<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ridwan Kamil Ungkap Fakta Jakarta Terpaksa Jadi Ibu Kota Negara</title><description>Ridwan Kamil mengungkapkan fakta bahwa DKI Jakarta ternyata tidak pernah disiapkan untuk menjadi Ibu Kota negara sejak awal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983399/ridwan-kamil-ungkap-fakta-jakarta-terpaksa-jadi-ibu-kota-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983399/ridwan-kamil-ungkap-fakta-jakarta-terpaksa-jadi-ibu-kota-negara"/><item><title>Ridwan Kamil Ungkap Fakta Jakarta Terpaksa Jadi Ibu Kota Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983399/ridwan-kamil-ungkap-fakta-jakarta-terpaksa-jadi-ibu-kota-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/14/470/2983399/ridwan-kamil-ungkap-fakta-jakarta-terpaksa-jadi-ibu-kota-negara</guid><pubDate>Kamis 14 Maret 2024 20:18 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/14/470/2983399/ridwan-kamil-ungkap-fakta-jakarta-terpaksa-jadi-ibu-kota-negara-vSyjXcKD8U.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Jakarta Terpaksa Jadi Ibu Kota Negara. (Foto: Okezone.com/Feby)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/14/470/2983399/ridwan-kamil-ungkap-fakta-jakarta-terpaksa-jadi-ibu-kota-negara-vSyjXcKD8U.jfif</image><title>Jakarta Terpaksa Jadi Ibu Kota Negara. (Foto: Okezone.com/Feby)</title></images><description>JAKARTA - Kurator Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Ridwan Kamil mengungkapkan fakta bahwa DKI Jakarta ternyata tidak pernah disiapkan untuk menjadi Ibu Kota negara sejak awal.
Bahkan Jakarta adalah Ibu Kota yang tidak sengaja. Hal itu melihat jejak historis sejak masa pemerintahan kolonial Belanda yang pada saat itu menjadi pusat perekonomian, dan berlanjut pada masifnya pembangunan.

BACA JUGA:
Kantor PNS di IKN Siap Dipakai Juni 2024

&quot;Jakarta dari dulu tidak pernah disiapkan jadi ibu kota Republik Indonesia. Jakarta adalah Ibu Kota yang tidak sengaja, kepaksa, ya, maka kalau ditanya kenapa harus pindah ke IKN,&quot; ujar Ridwan Kamil dalam acara rakornas IKN di Jakarta, Kamis (14/3 2024).
Bahkan menurutnya, sejak dahulu Batavia yang saat ini berubah nama menjadi Jakarta memang sudah tidak layak untuk dinobatkan sebagai Ibukota negara. Hal tersebut lantaran Batavia kerap diterpa masalah penyakit menular.
&quot;Banyak penyakit, ada wabah seperti Covid namanya Malaria Sundanica, maka dipindahkanlah ibu kota kolonial Belanda itu ke Bandung. Kira-kira begitu,&quot; kata pria yang akrab disapa Kang Emil.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan Calon Investor IKN, Jokowi Minta Badan Otorita Bikin Kanal Pengaduan Khusus

