<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketidakpastian Ekonomi Dunia, Pengusaha Soroti Pentingnya Ketahanan Pangan</title><description>Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menilai, saat ini ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/320/2979661/ketidakpastian-ekonomi-dunia-pengusaha-soroti-pentingnya-ketahanan-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/320/2979661/ketidakpastian-ekonomi-dunia-pengusaha-soroti-pentingnya-ketahanan-pangan"/><item><title>Ketidakpastian Ekonomi Dunia, Pengusaha Soroti Pentingnya Ketahanan Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/320/2979661/ketidakpastian-ekonomi-dunia-pengusaha-soroti-pentingnya-ketahanan-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/320/2979661/ketidakpastian-ekonomi-dunia-pengusaha-soroti-pentingnya-ketahanan-pangan</guid><pubDate>Rabu 06 Maret 2024 10:30 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/06/320/2979661/ketidakpastian-ekonomi-dunia-pengusaha-soroti-pentingnya-ketahanan-pangan-s8qp3lEAHG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ipemi soroti pentingnya ketahanan pangan (Foto: Ipemi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/06/320/2979661/ketidakpastian-ekonomi-dunia-pengusaha-soroti-pentingnya-ketahanan-pangan-s8qp3lEAHG.jpg</image><title>Ipemi soroti pentingnya ketahanan pangan (Foto: Ipemi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNi80LzE3Nzk3Mi81L3g4dHhld3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menilai, saat ini ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Sebab itu, pengusaha mendorong peran perempuan terhadap ketahanan pangan.
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengapresiasi seluruh pengurus yang telah berpartisipasi dalam Rakernas. Mengingat, ada tugas yang perlu dikerjakan bersama, yakni memberdayakan Muslimah melalui UMKM.

BACA JUGA:
Mendagri Minta Pengusaha Tak Tahan Stok Pangan di Bulan Puasa


&quot;Kita bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Khususnya kaum perempuan dengan meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Ingrid di Jakarta, Rabu (6/3/2024).
Menurutnya, peran perempuan terhadap ketahanan pangan sangat penting. Mengingat, kaum hawa sudah terlibat, mulai dari kegiatan produksi pertanian, pengolahan, sampai menyiapkan pangan di keluarga.

BACA JUGA:
Ini Dia Pengusaha Paling Kaya di Hong Kong, Punya Harta Rp559,17 Triliun


Sayangnya, peran itu sering terabaikan, dan dianggap rutinitas biasa. Padahal, tanpa perempuan, tidak akan ada generasi muda hebat yang dapat memimpin suatu bangsa. Karena itu, perlu kebijakan yang berpihak pada perempuan dalam ketahanan pangan.
Di antaranya, meningkatkan peran aktif perempuan di kelompok tani, pelatihan budidaya pertanian dan manajemen usaha tani, penyuluhan tentang pengolahan hasil pangan, gizi keluarga, dan kesehatan keluarga yang melibatkan perempuan.
&quot;Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi  perempuan dalam ketahanan pangan bangsa pada umumnya,&quot; kata Ingrid.
Dalam sambutannya, Agus Gumiwang mengapresiasi Ipemi yang terus  berupaya dan memberikan komitmen meningkatkan peran perempuan dalam  ekonomi nasional.
Ia mengatakan, dalam beberapa dekade lalu, perempuan masih banyak  dibatasi perannya oleh keluarga untuk ikut serta dalam kegiatan di luar  lingkup keluarga. Namun, tidak saat ini.
&quot;Perkembangan zaman dan kesamaan gender yang semakin meluas  memberikan kesempatan perempuan untuk berkarya pada berbagai bidang,  salah satunya usaha,&quot; ujar Agus.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8wNi80LzE3Nzk3Mi81L3g4dHhld3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menilai, saat ini ekonomi dunia masih dibayangi ketidakpastian. Sebab itu, pengusaha mendorong peran perempuan terhadap ketahanan pangan.
Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil mengapresiasi seluruh pengurus yang telah berpartisipasi dalam Rakernas. Mengingat, ada tugas yang perlu dikerjakan bersama, yakni memberdayakan Muslimah melalui UMKM.

BACA JUGA:
Mendagri Minta Pengusaha Tak Tahan Stok Pangan di Bulan Puasa


&quot;Kita bertekad untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Khususnya kaum perempuan dengan meningkatkan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Ingrid di Jakarta, Rabu (6/3/2024).
Menurutnya, peran perempuan terhadap ketahanan pangan sangat penting. Mengingat, kaum hawa sudah terlibat, mulai dari kegiatan produksi pertanian, pengolahan, sampai menyiapkan pangan di keluarga.

BACA JUGA:
Ini Dia Pengusaha Paling Kaya di Hong Kong, Punya Harta Rp559,17 Triliun


Sayangnya, peran itu sering terabaikan, dan dianggap rutinitas biasa. Padahal, tanpa perempuan, tidak akan ada generasi muda hebat yang dapat memimpin suatu bangsa. Karena itu, perlu kebijakan yang berpihak pada perempuan dalam ketahanan pangan.
Di antaranya, meningkatkan peran aktif perempuan di kelompok tani, pelatihan budidaya pertanian dan manajemen usaha tani, penyuluhan tentang pengolahan hasil pangan, gizi keluarga, dan kesehatan keluarga yang melibatkan perempuan.
&quot;Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi  perempuan dalam ketahanan pangan bangsa pada umumnya,&quot; kata Ingrid.
Dalam sambutannya, Agus Gumiwang mengapresiasi Ipemi yang terus  berupaya dan memberikan komitmen meningkatkan peran perempuan dalam  ekonomi nasional.
Ia mengatakan, dalam beberapa dekade lalu, perempuan masih banyak  dibatasi perannya oleh keluarga untuk ikut serta dalam kegiatan di luar  lingkup keluarga. Namun, tidak saat ini.
&quot;Perkembangan zaman dan kesamaan gender yang semakin meluas  memberikan kesempatan perempuan untuk berkarya pada berbagai bidang,  salah satunya usaha,&quot; ujar Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
