<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PP Presisi Cetak Laba Rp172 Miliar pada 2023</title><description>PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba 2023 sebesar Rp172 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/07/278/2980213/pp-presisi-cetak-laba-rp172-miliar-pada-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/07/278/2980213/pp-presisi-cetak-laba-rp172-miliar-pada-2023"/><item><title>PP Presisi Cetak Laba Rp172 Miliar pada 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/07/278/2980213/pp-presisi-cetak-laba-rp172-miliar-pada-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/07/278/2980213/pp-presisi-cetak-laba-rp172-miliar-pada-2023</guid><pubDate>Kamis 07 Maret 2024 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Putri Syifa Amelia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/07/278/2980213/pp-presisi-cetak-laba-rp172-miliar-pada-2023-L5EOyNVf9x.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Laba PP Presisi 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/07/278/2980213/pp-presisi-cetak-laba-rp172-miliar-pada-2023-L5EOyNVf9x.jpeg</image><title>Laba PP Presisi 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba 2023 sebesar Rp172 miliar. Angka ini ditopang penjualan sebesar Rp3,4 triliun, yang mana segmen bisnis pada jasa pertambangan dan konstruksi sipil masih menjadi kontributor utama pendapatan sebesar 92%, dan sisanya sebesar 8% berasal dari lini bisnis supporting yaitu production plant, structure work dan rental heavy equipment.
Pencapaian tersebut sebagian besar berasal dari penyelesaian dan progress proyek-proyek pada jasa pertambangan sebesar  47% atau meningkat sebesar 13% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 34%, konstruksi sipil sebesar 45%, sisanya berasal dari proyek structure work sebesar 3%, rental heavy equipment sebesar 3% dan production plant sebesar 2%.

BACA JUGA:
BTN Tebar Dividen Rp700,1 Miliar, 20% dari Laba 2023


Perolehan pendapatan mayoritas berasal pada lini bisnis jasa pertambangan dan konstruksi sipil tersebut sejalan dengan  strategi perseroan untuk tetap fokus pada jasa pertambangan dan konstruksi sipil.
Dari sisi rasio keuangan terutama untuk rasio leverage mengalami perbaikan, seperti debt to equity ratio dari 1,41x (31 Desember 2022) menjadi 1,19x (31 Desesember 2023), dan DER Interest Bearing dari 0,75x (31 Desember 2022) menjadi 0,54x (31 Desember 2023).

BACA JUGA:
Naik 122%, MARK Bukukan Laba Rp57 Miliar


Dari  data tersebut dapat terlihat bahwa Perseroan masih bisa menjaga leverage rasio tersebut tetap dalam batasan covenant yang  dipersyaratkan perbankan.
&amp;ldquo;Perseroan masih dapat menjaga angka EBITDA positif di tengah tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut  disebabkan oleh mundurnya beberapa proyek yang ditargetkan didapatkan pada quartal awal menjadi quartal akhir 2023,  sehingga PPRE belum dapat mengenerate revenue secara maksimal di tahun 2023 ini, namun PPRE berhasil menurunkan  beban pokok dengan penerapan program cost leadership yang dijalankan serta penerapan optimalisasi alat untuk memaksimalkan produksi sehingga gross profit margin meningkat di 17,45% tahun 2023&amp;rdquo;, ujar  Direktur  Utama PP Presisi, I Gede Upeksa Negara, Kamis (7/3/2024).
Dari sisi perolehan kontrak baru PPRE berhasil berhasil mencatatkan  kontrak baru sampai dengan Desember 2023 sebesar Rp6,7 Triliun atau  meningkat sebesar 28,72% secara Year on Year (&amp;ldquo;YoY&amp;rdquo;) dibandingkan  Desember 2022 sebesar Rp5,2 Triliun.
Adapun perolehan kontrak baru tersebut juga mencatatkan adanya  peningkatan perolehan kontrak baru pada sektor jasa pertambangan sebesar  11% dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan juga menargetkan adanya  pertumbuhan kontrak baru pada lini bisnis pertambangan pada tahun-tahun  berikutnya sejalan dengan potensi yang masih sangat besar di Kawasan  tambang Weda, Halmahera Tengah.
&amp;ldquo;Kami menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2024 meningkat antara  15%-20% dengan didominasi oleh sektor jasa pertambangan dengan melihat  potensi pasar di sektor tambang yang masih sangat besar kedepannya  menjadikan semangat dan motivasi kami untuk terus meningkatkan nilai  kontrak baru sehingga dapat menggenjot revenue untuk meningkatkan value   added bagi seluruh pemangku kepentingan. Didukung dengan kapasitas  peralatan sebagai kekuatan perusahaan, kami yakin PPRE dapat menciptakan  operasional yang Ekselen di dunia Tambang melalui Quality dan Safety  berstandar tinggi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan laba 2023 sebesar Rp172 miliar. Angka ini ditopang penjualan sebesar Rp3,4 triliun, yang mana segmen bisnis pada jasa pertambangan dan konstruksi sipil masih menjadi kontributor utama pendapatan sebesar 92%, dan sisanya sebesar 8% berasal dari lini bisnis supporting yaitu production plant, structure work dan rental heavy equipment.
Pencapaian tersebut sebagian besar berasal dari penyelesaian dan progress proyek-proyek pada jasa pertambangan sebesar  47% atau meningkat sebesar 13% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 34%, konstruksi sipil sebesar 45%, sisanya berasal dari proyek structure work sebesar 3%, rental heavy equipment sebesar 3% dan production plant sebesar 2%.

