<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Minol (WINE) Bidik Pasar Luar Bali</title><description>Emiten minuman beralkohol PT Hatten Bali Tbk (WINE) membidik pasar di luar Bali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979728/emiten-minol-wine-bidik-pasar-luar-bali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979728/emiten-minol-wine-bidik-pasar-luar-bali"/><item><title>Emiten Minol (WINE) Bidik Pasar Luar Bali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979728/emiten-minol-wine-bidik-pasar-luar-bali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/278/2979728/emiten-minol-wine-bidik-pasar-luar-bali</guid><pubDate>Rabu 06 Maret 2024 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/06/278/2979728/emiten-minol-wine-bidik-pasar-luar-bali-NtXWG02pbe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham WINE bidik penjualan di luar Bali (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/06/278/2979728/emiten-minol-wine-bidik-pasar-luar-bali-NtXWG02pbe.jpg</image><title>Saham WINE bidik penjualan di luar Bali (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Emiten minuman beralkohol PT Hatten Bali Tbk (WINE) membidik pasar di luar Bali. Emiten menargetkan peningkatan penjualan di luar Bali.
Direktur Hatten Bali Ketut Sumarwan mengatakan,saat ini porsi ex-Bali hanya 20% dari penjualan bersih. Sedangkan perseroan masih mengutamakan pasar Bali yaitu turis dari manca negara yang jumlahnya terus meningkat setelah pandemi berakhir.

BACA JUGA:
IHSG Menguat 0,40% ke Level 7.276 Ditopang Sektor Teknologi


&amp;ldquo;Kami menemukan demand yang bertumbuh pesat di luar Bali. Melalui social media juga dapat dilihat bahwa &amp;lsquo;minum wine&amp;rsquo; semakin menjadi gaya hidup generasi milenial dan dunia bisnis, dengan demikian kami menargetkan kontribusi ex-Bali meningkat ke 30% tahun ini&amp;rdquo;, tuturnya, Rabu (6/3/2024).

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 7.252


Saat ini, perseroan juga semakin menarik perhatian kalangan milenial melalui media sosial.
&amp;ldquo;Kami merasa antusiasme masyarakat meningkat pesat untuk mengetahui tentang wine.&amp;rdquo;, tutur Corporate Training &amp;amp; Development Manager Widya.
Salah satu marketing approach WINE yang sering dilakukan adalah  penyelenggaraan acara wine tasting. Di luar Bali, khususnya kota  Jakarta, perseroan mencatat ada peningkatan penjualan terutama di  Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
&amp;ldquo;Sekarang orang lebih senang melakukan aktivitas di restoran, kafe,  bar dsg. Disamping itu penjualan online tetap stabil dengan market  tersendiri. Kami sedang tingkatkan edukasi outlet-outlet kami supaya  mereka lebih confident dengan produk Hatten supaya dapat memperluas  jaringan distribusi&amp;rdquo;, kata Customer Relation Supervisor Bima.
Menurut Manajemen WINE, pertumbuhan kinerja tahun ini ditargetkan  sekitar 20% untuk sales maupun laba. Ini dikarenakan pent-up demand  pasar di masa covid yang meledak di tahun 2023 masih belum mencukupi,  sehingga walaupun ada dampak ledakan permintaan (pent-up demand naik)  dari tahun 2023, manajemen yakin target pertumbuhan tersebut dapat  tercapai di tahun 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA -  Emiten minuman beralkohol PT Hatten Bali Tbk (WINE) membidik pasar di luar Bali. Emiten menargetkan peningkatan penjualan di luar Bali.
Direktur Hatten Bali Ketut Sumarwan mengatakan,saat ini porsi ex-Bali hanya 20% dari penjualan bersih. Sedangkan perseroan masih mengutamakan pasar Bali yaitu turis dari manca negara yang jumlahnya terus meningkat setelah pandemi berakhir.

BACA JUGA:
IHSG Menguat 0,40% ke Level 7.276 Ditopang Sektor Teknologi


&amp;ldquo;Kami menemukan demand yang bertumbuh pesat di luar Bali. Melalui social media juga dapat dilihat bahwa &amp;lsquo;minum wine&amp;rsquo; semakin menjadi gaya hidup generasi milenial dan dunia bisnis, dengan demikian kami menargetkan kontribusi ex-Bali meningkat ke 30% tahun ini&amp;rdquo;, tuturnya, Rabu (6/3/2024).

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 7.252


Saat ini, perseroan juga semakin menarik perhatian kalangan milenial melalui media sosial.
&amp;ldquo;Kami merasa antusiasme masyarakat meningkat pesat untuk mengetahui tentang wine.&amp;rdquo;, tutur Corporate Training &amp;amp; Development Manager Widya.
Salah satu marketing approach WINE yang sering dilakukan adalah  penyelenggaraan acara wine tasting. Di luar Bali, khususnya kota  Jakarta, perseroan mencatat ada peningkatan penjualan terutama di  Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
&amp;ldquo;Sekarang orang lebih senang melakukan aktivitas di restoran, kafe,  bar dsg. Disamping itu penjualan online tetap stabil dengan market  tersendiri. Kami sedang tingkatkan edukasi outlet-outlet kami supaya  mereka lebih confident dengan produk Hatten supaya dapat memperluas  jaringan distribusi&amp;rdquo;, kata Customer Relation Supervisor Bima.
Menurut Manajemen WINE, pertumbuhan kinerja tahun ini ditargetkan  sekitar 20% untuk sales maupun laba. Ini dikarenakan pent-up demand  pasar di masa covid yang meledak di tahun 2023 masih belum mencukupi,  sehingga walaupun ada dampak ledakan permintaan (pent-up demand naik)  dari tahun 2023, manajemen yakin target pertumbuhan tersebut dapat  tercapai di tahun 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
