<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor Desak Pemilik Zara Buka Data Pemasok Bahan Baku</title><description>Investor mendesak pemilik Zara membuka data pemasok bahan baku.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982159/investor-desak-pemilik-zara-buka-data-pemasok-bahan-baku</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982159/investor-desak-pemilik-zara-buka-data-pemasok-bahan-baku"/><item><title>Investor Desak Pemilik Zara Buka Data Pemasok Bahan Baku</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982159/investor-desak-pemilik-zara-buka-data-pemasok-bahan-baku</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/12/320/2982159/investor-desak-pemilik-zara-buka-data-pemasok-bahan-baku</guid><pubDate>Selasa 12 Maret 2024 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/12/320/2982159/investor-desak-pemilik-zara-buka-data-pemasok-bahan-baku-7LqBJqy9D5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemilik Zara didesak buka data pemasok (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/12/320/2982159/investor-desak-pemilik-zara-buka-data-pemasok-bahan-baku-7LqBJqy9D5.jpg</image><title>Pemilik Zara didesak buka data pemasok (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxNi81L3g4cTJnYjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investor mendesak pemilik Zara membuka data pemasok bahan baku. Perusahaan pemilik jaringan toko ritel pakaian Zara, Inditex, tengah menghadapi desakan dari para investor untuk mempublikasikan daftar lengkap pemasoknya.
Melansir VOA, Selasa (12/3/2024), desakan itu disampaikan agar investor bisa menilai risiko dari faktor-faktor seperti dampak lingkungan dan praktik ketenagakerjaan. Pesaing Zara, seperti H&amp;amp;M dan Primark, sudah mempublikasikan dari pabrik mana saja mereka mengambil bahan baku untuk produk-produk mereka.

BACA JUGA:
Viral ZARA di Mal PIM Diserbu Emak-Emak, Lancarkan Boikot untuk Aksi Bela Palestina

Namun, Inditex adalah salah satu raksasa peritel pakaian yang jarang melakukan hal itu, meskipun regulator dan investor menginginkan transparansi lebih dari pihak perusahaan.
Para peritel pakaian kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa tidak ada kerja paksa dalam rantai pasokan mereka, dan bahwa para pekerja pabriknya dibayar dengan upah yang layak.

BACA JUGA:
ZARA Klarifikasi Postingan yang Dianggap Hina Genosida Palestina: Itu Sebuah Kesalahpahaman

Anggota Kongres AS sejauh ini telah mengawasi grup perusahaan fesyen asal China, Shein, terkait risiko rantai pasokannya menjelang rencana pencatatan saham di AS.
Sementara itu, di Uni Eropa, ketidaksepakatan antaranggota telah menghambat diloloskannya rancangan aturan baru.Salah satu aturan yang diusulkan adalah mewajibkan semua perusahaan besar untuk mengungkapkan apakah rantai pasokan mereka merusak lingkungan atau mempekerjakan anak.
Sanksi yang diusulkan untuk perusahaan yang tidak mematuhi aturan tersebut berupa denda sebesar 5% dari pendapatan.
Inditex setiap tahunnya mempublikasikan jumlah pemasok yang menjadi sumber bahan baku produk mereka di 12 negara utama, namun tidak memberikan informasi rinci mengenai pabrik-pabriknya.
Inditex menolak berkomentar mengenai desakan tersebut, namun salah seorang juru bicaranya menyebut bahwa perusahaan itu berkomitmen kuat untuk mempertahankan standar yang tinggi dalam rantai pasokannya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yOS8xLzE3NDQxNi81L3g4cTJnYjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Investor mendesak pemilik Zara membuka data pemasok bahan baku. Perusahaan pemilik jaringan toko ritel pakaian Zara, Inditex, tengah menghadapi desakan dari para investor untuk mempublikasikan daftar lengkap pemasoknya.
Melansir VOA, Selasa (12/3/2024), desakan itu disampaikan agar investor bisa menilai risiko dari faktor-faktor seperti dampak lingkungan dan praktik ketenagakerjaan. Pesaing Zara, seperti H&amp;amp;M dan Primark, sudah mempublikasikan dari pabrik mana saja mereka mengambil bahan baku untuk produk-produk mereka.

BACA JUGA:
Viral ZARA di Mal PIM Diserbu Emak-Emak, Lancarkan Boikot untuk Aksi Bela Palestina

Namun, Inditex adalah salah satu raksasa peritel pakaian yang jarang melakukan hal itu, meskipun regulator dan investor menginginkan transparansi lebih dari pihak perusahaan.
Para peritel pakaian kini berada di bawah tekanan untuk membuktikan bahwa tidak ada kerja paksa dalam rantai pasokan mereka, dan bahwa para pekerja pabriknya dibayar dengan upah yang layak.

BACA JUGA:
ZARA Klarifikasi Postingan yang Dianggap Hina Genosida Palestina: Itu Sebuah Kesalahpahaman

Anggota Kongres AS sejauh ini telah mengawasi grup perusahaan fesyen asal China, Shein, terkait risiko rantai pasokannya menjelang rencana pencatatan saham di AS.
Sementara itu, di Uni Eropa, ketidaksepakatan antaranggota telah menghambat diloloskannya rancangan aturan baru.Salah satu aturan yang diusulkan adalah mewajibkan semua perusahaan besar untuk mengungkapkan apakah rantai pasokan mereka merusak lingkungan atau mempekerjakan anak.
Sanksi yang diusulkan untuk perusahaan yang tidak mematuhi aturan tersebut berupa denda sebesar 5% dari pendapatan.
Inditex setiap tahunnya mempublikasikan jumlah pemasok yang menjadi sumber bahan baku produk mereka di 12 negara utama, namun tidak memberikan informasi rinci mengenai pabrik-pabriknya.
Inditex menolak berkomentar mengenai desakan tersebut, namun salah seorang juru bicaranya menyebut bahwa perusahaan itu berkomitmen kuat untuk mempertahankan standar yang tinggi dalam rantai pasokannya.</content:encoded></item></channel></rss>