BACA JUGA:
BTN Tebar Dividen Rp700,1 Miliar, 20% dari Laba 2023


Perolehan pendapatan mayoritas berasal pada lini bisnis jasa pertambangan dan konstruksi sipil tersebut sejalan dengan  strategi perseroan untuk tetap fokus pada jasa pertambangan dan konstruksi sipil.
Dari sisi rasio keuangan terutama untuk rasio leverage mengalami perbaikan, seperti debt to equity ratio dari 1,41x (31 Desember 2022) menjadi 1,19x (31 Desesember 2023), dan DER Interest Bearing dari 0,75x (31 Desember 2022) menjadi 0,54x (31 Desember 2023).

BACA JUGA:
Naik 122%, MARK Bukukan Laba Rp57 Miliar


Dari  data tersebut dapat terlihat bahwa Perseroan masih bisa menjaga leverage rasio tersebut tetap dalam batasan covenant yang  dipersyaratkan perbankan.
&amp;ldquo;Perseroan masih dapat menjaga angka EBITDA positif di tengah tantangan yang harus dihadapi. Tantangan tersebut  disebabkan oleh mundurnya beberapa proyek yang ditargetkan didapatkan pada quartal awal menjadi quartal akhir 2023,  sehingga PPRE belum dapat mengenerate revenue secara maksimal di tahun 2023 ini, namun PPRE berhasil menurunkan  beban pokok dengan penerapan program cost leadership yang dijalankan serta penerapan optimalisasi alat untuk memaksimalkan produksi sehingga gross profit margin meningkat di 17,45% tahun 2023&amp;rdquo;, ujar  Direktur  Utama PP Presisi, I Gede Upeksa Negara, Kamis (7/3/2024).
Dari sisi perolehan kontrak baru PPRE berhasil berhasil mencatatkan  kontrak baru sampai dengan Desember 2023 sebesar Rp6,7 Triliun atau  meningkat sebesar 28,72% secara Year on Year (&amp;ldquo;YoY&amp;rdquo;) dibandingkan  Desember 2022 sebesar Rp5,2 Triliun.
Adapun perolehan kontrak baru tersebut juga mencatatkan adanya  peningkatan perolehan kontrak baru pada sektor jasa pertambangan sebesar  11% dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan juga menargetkan adanya  pertumbuhan kontrak baru pada lini bisnis pertambangan pada tahun-tahun  berikutnya sejalan dengan potensi yang masih sangat besar di Kawasan  tambang Weda, Halmahera Tengah.
&amp;ldquo;Kami menargetkan perolehan kontrak baru tahun 2024 meningkat antara  15%-20% dengan didominasi oleh sektor jasa pertambangan dengan melihat  potensi pasar di sektor tambang yang masih sangat besar kedepannya  menjadikan semangat dan motivasi kami untuk terus meningkatkan nilai  kontrak baru sehingga dapat menggenjot revenue untuk meningkatkan value   added bagi seluruh pemangku kepentingan. Didukung dengan kapasitas  peralatan sebagai kekuatan perusahaan, kami yakin PPRE dapat menciptakan  operasional yang Ekselen di dunia Tambang melalui Quality dan Safety  berstandar tinggi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
