<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Banjir Sumbar, Ini Tugas Menteri Basuki dari Presiden Jokowi</title><description>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan rehabilitasi infrastruktur pasca banjir di Sumatera Barat (Sumbar) rampung dalam 2 minggu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982151/atasi-banjir-sumbar-ini-tugas-menteri-basuki-dari-presiden-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982151/atasi-banjir-sumbar-ini-tugas-menteri-basuki-dari-presiden-jokowi"/><item><title>Atasi Banjir Sumbar, Ini Tugas Menteri Basuki dari Presiden Jokowi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982151/atasi-banjir-sumbar-ini-tugas-menteri-basuki-dari-presiden-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982151/atasi-banjir-sumbar-ini-tugas-menteri-basuki-dari-presiden-jokowi</guid><pubDate>Selasa 12 Maret 2024 10:47 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/12/320/2982151/atasi-banjir-sumbar-ini-tugas-menteri-basuki-dari-presiden-jokowi-bXnyUg3MMC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tugas Pak Bas dari Presiden Jokowi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/12/320/2982151/atasi-banjir-sumbar-ini-tugas-menteri-basuki-dari-presiden-jokowi-bXnyUg3MMC.jpg</image><title>Tugas Pak Bas dari Presiden Jokowi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMi8xLzE3ODIwNC81L3g4dTljbW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan rehabilitasi infrastruktur pasca banjir di Sumatera Barat (Sumbar) rampung dalam 2 minggu. Imbas adanya banjir di Sumbar itu menyebabkan konektivitas di Jalan Raya Padang - Painan Kabupaten Pesisir Selatan mengalami longsor.
Meski demikian, Menteri Basuki menjelaskan saat ini jalur Lintas Barat Sumatera dari Bengkulu - Painan hingga Padang telah terbuka dan bisa dilalui kendaraan roda 4, namun material longsoran dan rumah warga terdampak masih dalam tahap pembersihan.

BACA JUGA:
Banjir Tak Surutkan Semangat Warga Muarojambi Laksanakan Sholat Tarawih

&quot;Saya ditugasi bapak Presiden untuk melakukan langkah penanganan bencana banjir di Sumatera Barat. Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk pemulihan sarana prasarana umum, terutama jalan dan air bersih,&quot; kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Senin (11/3/2024).
Dikatakan Menteri Basuki, dari 12 kabupaten yang terdampak banjir, menurut informasi Gubernur Sumbar, ada lima yang parah dan yang terparah ada di Kabupaten Pesisir Selatan ini.

BACA JUGA:
Banjir Bandang-Longsor Terjang Sumbar, 30 Orang Tewas Kerugian Capai 226 Miliar

&quot;Pada jalur ini utamanya ada objek vital Pertamina,  yang tidak boleh terputus rantai distribusinya ke Kabupaten/Kota lain, termasuk ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan pengangkutan CPO dari Bengkulu. Untuk itu saya minta dalam seminggu ini kondisi jalan yang terdampak longsor sudah bersih semua,&quot; kata Menteri Basuki.
Kemudian untuk penanganan longsor di tepi sungai yang mengikis badan jalan nasional, Menteri Basuki mengatakan telah menugaskan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat bersama para kontraktor yang ada untuk melakukan penanganan dengan memasang dinding penahan tebing (sheetpile).&quot;Terutama pada titik-titik rawan longsor untuk dapat segera ditangani dalam dua minggu kedepan. Jalan yang rusak juga segera kembali di aspal, sehingga dalam dua minggu kondisi daerah sudah kembali bersih dan normal,&quot; ujar Menteri Basuki.
Menteri Basuki juga mengatakan, Kementerian PUPR akan melakukan investigasi pada 8 jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan yang rusak akibat banjir. &quot;Kami akan survei jembatan gantung tersebut, apakah perlu diganti karena rusak berat atau bisa diperbaiki. Sedangkan untuk penanganan rumah warga yang rusak masih menunggu hasil pendataan dari BNPB,&quot; ujarnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana, Menteri Basuki menginstruksikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar untuk segera menyiapkan sumur bor untuk air bersih warga. Selain itu untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memulihkan kondisi layanan jaringan air bersih Kota Painan dari PDAM.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xMi8xLzE3ODIwNC81L3g4dTljbW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan rehabilitasi infrastruktur pasca banjir di Sumatera Barat (Sumbar) rampung dalam 2 minggu. Imbas adanya banjir di Sumbar itu menyebabkan konektivitas di Jalan Raya Padang - Painan Kabupaten Pesisir Selatan mengalami longsor.
Meski demikian, Menteri Basuki menjelaskan saat ini jalur Lintas Barat Sumatera dari Bengkulu - Painan hingga Padang telah terbuka dan bisa dilalui kendaraan roda 4, namun material longsoran dan rumah warga terdampak masih dalam tahap pembersihan.

BACA JUGA:
Banjir Tak Surutkan Semangat Warga Muarojambi Laksanakan Sholat Tarawih

&quot;Saya ditugasi bapak Presiden untuk melakukan langkah penanganan bencana banjir di Sumatera Barat. Kementerian PUPR bertanggung jawab untuk pemulihan sarana prasarana umum, terutama jalan dan air bersih,&quot; kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Senin (11/3/2024).
Dikatakan Menteri Basuki, dari 12 kabupaten yang terdampak banjir, menurut informasi Gubernur Sumbar, ada lima yang parah dan yang terparah ada di Kabupaten Pesisir Selatan ini.

BACA JUGA:
Banjir Bandang-Longsor Terjang Sumbar, 30 Orang Tewas Kerugian Capai 226 Miliar

&quot;Pada jalur ini utamanya ada objek vital Pertamina,  yang tidak boleh terputus rantai distribusinya ke Kabupaten/Kota lain, termasuk ke Pelabuhan Teluk Bayur Padang dan pengangkutan CPO dari Bengkulu. Untuk itu saya minta dalam seminggu ini kondisi jalan yang terdampak longsor sudah bersih semua,&quot; kata Menteri Basuki.
Kemudian untuk penanganan longsor di tepi sungai yang mengikis badan jalan nasional, Menteri Basuki mengatakan telah menugaskan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat bersama para kontraktor yang ada untuk melakukan penanganan dengan memasang dinding penahan tebing (sheetpile).&quot;Terutama pada titik-titik rawan longsor untuk dapat segera ditangani dalam dua minggu kedepan. Jalan yang rusak juga segera kembali di aspal, sehingga dalam dua minggu kondisi daerah sudah kembali bersih dan normal,&quot; ujar Menteri Basuki.
Menteri Basuki juga mengatakan, Kementerian PUPR akan melakukan investigasi pada 8 jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan yang rusak akibat banjir. &quot;Kami akan survei jembatan gantung tersebut, apakah perlu diganti karena rusak berat atau bisa diperbaiki. Sedangkan untuk penanganan rumah warga yang rusak masih menunggu hasil pendataan dari BNPB,&quot; ujarnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak bencana, Menteri Basuki menginstruksikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumbar untuk segera menyiapkan sumur bor untuk air bersih warga. Selain itu untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memulihkan kondisi layanan jaringan air bersih Kota Painan dari PDAM.</content:encoded></item></channel></rss>
