<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Darurat Pangan! Produksi Beras Juni-Oktober 2024 Diprediksi Turun</title><description>Kementan mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi darurat pangan pada tahun ini</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982732/ri-darurat-pangan-produksi-beras-juni-oktober-2024-diprediksi-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982732/ri-darurat-pangan-produksi-beras-juni-oktober-2024-diprediksi-turun"/><item><title>RI Darurat Pangan! Produksi Beras Juni-Oktober 2024 Diprediksi Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982732/ri-darurat-pangan-produksi-beras-juni-oktober-2024-diprediksi-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982732/ri-darurat-pangan-produksi-beras-juni-oktober-2024-diprediksi-turun</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2024 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/320/2982732/ri-darurat-pangan-produksi-beras-juni-oktober-2024-diprediksi-turun-eua8Gm7K4R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Darurat Pangan. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/320/2982732/ri-darurat-pangan-produksi-beras-juni-oktober-2024-diprediksi-turun-eua8Gm7K4R.jpg</image><title>RI Darurat Pangan. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi darurat pangan pada tahun ini. Krisis tersebut menghantam bila tingkat produksi beras pada periode Juni-Oktober 2024 menurun drastis.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, ada kemungkinan terjadi penurunan produksi beras sepanjang Juni-Oktober, lantaran luas tanam padi pada Oktober 2023 sampai Februari 2024 menurun 1,9 juta hektar atau setara 26,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Ramadhan Hari Kedua, Harga Beras hingga Gula Masih Mahal

&amp;ldquo;Kekhawatiran kami produksi padi Juni sampai Oktober (2024) dikarenakan luas tanam pada Februari 2024 ini lebih renda dibandingkan periode 2019-2023,&amp;rdquo; ujar Amran, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (13/3/2024).
Kekhawatiran itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dimana BPS merilis bahwa luas tanam padi selama masa tanam Oktober 2023 hingga Februari 2024 hanya mencapai 5,4 juta ton saja. Artinya, ada penurunan seluas 1,9 juta hektar atau ambruk 26,2 persen dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA:
Harga Beras Impor Thailand Lebih Murah Dibanding Lokal

Amran menyebut, penurunan luas tanam sangat berpengaruh besar pada luas panen. Selanjutnya, akan berdampak pada penurunan produksi beras secara nasional.
&amp;ldquo;Dengan periode yang sama tahun 2015-2019 yaitu 7,44 juta hektare, penurunan luas tanam ini sangat berpengaruh luas panen yang berdampak pada penurunan produksi padi yang dihadirkan,&amp;rdquo; papar dia.Kementan juga mencatat luas tanam padi pada Februari 2024 ini lebih renda dibandingkan periode 2019-2023. Dampaknya pun yang sudah dirasakan saat ini, salah satunya kenaikan harga beras hingga mencapai 56 persen.
&amp;ldquo;Karena itu kondisi beras naik kurang lebih 56% akibat dampak el nino, karena itu kami menganggap kondisi ini merupakan darurat pangan yang harus segera dicarikan solusi,&amp;rdquo; bebernya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi darurat pangan pada tahun ini. Krisis tersebut menghantam bila tingkat produksi beras pada periode Juni-Oktober 2024 menurun drastis.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, ada kemungkinan terjadi penurunan produksi beras sepanjang Juni-Oktober, lantaran luas tanam padi pada Oktober 2023 sampai Februari 2024 menurun 1,9 juta hektar atau setara 26,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
Ramadhan Hari Kedua, Harga Beras hingga Gula Masih Mahal

&amp;ldquo;Kekhawatiran kami produksi padi Juni sampai Oktober (2024) dikarenakan luas tanam pada Februari 2024 ini lebih renda dibandingkan periode 2019-2023,&amp;rdquo; ujar Amran, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (13/3/2024).
Kekhawatiran itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dimana BPS merilis bahwa luas tanam padi selama masa tanam Oktober 2023 hingga Februari 2024 hanya mencapai 5,4 juta ton saja. Artinya, ada penurunan seluas 1,9 juta hektar atau ambruk 26,2 persen dibandingkan tahun lalu.

BACA JUGA:
Harga Beras Impor Thailand Lebih Murah Dibanding Lokal

Amran menyebut, penurunan luas tanam sangat berpengaruh besar pada luas panen. Selanjutnya, akan berdampak pada penurunan produksi beras secara nasional.
&amp;ldquo;Dengan periode yang sama tahun 2015-2019 yaitu 7,44 juta hektare, penurunan luas tanam ini sangat berpengaruh luas panen yang berdampak pada penurunan produksi padi yang dihadirkan,&amp;rdquo; papar dia.Kementan juga mencatat luas tanam padi pada Februari 2024 ini lebih renda dibandingkan periode 2019-2023. Dampaknya pun yang sudah dirasakan saat ini, salah satunya kenaikan harga beras hingga mencapai 56 persen.
&amp;ldquo;Karena itu kondisi beras naik kurang lebih 56% akibat dampak el nino, karena itu kami menganggap kondisi ini merupakan darurat pangan yang harus segera dicarikan solusi,&amp;rdquo; bebernya.</content:encoded></item></channel></rss>
