<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengendali Banjir di Bekasi, Pembangunan Bendungan Cibeet Pakai Teknologi BIM</title><description>PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mendukung pengendalian banjir di  sejumlah titik wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/470/2982754/pengendali-banjir-di-bekasi-pembangunan-bendungan-cibeet-pakai-teknologi-bim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/470/2982754/pengendali-banjir-di-bekasi-pembangunan-bendungan-cibeet-pakai-teknologi-bim"/><item><title>Pengendali Banjir di Bekasi, Pembangunan Bendungan Cibeet Pakai Teknologi BIM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/470/2982754/pengendali-banjir-di-bekasi-pembangunan-bendungan-cibeet-pakai-teknologi-bim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/13/470/2982754/pengendali-banjir-di-bekasi-pembangunan-bendungan-cibeet-pakai-teknologi-bim</guid><pubDate>Rabu 13 Maret 2024 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/470/2982754/pengendali-banjir-di-bekasi-pembangunan-bendungan-cibeet-pakai-teknologi-bim-YgXRN8l6nU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan Cibeet jadi pengendali banjir (Foto: Waskita)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/470/2982754/pengendali-banjir-di-bekasi-pembangunan-bendungan-cibeet-pakai-teknologi-bim-YgXRN8l6nU.jpg</image><title>Bendungan Cibeet jadi pengendali banjir (Foto: Waskita)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOS80LzE3NTkzMi81L3g4cmFodDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mendukung pengendalian banjir di sejumlah titik wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang dengan membangun Bendungan Cibeet Paket III yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, membangun 2 bendungan yakni Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey yang besarnya tampungan air kedua bendungan ini diproyeksikan dapat memberikan manfaat untuk mengurangi banjir di Sungai Citarum Hilir sebesar 66%.

BACA JUGA:
Bendungan Cibeet dan Cijurey Rp9,2 Triliun Dibangun, Banjir di Bekasi dan Karawang Teratasi?


Mengutip dari laman Kementerian PUPR, Menteri Basuki Hadimuldjono mengatakan, pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey telah dimulai sejak September 2023.
&amp;ldquo;Dua bendungan ini dibangun untuk pengendalian banjir di hilir Sungai Citarum, seperti di Muara Gembong, Bekasi dan Karawang. Kami berharap masyarakat bisa mendukung pembangunan kedua bendungan ini, yang nantinya juga akan diikuti dengan pembangunan sejumlah tanggul di hilirnya,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki.

BACA JUGA:
Target Jokowi Bangun 61 Bendungan Bakal Molor ke 2025


Menteri Basuki juga menjelaskan sesuai kontrak berjalan, pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey masing-masing dikerjakan dalam tiga paket berbeda dan biaya pembangunan kedua bendungan menggunakan skema Multi Years Contract.
SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita mengatakan, pembangunan Bendungan Cibeet paket III ini dilakukan dengan cara joint operation dengan PT Bumi Karsa, PT Bangkit Berkah Perkasa, PT Karya Pembangunan Rezki (KSO).
&amp;rdquo;Bendungan Cibeet nantinya dapat dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian dengan lahan seluas 1.037 Ha di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang serta sebagai pembangkit tenaga listrik dengan daya sebesar 0,25 MW,&amp;rdquo; ucapnya.
Untuk diketahui, Waskita meraih nilai kontrak paket pekerjaan untuk  pembangunan Bendungan Cibeet Paket III sebesar Rp1,5 triliun.  &amp;ldquo;Pembangunan yang didanai menggunakan dana APBN ini nantinya diharapkan  sebagai reduksi banjir pada hilir Sungai Citarum dengan kapasitas 300,33  m3/detik juga sebagai pasokan air baku sebesar 3,77 m3/detik untuk  beberapa Kabupaten dan daerah industri,&amp;rdquo; tambah Ermy.
Pembangunan Bendungan Cibeet dikerjakan selama 1860 hari, dimulai  September 2023 dan direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2028.  Sementara itu untuk lingkup pekerjaan Waskita meliputi Pekerjaan  Persiapan, Pekerjaan Jalan, Bendungan Utama, Bangunan pelimpah, Bangunan  Pengambilan Pekerjaan Hidromkanikal dan Elektrikal, Penyelenggaraan  Sistem Manajemen Konstruksi (SMKK), Pekerjaan Area Genangan dan  Pekerjaan Relokasi.
Dalam menunjang pekerjaan proyek dapat berjalan dengan lancar, Tim  Proyek Waskita melakukan pengembangan digitalisasi, salah satunya dengan  implementasi BIM (Building Information Modeling) dalam pekerjaan proyek  Bendungan Cibeet Paket III.
&amp;ldquo;BIM ini mampu membuat pekerjaan menjadi sangat efisien sehingga  pekerjaan proyek bisa selesai lebih cepat, hemat dan pastinya dengan  hasil kualitas yang baik. Selain itu, Waskita juga memberdayakan pekerja  lokal pada setiap proyek yang dikerjakan. Ini juga menunjukkan adanya  kolaborasi yang baik antara tim proyek dengan masyarakat sekitar,&quot; kata  Ermy.
Selain BIM, Waskita juga selalu mendorong pengembangan green  construction di setiap proyek-proyek yang dikerjakan termasuk pada 8  paket proyek bendungan lainnya yang kini tengah dikerjakan yakni,  Bendungan Bener Paket II, Bendungan Jlantah, Bendungan Tiga Dihaji,  Bendungan Rukoh Paket II, Bendungan Jragung Paket I, Bendungan Mbay,  Bendungan Karangnongko dan Bendungan Temef.
&amp;ldquo;Penerapan green construction ini merupakan salah satu upaya  Perseroan dalam meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem,  memperbaiki kualitas udara, mereduksi limbah serta konservasi sumber  daya alam,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMS8wOS80LzE3NTkzMi81L3g4cmFodDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mendukung pengendalian banjir di sejumlah titik wilayah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang dengan membangun Bendungan Cibeet Paket III yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, membangun 2 bendungan yakni Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey yang besarnya tampungan air kedua bendungan ini diproyeksikan dapat memberikan manfaat untuk mengurangi banjir di Sungai Citarum Hilir sebesar 66%.

