<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AHY Ungkap Soal Mafia Tanah Hingga Kerugian Negara Rp11 Triliun</title><description>Para mafia tanah membuat negara mengalami kerugian hingga Rp11 triliun pada 2023</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/470/2979313/ahy-ungkap-soal-mafia-tanah-hingga-kerugian-negara-rp11-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/470/2979313/ahy-ungkap-soal-mafia-tanah-hingga-kerugian-negara-rp11-triliun"/><item><title>AHY Ungkap Soal Mafia Tanah Hingga Kerugian Negara Rp11 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/470/2979313/ahy-ungkap-soal-mafia-tanah-hingga-kerugian-negara-rp11-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/06/470/2979313/ahy-ungkap-soal-mafia-tanah-hingga-kerugian-negara-rp11-triliun</guid><pubDate>Rabu 06 Maret 2024 06:21 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/05/470/2979313/ahy-ungkap-soal-mafia-tanah-hingga-kerugian-negara-rp11-triliun-zqx75lD0os.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Negara rugi gegara mafia tanah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/05/470/2979313/ahy-ungkap-soal-mafia-tanah-hingga-kerugian-negara-rp11-triliun-zqx75lD0os.jpg</image><title>Negara rugi gegara mafia tanah (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Para mafia tanah membuat negara mengalami kerugian hingga Rp11 triliun pada 2023, hal ini diungkapkan oleh Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pada tahun 2023, menurut penjelasan Menteri AHY, target operasi mafia tanah adalah 61 target. Namun ternyata hasilnya dapat melebihi target, yaitu ada 86 target yang berhasil diproses dengan potensi kerugian negara sekitar Rp11 triliun.

BACA JUGA:
AHY: Negara Rugi Rp11 Triliun Gegara Mafia Tanah

&quot;Ini capaian yang luar biasa. Kerja keras yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu semua ini telah berhasil menyelamatkan negara dari potensi kerugian sebesar lebih dari Rp11 triliun,&quot; ungkap Menteri ATR/Kepala BPN AHY dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (6/3/2024).
AHY juga mengungkapkan bahwa mafia tanah tak hanya memberikan dampak negatif kepada masyarakat, namun juga merugikan negara. Oleh sebab itulah agenda pemberantasan mafia tanah menjadi sangat penting.

BACA JUGA:
 Bongkar Kasus Mafia Tanah, RPA Perindo Akan Koordinasi dengan Menteri ATR/BPN

&quot;Jaringan mafia tanah ini dapat berdampak serius kepada perekonomian kita. Butuh keseriusan kita untuk membentuk ekosistem yang ramah untuk semua,&quot; jelasnya.
Senada dengan AHY, pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas-Anti Mafia Tanah sekaligus Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan, Arif Rachman mengungkapkan strateginya mencegah dan menyelesaikan masalah tindak pidana pertanahan, yaitu strategi integrasi hexagonal.&quot;Konsep integrasi hexagonal ini mengedepankan koordinasi, kolaborasi,  serta sinergi bersama empat pilar, seperti TNI, Polri, pemerintah  daerah, dan pemangku kepentingan lainnya,&quot; papar Arif Rachman.
Lebih lanjut Arif Rachman menjelaskan bahwa untuk tahun 2024 rencana  target operasi adalah 66. Namun, dari data yang ada, para peserta Pra  Ops saat ini telah mengantongi sebanyak 99 target operasi.
&quot;Dari 99 target operasi ini akan kita analisis dan evaluasi kiranya  berapa yang bisa dijadikan target operasi,&quot; ungkap Arif Rachman.
Baca selengkapnya: AHY: Negara Rugi Rp11 Triliun Gegara Mafia Tanah</description><content:encoded>
JAKARTA - Para mafia tanah membuat negara mengalami kerugian hingga Rp11 triliun pada 2023, hal ini diungkapkan oleh Menteri ATR Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pada tahun 2023, menurut penjelasan Menteri AHY, target operasi mafia tanah adalah 61 target. Namun ternyata hasilnya dapat melebihi target, yaitu ada 86 target yang berhasil diproses dengan potensi kerugian negara sekitar Rp11 triliun.

BACA JUGA:
AHY: Negara Rugi Rp11 Triliun Gegara Mafia Tanah

&quot;Ini capaian yang luar biasa. Kerja keras yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu semua ini telah berhasil menyelamatkan negara dari potensi kerugian sebesar lebih dari Rp11 triliun,&quot; ungkap Menteri ATR/Kepala BPN AHY dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (6/3/2024).
AHY juga mengungkapkan bahwa mafia tanah tak hanya memberikan dampak negatif kepada masyarakat, namun juga merugikan negara. Oleh sebab itulah agenda pemberantasan mafia tanah menjadi sangat penting.

BACA JUGA:
 Bongkar Kasus Mafia Tanah, RPA Perindo Akan Koordinasi dengan Menteri ATR/BPN

&quot;Jaringan mafia tanah ini dapat berdampak serius kepada perekonomian kita. Butuh keseriusan kita untuk membentuk ekosistem yang ramah untuk semua,&quot; jelasnya.
Senada dengan AHY, pada kesempatan yang sama, Ketua Satgas-Anti Mafia Tanah sekaligus Direktur Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan, Arif Rachman mengungkapkan strateginya mencegah dan menyelesaikan masalah tindak pidana pertanahan, yaitu strategi integrasi hexagonal.&quot;Konsep integrasi hexagonal ini mengedepankan koordinasi, kolaborasi,  serta sinergi bersama empat pilar, seperti TNI, Polri, pemerintah  daerah, dan pemangku kepentingan lainnya,&quot; papar Arif Rachman.
Lebih lanjut Arif Rachman menjelaskan bahwa untuk tahun 2024 rencana  target operasi adalah 66. Namun, dari data yang ada, para peserta Pra  Ops saat ini telah mengantongi sebanyak 99 target operasi.
&quot;Dari 99 target operasi ini akan kita analisis dan evaluasi kiranya  berapa yang bisa dijadikan target operasi,&quot; ungkap Arif Rachman.
Baca selengkapnya: AHY: Negara Rugi Rp11 Triliun Gegara Mafia Tanah</content:encoded></item></channel></rss>
