<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Raja Terkaya Sepanjang Masa, Berangkatkan 60.000 Orang Naik Haji</title><description>Kisah raja terkaya sepanjang masa, Mansa Musa yang ternyata seorang Muslim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/455/2982508/kisah-raja-terkaya-sepanjang-masa-berangkatkan-60-000-orang-naik-haji</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/455/2982508/kisah-raja-terkaya-sepanjang-masa-berangkatkan-60-000-orang-naik-haji"/><item><title>Kisah Raja Terkaya Sepanjang Masa, Berangkatkan 60.000 Orang Naik Haji</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/455/2982508/kisah-raja-terkaya-sepanjang-masa-berangkatkan-60-000-orang-naik-haji</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/455/2982508/kisah-raja-terkaya-sepanjang-masa-berangkatkan-60-000-orang-naik-haji</guid><pubDate>Kamis 14 Maret 2024 03:31 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Amirah Nasution</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/13/455/2982508/kisah-raja-terkaya-sepanjang-masa-berangkatkan-60-000-orang-naik-haji-grUR1UBN5A.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah raja terkaya Mansa Musa (Foto: Wikimediacommons)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/13/455/2982508/kisah-raja-terkaya-sepanjang-masa-berangkatkan-60-000-orang-naik-haji-grUR1UBN5A.jpg</image><title>Kisah raja terkaya Mansa Musa (Foto: Wikimediacommons)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC83LzE3NzQ1MC81L3g4dDAwbXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Kisah raja terkaya sepanjang masa, Mansa Musa yang ternyata seorang Muslim. Sang raja berangkatkan 60.000 orang naik Haji.
Mansa Musa lahir tahun 1280 di keluarga para penguasa. Saudara laki-lakinya, Mansa Abu-Bakr, memerintah kerajaan mereka hingga tahun 1312, ketika ia turun takhta untuk pergi dalam sebuah ekspedisi.

BACA JUGA:
Deretan Orang Terkaya Pemilik Hotel Mewah di Indonesia


Menurut sejarawan Suriah abad ke-14, Shibab al-Umari, Abu-Bakr terobsesi dengan Samudera Atlantik dan segala sesuatu yang ada di baliknya.
Ia dikabarkan berangkat dalam sebuah ekspedisi dengan armada sebanyak 2.000 kapal serta ribuan pria, perempuan, dan budak. Mereka pergi berlayar, namun tak pernah kembali.

BACA JUGA:
Mengenal Orang Terkaya Sepanjang Masa, Seorang Muslim Taat


Beberapa sejarawan, seperti mendiang sejarawan Amerika Ivan Van Sertima, berasumsi bahwa rombongan Abu-Bakr berhasil mencapai Amerika Selatan. Namun tak ada bukti yang mendukung asumsi tersebut.
Bagaimana pun, akhirnya Mansa Musa lah yang mewarisi takhta yang ditinggalkan sang saudara laki-laki. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Mali berkembang pesat. Ia berhasil menguasai 24 kota baru, termasuk Timbuktu.
Kerajaan tersebut membentang sepanjang 3.128 kilometer, dari Samudera Atlantik hingga daerah yang kini merupakan Niger, termasuk kawasan-kawasan yang kini menjadi Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Gambia, Guinea-Bissau, Republik Guinea, dan Pantai Gading.
Dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, sumber daya alam yang  dimiliki Kerajaan Mali pun sangat besar, termasuk emas dan garam. Pada  masa kekuasaan Mansa Musa, Kerajaan Mali memiliki hampir separuh jumlah  emas yang beredar di kawasan Dunia Lama - negeri-negeri di Afrika, Asia  dan Eropa - menurut British Museum.
Dan semuanya milik sang raja.
&quot;Sebagai penguasa, Mansa Musa punya akses yang hampir tidak terbatas  terhadap sumber-sumber kekayaan paling bernilai pada abad pertengahan,&quot;  ujar Spesialis Seni Afrika di Block Museum of Art di Universitas  Northwestern, Kathleen Bickford Berzock dilansir dari BBC, Rabu  (12/3/2024).
&quot;Pusat-pusat perdagangan besar yang menggunakan emas dan komoditas  lain sebagai alat tukar juga berada di daerah kekuasaannya, dan ia  memperoleh kekayaannya dari aktivitas perdagangan tersebut,&quot; tambahnya.
Walaupun Kerajaan Mali menjadi sumber emas, kerajaan tersebut tidak  banyak dikenal. Hal ini berubah ketika Mansa Musa, seorang Muslim yang  taat, memutuskan untuk berhaji ke Mekah, melalui Gurun Sahara dan Mesir.
Sang raja dikabarkan berangkat dari Mali bersama dengan rombongan berisi 60.000 orang.
Ia membawa serta seluruh pejabat dan hakim-hakim kerajaan, pasukan  tentara, penghibur, pedagang, penunggang unta dan 12.000 budaknya, juga  sejumlah kambing dan sapi untuk persediaan makanan.
Rombongannya tampak seperti sebuah kota yang bergerak melalui gurun.
Kota yang para penghuninya, termasuk para budaknya, mengenakan  pakaian dengan brokat emas dan sutra Persia terbaik. Ratusan unta  beruntun, masing-masing mengangkut ratusan kilogram emas murni.
Benar-benar sebuah pemandangan luar biasa. Dan pemandangan itu tampak  lebih mewah saat rombongannya mencapai Kairo, di mana mereka dapat  benar-benar menunjukkan kekayaan mereka.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yMC83LzE3NzQ1MC81L3g4dDAwbXc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;
JAKARTA - Kisah raja terkaya sepanjang masa, Mansa Musa yang ternyata seorang Muslim. Sang raja berangkatkan 60.000 orang naik Haji.
Mansa Musa lahir tahun 1280 di keluarga para penguasa. Saudara laki-lakinya, Mansa Abu-Bakr, memerintah kerajaan mereka hingga tahun 1312, ketika ia turun takhta untuk pergi dalam sebuah ekspedisi.