BACA JUGA:
Bendungan Cibeet dan Cijurey Rp9,2 Triliun Dibangun, Banjir di Bekasi dan Karawang Teratasi?


Mengutip dari laman Kementerian PUPR, Menteri Basuki Hadimuldjono mengatakan, pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey telah dimulai sejak September 2023.
&amp;ldquo;Dua bendungan ini dibangun untuk pengendalian banjir di hilir Sungai Citarum, seperti di Muara Gembong, Bekasi dan Karawang. Kami berharap masyarakat bisa mendukung pembangunan kedua bendungan ini, yang nantinya juga akan diikuti dengan pembangunan sejumlah tanggul di hilirnya,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki.

BACA JUGA:
Target Jokowi Bangun 61 Bendungan Bakal Molor ke 2025


Menteri Basuki juga menjelaskan sesuai kontrak berjalan, pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey masing-masing dikerjakan dalam tiga paket berbeda dan biaya pembangunan kedua bendungan menggunakan skema Multi Years Contract.
SVP Corporate Secretary Perseroan Ermy Puspa Yunita mengatakan, pembangunan Bendungan Cibeet paket III ini dilakukan dengan cara joint operation dengan PT Bumi Karsa, PT Bangkit Berkah Perkasa, PT Karya Pembangunan Rezki (KSO).
&amp;rdquo;Bendungan Cibeet nantinya dapat dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian dengan lahan seluas 1.037 Ha di Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang serta sebagai pembangkit tenaga listrik dengan daya sebesar 0,25 MW,&amp;rdquo; ucapnya.
Untuk diketahui, Waskita meraih nilai kontrak paket pekerjaan untuk  pembangunan Bendungan Cibeet Paket III sebesar Rp1,5 triliun.  &amp;ldquo;Pembangunan yang didanai menggunakan dana APBN ini nantinya diharapkan  sebagai reduksi banjir pada hilir Sungai Citarum dengan kapasitas 300,33  m3/detik juga sebagai pasokan air baku sebesar 3,77 m3/detik untuk  beberapa Kabupaten dan daerah industri,&amp;rdquo; tambah Ermy.
Pembangunan Bendungan Cibeet dikerjakan selama 1860 hari, dimulai  September 2023 dan direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2028.  Sementara itu untuk lingkup pekerjaan Waskita meliputi Pekerjaan  Persiapan, Pekerjaan Jalan, Bendungan Utama, Bangunan pelimpah, Bangunan  Pengambilan Pekerjaan Hidromkanikal dan Elektrikal, Penyelenggaraan  Sistem Manajemen Konstruksi (SMKK), Pekerjaan Area Genangan dan  Pekerjaan Relokasi.
Dalam menunjang pekerjaan proyek dapat berjalan dengan lancar, Tim  Proyek Waskita melakukan pengembangan digitalisasi, salah satunya dengan  implementasi BIM (Building Information Modeling) dalam pekerjaan proyek  Bendungan Cibeet Paket III.
&amp;ldquo;BIM ini mampu membuat pekerjaan menjadi sangat efisien sehingga  pekerjaan proyek bisa selesai lebih cepat, hemat dan pastinya dengan  hasil kualitas yang baik. Selain itu, Waskita juga memberdayakan pekerja  lokal pada setiap proyek yang dikerjakan. Ini juga menunjukkan adanya  kolaborasi yang baik antara tim proyek dengan masyarakat sekitar,&quot; kata  Ermy.
Selain BIM, Waskita juga selalu mendorong pengembangan green  construction di setiap proyek-proyek yang dikerjakan termasuk pada 8  paket proyek bendungan lainnya yang kini tengah dikerjakan yakni,  Bendungan Bener Paket II, Bendungan Jlantah, Bendungan Tiga Dihaji,  Bendungan Rukoh Paket II, Bendungan Jragung Paket I, Bendungan Mbay,  Bendungan Karangnongko dan Bendungan Temef.
&amp;ldquo;Penerapan green construction ini merupakan salah satu upaya  Perseroan dalam meningkatkan dan melindungi keragaman ekosistem,  memperbaiki kualitas udara, mereduksi limbah serta konservasi sumber  daya alam,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
