<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nelayan Cuan, RI Geber Ekspor Rajungan</title><description>KKP melakukan berbagai upaya untuk memasarkan produk rajungan Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982903/nelayan-cuan-ri-geber-ekspor-rajungan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982903/nelayan-cuan-ri-geber-ekspor-rajungan"/><item><title>Nelayan Cuan, RI Geber Ekspor Rajungan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982903/nelayan-cuan-ri-geber-ekspor-rajungan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/320/2982903/nelayan-cuan-ri-geber-ekspor-rajungan</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2024 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/320/2982903/nelayan-cuan-ri-geber-ekspor-rajungan-lq4IGz3eHG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI Dorong Ekspor Rajungan. (Foto: Okezone.com/KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/320/2982903/nelayan-cuan-ri-geber-ekspor-rajungan-lq4IGz3eHG.jpg</image><title>RI Dorong Ekspor Rajungan. (Foto: Okezone.com/KKP)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai upaya untuk memasarkan produk rajungan Indonesia. Hal ini guna mendorong kesejahteraan masyarakat yang melakukan budidaya komoditas tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun mendorong jajarannya untuk meningkatkan produksi rajungan.
&quot;Langkah tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari dan membudidayakan komoditas rajungan,&quot; ujarnya, Rabu (13/3/2024).

BACA JUGA:
Menteri KKP Imbau Perguruan Tinggi Ikut Wujudkan Indonesia Emas 2024

KKP juga menggandeng Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara dan Startup Fishlog guna memperkuat pemasaran rajungan tangkapan nelayan.
&quot;Rajungan merupakan salah satu dari 5 komoditas prioritas KKP dan tentu kami akan berkomitmen untuk menjaga komoditas ini sebagai produk perikanan sustainable yang diperoleh dengan cara-cara yang ramah lingkungan,&quot; ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo.

BACA JUGA:
Menteri KKP Sebut Nelayan Sejahtera saat Konsumsi Ikan Meningkat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Budi memaparkan nilai ekspor rajungan mencapai USD448 juta pada tahun 2023. Selain itu, secara sosial, komoditas ini memberikan penghidupan bagi sekitar 90.000 nelayan rajungan dan 180.000 pengupas yang mengolah rajungan.
Adapun Forum Komunikasi (Forkom) Rajungan Jepara merupakan kumpulan nelayan rajungan yang menangkap dan menjual rajungan ke pengepul. &quot;Dari sisi hulu, Sustainable Fisheries Partnership (SFP) telah mendampingi para nelayan untuk menerapkan penangkapan rajungan secara berkelanjutan,&quot; urai Budi.Karenanya, melalui nota kesepahaman antara Ditjen PDSPKP dengan Forkom dan Fishlog, Budi memastikan kehadiran KKP dalam fasilitasi penguatan kelembagaan dan akses pasar, terutama untuk menjembatani dalam mendapatkan harga yang lebih fair dan transparan.
Selain itu, bersama dengan SFP dan Fishlog sedang memfasilitasi Forkom dalam pengembangan usaha rajungan yang memenuhi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan. Selanjutnya, melakukan pendampingan dalam mengembangkan ekosistem bisnis, termasuk membangun networking ke lembaga keuangan dan pemasaran.
&quot;Melalui skema ini, diharapkan akan terbentuk pola-pola usaha berbasis komunal,&quot; tutur Budi.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai upaya untuk memasarkan produk rajungan Indonesia. Hal ini guna mendorong kesejahteraan masyarakat yang melakukan budidaya komoditas tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun mendorong jajarannya untuk meningkatkan produksi rajungan.
&quot;Langkah tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari mencari dan membudidayakan komoditas rajungan,&quot; ujarnya, Rabu (13/3/2024).

BACA JUGA:
Menteri KKP Imbau Perguruan Tinggi Ikut Wujudkan Indonesia Emas 2024

KKP juga menggandeng Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara dan Startup Fishlog guna memperkuat pemasaran rajungan tangkapan nelayan.
&quot;Rajungan merupakan salah satu dari 5 komoditas prioritas KKP dan tentu kami akan berkomitmen untuk menjaga komoditas ini sebagai produk perikanan sustainable yang diperoleh dengan cara-cara yang ramah lingkungan,&quot; ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo.

BACA JUGA:
Menteri KKP Sebut Nelayan Sejahtera saat Konsumsi Ikan Meningkat&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Budi memaparkan nilai ekspor rajungan mencapai USD448 juta pada tahun 2023. Selain itu, secara sosial, komoditas ini memberikan penghidupan bagi sekitar 90.000 nelayan rajungan dan 180.000 pengupas yang mengolah rajungan.
Adapun Forum Komunikasi (Forkom) Rajungan Jepara merupakan kumpulan nelayan rajungan yang menangkap dan menjual rajungan ke pengepul. &quot;Dari sisi hulu, Sustainable Fisheries Partnership (SFP) telah mendampingi para nelayan untuk menerapkan penangkapan rajungan secara berkelanjutan,&quot; urai Budi.Karenanya, melalui nota kesepahaman antara Ditjen PDSPKP dengan Forkom dan Fishlog, Budi memastikan kehadiran KKP dalam fasilitasi penguatan kelembagaan dan akses pasar, terutama untuk menjembatani dalam mendapatkan harga yang lebih fair dan transparan.
Selain itu, bersama dengan SFP dan Fishlog sedang memfasilitasi Forkom dalam pengembangan usaha rajungan yang memenuhi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan. Selanjutnya, melakukan pendampingan dalam mengembangkan ekosistem bisnis, termasuk membangun networking ke lembaga keuangan dan pemasaran.
&quot;Melalui skema ini, diharapkan akan terbentuk pola-pola usaha berbasis komunal,&quot; tutur Budi.</content:encoded></item></channel></rss>