Sehingga menurutnya, Pemindahan Ibukota atau pembangunan IKN merupakan wacana lama yang sudah tersusun oleh sejarah. Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda misalnya, Ibukota dipindahkan ke Bandung, namun tidak lama berselang penjajahan Jepang mulai masuk dan timbul depresi besar ekonomi, maka Ibukota gagal dipindahkan.
&quot;Jadi Bandung itu sebenarnya IKN kalau sejarah tidak bergeser. Bandung sudah dibikin pusat militer, makanya semua jenderal pasti lewat Bandung-Cimahi,&quot; katanya.Kemudian setelah Indonesia merdeka, Presiden pertama Soekarno juga menggagas hal serupa. Memindahkan Ibukota dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah sekitar tahun 1950. Hal tersebut juga tidak dapat diwujudkan karena masih dalam tahap pembenahan pasca kemerdekaan, sehingga isunya adalah soal anggaran negara.
Setelah itu, Presiden berikutnya, Soeharto juga berencana untuk memindahkan Ibukota negara ke Jonggol. Tapi juga tidak terwujud. Saat itu, dikatakan Ridwan Kamil, yang menjadi isu utama adalah soal krisis ekonomi dan politik yang melanda Indonesia.
&quot;Zaman Pak Harto ke Jonggol. Spekulan tanah, wah udah habisin tuh tanah di Bogor sana, eh kecele, keburu sejarah reformasi. Nah di era Pak Jokowi lah kebutuhan sejarah itu diputuskan (memindahkan ke IKN),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kurator Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Ridwan Kamil mengungkapkan fakta bahwa DKI Jakarta ternyata tidak pernah disiapkan untuk menjadi Ibu Kota negara sejak awal.
Bahkan Jakarta adalah Ibu Kota yang tidak sengaja. Hal itu melihat jejak historis sejak masa pemerintahan kolonial Belanda yang pada saat itu menjadi pusat perekonomian, dan berlanjut pada masifnya pembangunan.

BACA JUGA:
Kantor PNS di IKN Siap Dipakai Juni 2024

&quot;Jakarta dari dulu tidak pernah disiapkan jadi ibu kota Republik Indonesia. Jakarta adalah Ibu Kota yang tidak sengaja, kepaksa, ya, maka kalau ditanya kenapa harus pindah ke IKN,&quot; ujar Ridwan Kamil dalam acara rakornas IKN di Jakarta, Kamis (14/3 2024).
Bahkan menurutnya, sejak dahulu Batavia yang saat ini berubah nama menjadi Jakarta memang sudah tidak layak untuk dinobatkan sebagai Ibukota negara. Hal tersebut lantaran Batavia kerap diterpa masalah penyakit menular.
&quot;Banyak penyakit, ada wabah seperti Covid namanya Malaria Sundanica, maka dipindahkanlah ibu kota kolonial Belanda itu ke Bandung. Kira-kira begitu,&quot; kata pria yang akrab disapa Kang Emil.

BACA JUGA:
Banyak Keluhan Calon Investor IKN, Jokowi Minta Badan Otorita Bikin Kanal Pengaduan Khusus

Sehingga menurutnya, Pemindahan Ibukota atau pembangunan IKN merupakan wacana lama yang sudah tersusun oleh sejarah. Sejak masa pemerintahan kolonial Belanda misalnya, Ibukota dipindahkan ke Bandung, namun tidak lama berselang penjajahan Jepang mulai masuk dan timbul depresi besar ekonomi, maka Ibukota gagal dipindahkan.
&quot;Jadi Bandung itu sebenarnya IKN kalau sejarah tidak bergeser. Bandung sudah dibikin pusat militer, makanya semua jenderal pasti lewat Bandung-Cimahi,&quot; katanya.Kemudian setelah Indonesia merdeka, Presiden pertama Soekarno juga menggagas hal serupa. Memindahkan Ibukota dari Jakarta ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah sekitar tahun 1950. Hal tersebut juga tidak dapat diwujudkan karena masih dalam tahap pembenahan pasca kemerdekaan, sehingga isunya adalah soal anggaran negara.
Setelah itu, Presiden berikutnya, Soeharto juga berencana untuk memindahkan Ibukota negara ke Jonggol. Tapi juga tidak terwujud. Saat itu, dikatakan Ridwan Kamil, yang menjadi isu utama adalah soal krisis ekonomi dan politik yang melanda Indonesia.
&quot;Zaman Pak Harto ke Jonggol. Spekulan tanah, wah udah habisin tuh tanah di Bogor sana, eh kecele, keburu sejarah reformasi. Nah di era Pak Jokowi lah kebutuhan sejarah itu diputuskan (memindahkan ke IKN),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
