjahaja Inti Gemilang sebesar Rp6,42 miliar.
Jumlah ini berkurang dari posisi utang INAF terhadap produsen alat kesehatan itu yang mencapai Rp9,42 miliar pada akhir 2022.
Saat ini INAF juga masih menghadapi permohonan PKPU lainnya, yakni  dari pemohon atas nama PT Foresight Global. Sesuai jadwal, sidang  berlangsung pada awal Februari.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNS80LzE3Nzk0Ni81L3g4dHZrZmk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat menolak gugatan permohonan kewajiban penundaan utang (PKPU) PT Indofarma Tbk (INAF) yang diajukan oleh PT Tjahaja Inti Gemilang.
Keputusan ini diambil pada Kamis 29 Februari 2024, setelah melalui proses persidangan sejak awal Januari.

BACA JUGA:
Adhi Persada Properti Lolos PKPU 


&amp;ldquo;Menolak permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dari Pemohon PKPU tersebut. Menghukum Pemohon untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp2,93 juta,&amp;rdquo; demikian isi amar putusan, dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, Rabu (6/3/2024).
Diketahui PT Tjahaja Inti Gemilang mengajukan permohonan PKPU melalui nomor perkara 3/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN Niaga Jkt. Pst.

BACA JUGA:
Akhir Drama 1,1 Ton Emas, Antam Menang Gugatan PKPU Budi Said 


Perusahaan merupakan salah satu kreditur emiten BUMN Farmasi tersebut. Melalui SIPP, tidak diketahui riwayat utang-piutang antara kedua perusahaan.
Namun mengacu laporan keuangan INAF kuartal III-2023, perseroan memiliki tunggakan utang terhadap PT Tjahaja Inti Gemilang sebesar Rp6,42 miliar.
Jumlah ini berkurang dari posisi utang INAF terhadap produsen alat kesehatan itu yang mencapai Rp9,42 miliar pada akhir 2022.
Saat ini INAF juga masih menghadapi permohonan PKPU lainnya, yakni  dari pemohon atas nama PT Foresight Global. Sesuai jadwal, sidang  berlangsung pada awal Februari.</content:encoded></item></channel></rss>
