<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Eceran Tetap Kuat di Februari 2024, Ini Pendorongnya</title><description>BI mencatat kinerja penjualan eceran pada Februari 2024 diprakirakan meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983205/penjualan-eceran-tetap-kuat-di-februari-2024-ini-pendorongnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983205/penjualan-eceran-tetap-kuat-di-februari-2024-ini-pendorongnya"/><item><title>Penjualan Eceran Tetap Kuat di Februari 2024, Ini Pendorongnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983205/penjualan-eceran-tetap-kuat-di-februari-2024-ini-pendorongnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983205/penjualan-eceran-tetap-kuat-di-februari-2024-ini-pendorongnya</guid><pubDate>Kamis 14 Maret 2024 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/14/320/2983205/penjualan-eceran-tetap-kuat-di-februari-2024-ini-pendorongnya-5YgXM51Gaw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Eceran Bank Indonesia. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/14/320/2983205/penjualan-eceran-tetap-kuat-di-februari-2024-ini-pendorongnya-5YgXM51Gaw.jpg</image><title>Harga Eceran Bank Indonesia. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Februari 2024 diprakirakan meningkat. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2024 yang secara tahunan tumbuh 3,6% (yoy) dan mencapai 208,5.
&amp;ldquo;Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya pertumbuhan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta membaiknya Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi,&amp;rdquo; tulis Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Kamis (14/3/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut APBN Bisa Pulih Tanpa Korbankan Kinerja Ekonomi

Secara bulanan, angka pertumbuhan juga mencatat perbaikan meskipun masih dalam zona kontraksi.
Perbaikan ini didorong peningkatan kegiatan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Pemilu 2024, dan persiapan kebutuhan menjelang bulan Ramadan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut 29 Juta UMKM Tak Bisa Akses Pembiayaan, Kok Bisa?

Peningkatan terutama terjadi pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, diikuti Kelompok Barang Lainnya pada Subkelompok Sandang, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Pada Januari 2024, IPR secara tahunan mencapai 210,5 atau tumbuh 1,1% (yoy).Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan penjualan pada Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, sementara Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi mengalami perbaikan meski masih terkontraksi.
Kemudian secara bulanan, pertumbuhan penjualan eceran mengalami kontraksi 3,5% (mtm), sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah berakhirnya HBKN Natal dan tahun baru 2024 serta kondisi cuaca yang kurang baik.
Penurunan terutama terjadi pada Kelompok Barang Lainnya Subkelompok Sandang, Peralatan Informasi dan Komunikasi, serta Barang Budaya dan Rekreasi.
Dari sisi harga, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April dan Juli 2024 tercatat masing-masing sebesar 165,9 dan 146,7.
IEH April meningkat didorong perkiraan kenaikan harga saat HBKN Idulfitri 2024, sementara peningkatan IEH Juli didorong oleh liburan sekolah dan dimulainya tahun ajaran baru 2024.
Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Penjualan Eceran di website Bank Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada Februari 2024 diprakirakan meningkat. Hal tersebut tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2024 yang secara tahunan tumbuh 3,6% (yoy) dan mencapai 208,5.
&amp;ldquo;Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya pertumbuhan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta membaiknya Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi,&amp;rdquo; tulis Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, Kamis (14/3/2024).

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut APBN Bisa Pulih Tanpa Korbankan Kinerja Ekonomi

Secara bulanan, angka pertumbuhan juga mencatat perbaikan meskipun masih dalam zona kontraksi.
Perbaikan ini didorong peningkatan kegiatan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Pemilu 2024, dan persiapan kebutuhan menjelang bulan Ramadan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut 29 Juta UMKM Tak Bisa Akses Pembiayaan, Kok Bisa?

Peningkatan terutama terjadi pada Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, diikuti Kelompok Barang Lainnya pada Subkelompok Sandang, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Pada Januari 2024, IPR secara tahunan mencapai 210,5 atau tumbuh 1,1% (yoy).Kinerja penjualan eceran tersebut ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan penjualan pada Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya serta Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, sementara Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi mengalami perbaikan meski masih terkontraksi.
Kemudian secara bulanan, pertumbuhan penjualan eceran mengalami kontraksi 3,5% (mtm), sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat setelah berakhirnya HBKN Natal dan tahun baru 2024 serta kondisi cuaca yang kurang baik.
Penurunan terutama terjadi pada Kelompok Barang Lainnya Subkelompok Sandang, Peralatan Informasi dan Komunikasi, serta Barang Budaya dan Rekreasi.
Dari sisi harga, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) April dan Juli 2024 tercatat masing-masing sebesar 165,9 dan 146,7.
IEH April meningkat didorong perkiraan kenaikan harga saat HBKN Idulfitri 2024, sementara peningkatan IEH Juli didorong oleh liburan sekolah dan dimulainya tahun ajaran baru 2024.
Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Penjualan Eceran di website Bank Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