BACA JUGA:
Deretan Orang Terkaya Pemilik Hotel Mewah di Indonesia


Menurut sejarawan Suriah abad ke-14, Shibab al-Umari, Abu-Bakr terobsesi dengan Samudera Atlantik dan segala sesuatu yang ada di baliknya.
Ia dikabarkan berangkat dalam sebuah ekspedisi dengan armada sebanyak 2.000 kapal serta ribuan pria, perempuan, dan budak. Mereka pergi berlayar, namun tak pernah kembali.

BACA JUGA:
Mengenal Orang Terkaya Sepanjang Masa, Seorang Muslim Taat


Beberapa sejarawan, seperti mendiang sejarawan Amerika Ivan Van Sertima, berasumsi bahwa rombongan Abu-Bakr berhasil mencapai Amerika Selatan. Namun tak ada bukti yang mendukung asumsi tersebut.
Bagaimana pun, akhirnya Mansa Musa lah yang mewarisi takhta yang ditinggalkan sang saudara laki-laki. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Mali berkembang pesat. Ia berhasil menguasai 24 kota baru, termasuk Timbuktu.
Kerajaan tersebut membentang sepanjang 3.128 kilometer, dari Samudera Atlantik hingga daerah yang kini merupakan Niger, termasuk kawasan-kawasan yang kini menjadi Senegal, Mauritania, Mali, Burkina Faso, Niger, Gambia, Guinea-Bissau, Republik Guinea, dan Pantai Gading.
Dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, sumber daya alam yang  dimiliki Kerajaan Mali pun sangat besar, termasuk emas dan garam. Pada  masa kekuasaan Mansa Musa, Kerajaan Mali memiliki hampir separuh jumlah  emas yang beredar di kawasan Dunia Lama - negeri-negeri di Afrika, Asia  dan Eropa - menurut British Museum.
Dan semuanya milik sang raja.
&quot;Sebagai penguasa, Mansa Musa punya akses yang hampir tidak terbatas  terhadap sumber-sumber kekayaan paling bernilai pada abad pertengahan,&quot;  ujar Spesialis Seni Afrika di Block Museum of Art di Universitas  Northwestern, Kathleen Bickford Berzock dilansir dari BBC, Rabu  (12/3/2024).
&quot;Pusat-pusat perdagangan besar yang menggunakan emas dan komoditas  lain sebagai alat tukar juga berada di daerah kekuasaannya, dan ia  memperoleh kekayaannya dari aktivitas perdagangan tersebut,&quot; tambahnya.
Walaupun Kerajaan Mali menjadi sumber emas, kerajaan tersebut tidak  banyak dikenal. Hal ini berubah ketika Mansa Musa, seorang Muslim yang  taat, memutuskan untuk berhaji ke Mekah, melalui Gurun Sahara dan Mesir.
Sang raja dikabarkan berangkat dari Mali bersama dengan rombongan berisi 60.000 orang.
Ia membawa serta seluruh pejabat dan hakim-hakim kerajaan, pasukan  tentara, penghibur, pedagang, penunggang unta dan 12.000 budaknya, juga  sejumlah kambing dan sapi untuk persediaan makanan.
Rombongannya tampak seperti sebuah kota yang bergerak melalui gurun.
Kota yang para penghuninya, termasuk para budaknya, mengenakan  pakaian dengan brokat emas dan sutra Persia terbaik. Ratusan unta  beruntun, masing-masing mengangkut ratusan kilogram emas murni.
Benar-benar sebuah pemandangan luar biasa. Dan pemandangan itu tampak  lebih mewah saat rombongannya mencapai Kairo, di mana mereka dapat  benar-benar menunjukkan kekayaan mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
