<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp15.580</title><description>Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah tipis 5 poin ke level Rp15.580 pada Kamis (14/3/2024).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983323/dolar-as-perkasa-rupiah-ditutup-lesu-ke-rp15-580</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983323/dolar-as-perkasa-rupiah-ditutup-lesu-ke-rp15-580"/><item><title>Dolar AS Perkasa, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp15.580</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983323/dolar-as-perkasa-rupiah-ditutup-lesu-ke-rp15-580</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/320/2983323/dolar-as-perkasa-rupiah-ditutup-lesu-ke-rp15-580</guid><pubDate>Kamis 14 Maret 2024 16:47 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/14/320/2983323/dolar-as-perkasa-rupiah-ditutup-lesu-ke-rp15-580-ajmY4K75d9.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah melemah hari ini. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/14/320/2983323/dolar-as-perkasa-rupiah-ditutup-lesu-ke-rp15-580-ajmY4K75d9.jpeg</image><title>Rupiah melemah hari ini. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah tipis 5 poin ke level Rp15.580 pada Kamis (14/3/2024).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS menguat setelah pembacaan data  CPI yang kuat membuat fokus pasar beralih ke pembacaan inflasi PPI dan penjualan ritel yang akan datang, yang akan dirilis pada hari Kamis. Keduanya diperkirakan akan menjadi faktor dalam pandangan Federal Reserve mengenai suku bunga.

BACA JUGA:
Uang Koin Rupiah Pernah Dipakai di Piala Dunia, Ini Penampakannya

&quot;Data tersebut juga muncul sebelum pertemuan Fed minggu depan, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dan memberi sinyal tidak ada rencana segera untuk mulai melonggarkan kebijakan,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya.
Sejumlah pejabat Fed telah memperingatkan bahwa penurunan suku bunga sebagian besar akan ditentukan oleh laju inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

BACA JUGA:
Dolar AS Keok, Rupiah Kembali Ditutup Perkasa ke Rp15.590/USD

Inflasi yang kaku dan inflasi yang lebih tinggi adalah dua pertimbangan terbesar bagi Bank of Japan untuk mulai mengurangi suku bunga negatif dan kebijakan pengendalian kurva imbal hasil (YCC).BOJ akan mengadakan pertemuan minggu depan, dengan laporan media menunjukkan bahwa diakhirinya suku bunga negatif dan YCC dapat dilakukan pada saat itu atau pada pertemuan bulan April. Tanda-tanda ketahanan perekonomian Jepang baru-baru ini juga semakin memperkuat ekspektasi BOJ yang tidak terlalu dovish.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan survei konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2024 menurun. Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 berada di level 123,1, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 125.
Meski demikian, selama Februari 2024 keyakinan konsumen terpantau tetap optimis pada seluruh kategori pengeluaran. Peningkatan optimisme tercatat pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta. Berdasarkan usia, keyakinan konsumen pada Februari 2024 juga terpantau optimis utamanya pada kelompok usia 20-40 tahun.
Dengan demikian, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah tipis di rentang Rp15.550 - Rp15.620.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah ditutup melemah tipis 5 poin ke level Rp15.580 pada Kamis (14/3/2024).
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS menguat setelah pembacaan data  CPI yang kuat membuat fokus pasar beralih ke pembacaan inflasi PPI dan penjualan ritel yang akan datang, yang akan dirilis pada hari Kamis. Keduanya diperkirakan akan menjadi faktor dalam pandangan Federal Reserve mengenai suku bunga.

BACA JUGA:
Uang Koin Rupiah Pernah Dipakai di Piala Dunia, Ini Penampakannya

&quot;Data tersebut juga muncul sebelum pertemuan Fed minggu depan, di mana bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil dan memberi sinyal tidak ada rencana segera untuk mulai melonggarkan kebijakan,&quot; tulis Ibrahim dalam risetnya.
Sejumlah pejabat Fed telah memperingatkan bahwa penurunan suku bunga sebagian besar akan ditentukan oleh laju inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

BACA JUGA:
Dolar AS Keok, Rupiah Kembali Ditutup Perkasa ke Rp15.590/USD

Inflasi yang kaku dan inflasi yang lebih tinggi adalah dua pertimbangan terbesar bagi Bank of Japan untuk mulai mengurangi suku bunga negatif dan kebijakan pengendalian kurva imbal hasil (YCC).BOJ akan mengadakan pertemuan minggu depan, dengan laporan media menunjukkan bahwa diakhirinya suku bunga negatif dan YCC dapat dilakukan pada saat itu atau pada pertemuan bulan April. Tanda-tanda ketahanan perekonomian Jepang baru-baru ini juga semakin memperkuat ekspektasi BOJ yang tidak terlalu dovish.
Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan survei konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2024 menurun. Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 berada di level 123,1, dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 125.
Meski demikian, selama Februari 2024 keyakinan konsumen terpantau tetap optimis pada seluruh kategori pengeluaran. Peningkatan optimisme tercatat pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta. Berdasarkan usia, keyakinan konsumen pada Februari 2024 juga terpantau optimis utamanya pada kelompok usia 20-40 tahun.
Dengan demikian, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah tipis di rentang Rp15.550 - Rp15.620.</content:encoded></item></channel></rss>
