<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Keluhan Calon Investor IKN, Jokowi Minta Badan Otorita Bikin Kanal Pengaduan Khusus</title><description>Basuki Hadimuljono menyatakan sudah banyak keluhan calon investor di Ibu Kota Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983186/banyak-keluhan-calon-investor-ikn-jokowi-minta-badan-otorita-bikin-kanal-pengaduan-khusus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983186/banyak-keluhan-calon-investor-ikn-jokowi-minta-badan-otorita-bikin-kanal-pengaduan-khusus"/><item><title>Banyak Keluhan Calon Investor IKN, Jokowi Minta Badan Otorita Bikin Kanal Pengaduan Khusus</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983186/banyak-keluhan-calon-investor-ikn-jokowi-minta-badan-otorita-bikin-kanal-pengaduan-khusus</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983186/banyak-keluhan-calon-investor-ikn-jokowi-minta-badan-otorita-bikin-kanal-pengaduan-khusus</guid><pubDate>Kamis 14 Maret 2024 13:31 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/14/470/2983186/banyak-keluhan-calon-investor-ikn-jokowi-minta-badan-otorita-bikin-kanal-pengaduan-khusus-CKNiRCixK3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluhan Investor di IKN Nusantara (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/14/470/2983186/banyak-keluhan-calon-investor-ikn-jokowi-minta-badan-otorita-bikin-kanal-pengaduan-khusus-CKNiRCixK3.jpg</image><title>Keluhan Investor di IKN Nusantara (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan sudah banyak keluhan calon investor di Ibu Kota Nusantara (IKN) kepada Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, setidaknya ada dua hal aduan yang paling banyak masuk dari para calon investor di IKN. Pertama soal kesiapan lahan untuk investasi, dan proses bisnis yang dianggap masih cukup lambat.

BACA JUGA:
Jokowi Setujui Tanah di IKN Boleh Dijual ke Investor, Berapa Harganya?

&quot;Ada dua hal yang diarahkan oleh bapak Presiden khususnya untuk kesiapan lahan untuk investasi dan percepatan investasi karena beliau banyak mendapat keluhan-keluhan dari investor tentang kecepatan investasi di IKN,&quot; ujar Menteri Basuki dalam konferensi pers di Istana Negara (13/3/2024).
Berkaitan dengan dua masalah tersebut, Menteri Basuki mengatakan, Presiden Jokowi meminta untuk membangun satu kanal khusus pengaduan calon investor IKN, agar keluhannya dapat segera direspon oleh Badan Otorita.

BACA JUGA:
IKN Jadi Contoh Transformasi Kerja Cepat, Tidak Ada Lagi Berbelit-belit dan Lambat

&quot;Arahan beliau (Presiden Jokowi) ada dua, agar disediakan desk untuk pengaduan investasi untuk calon investor, dan juga agar disiapkan pic-pic untuk menangani atau berkomunikasi dengan investor,&quot; sambung Menteri Basuki.Lebih lanjut dijelaskan, PIC tersebut nantinya diharapkan bisa mengawal seluruh proses perencanaan hingga realisasi investasi dari para pemilik modal, baik asing maupun pengusaha dalam negeri.
Bahkan dikatakan Menteri Basuki, PIC untuk para investor tersebut juga paling banyak hanya menangani 5 investor saja. Sehingga bisa menjalin komunikasi yang lebih intens terkait kebutuhan para calon investor di IKN nantinya.
&quot;Sehingga Investor itu bisa komunikasi Intens dengan pejabat IKN, itu yang namanya PIC itu. Karena Mungkin beliau (Presiden Jokowi) melihat mungkin ini ada kurang intensnya PIC,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan sudah banyak keluhan calon investor di Ibu Kota Nusantara (IKN) kepada Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, setidaknya ada dua hal aduan yang paling banyak masuk dari para calon investor di IKN. Pertama soal kesiapan lahan untuk investasi, dan proses bisnis yang dianggap masih cukup lambat.

BACA JUGA:
Jokowi Setujui Tanah di IKN Boleh Dijual ke Investor, Berapa Harganya?

&quot;Ada dua hal yang diarahkan oleh bapak Presiden khususnya untuk kesiapan lahan untuk investasi dan percepatan investasi karena beliau banyak mendapat keluhan-keluhan dari investor tentang kecepatan investasi di IKN,&quot; ujar Menteri Basuki dalam konferensi pers di Istana Negara (13/3/2024).
Berkaitan dengan dua masalah tersebut, Menteri Basuki mengatakan, Presiden Jokowi meminta untuk membangun satu kanal khusus pengaduan calon investor IKN, agar keluhannya dapat segera direspon oleh Badan Otorita.

BACA JUGA:
IKN Jadi Contoh Transformasi Kerja Cepat, Tidak Ada Lagi Berbelit-belit dan Lambat

&quot;Arahan beliau (Presiden Jokowi) ada dua, agar disediakan desk untuk pengaduan investasi untuk calon investor, dan juga agar disiapkan pic-pic untuk menangani atau berkomunikasi dengan investor,&quot; sambung Menteri Basuki.Lebih lanjut dijelaskan, PIC tersebut nantinya diharapkan bisa mengawal seluruh proses perencanaan hingga realisasi investasi dari para pemilik modal, baik asing maupun pengusaha dalam negeri.
Bahkan dikatakan Menteri Basuki, PIC untuk para investor tersebut juga paling banyak hanya menangani 5 investor saja. Sehingga bisa menjalin komunikasi yang lebih intens terkait kebutuhan para calon investor di IKN nantinya.
&quot;Sehingga Investor itu bisa komunikasi Intens dengan pejabat IKN, itu yang namanya PIC itu. Karena Mungkin beliau (Presiden Jokowi) melihat mungkin ini ada kurang intensnya PIC,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
