<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Indonesia Turun Jadi USD19,31 Miliar di Februari 2024</title><description>Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD19,31 miliar pada Februari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983546/ekspor-indonesia-turun-jadi-usd19-31-miliar-di-februari-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983546/ekspor-indonesia-turun-jadi-usd19-31-miliar-di-februari-2024"/><item><title>Ekspor Indonesia Turun Jadi USD19,31 Miliar di Februari 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983546/ekspor-indonesia-turun-jadi-usd19-31-miliar-di-februari-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983546/ekspor-indonesia-turun-jadi-usd19-31-miliar-di-februari-2024</guid><pubDate>Jum'at 15 Maret 2024 09:57 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/15/320/2983546/ekspor-indonesia-turun-jadi-usd19-31-miliar-di-februari-2024-pLFmBwJ8ZZ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Februari 2024 alami penurunan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/15/320/2983546/ekspor-indonesia-turun-jadi-usd19-31-miliar-di-februari-2024-pLFmBwJ8ZZ.jpeg</image><title>Ekspor Februari 2024 alami penurunan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2OC81L3g4dGs0OHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD19,31 miliar pada Februari 2024. Ekspor RI turun 5,79% dibandingkan Januari 2024 yang tercatat USD20,52 Miliar.

BACA JUGA:
Nelayan Cuan, RI Geber Ekspor Rajungan


Plt Kepala BPS Amalia W Widyasanti mengatakan, Ekspor migas tercatat USD1,22 miliar atau turun 12,93%. Sementara ekspor non migas turun 5,27% dengan nilai ekspor sebesar USD18,09 miliar.
&quot;Penurunan nilai ekspor Februari didorong oleh penurunan nilai ekspor nonmigas terutama pada besi dan baja dengan andil penurunan sebesar 3,26%, lemak dan minyak hewani nabati dengan andil 2,60% serta logam mulia dan perhiasan permata dengan andil penurunan sebesar 0,60%,&quot; tutur Amalia dalam konferensi pers hari ini, Kamis (15/1/2024).

BACA JUGA:
Mengenal Apa Itu Ekspor Impor Beserta Pengertian, Tujuan dan Contohnya


Amalia mengungkapkan, penurunan ekspor migas didorong oleh penurunan nilai ekspor gas dengan andil penurunan sebesar 1,58%.
Dikatakan Amalia, secara tahunan nilai ekspor Februari 2024 mengalami penurunan sebesar 9,45%. Katanya, kontraksi ini didorong oleh penurunan ekspor nonmigas terutama pada lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, dan besi baja.
Lebih lanjut Amalia menyampaikan, perkembangan ekspor nonmigas  menurut sektor pada Februari 2024, di mana total ekspor nonmigas sebesar  USD18,09 miliar.
&quot;Jika dirinci menurut sektor, sektor pertanian kehutanan dan  perikanan berkontribusi sebesar USD0,39 miliar, sektor pertambangan dan  lainnya USD4,05 miliar dan sektor industri pengolahan sebesar USD13,64  miliar,&quot; urainya.
Sementara itu, nilai ekspor nonmigas menurut sektor mengalami  peningkatan secara bulanan, kecuali pada sektor industri pengolahan yang  mengalami penurunan sebesar 9,22%. Penurunan nilai ekspor sektor  industri pengolahan utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor  minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, besi dan baja, barang  perhiasan dan barang berharga serta aluminium.
&quot;Secara tahunan semua sektor alami penurunan kecuali sektor pertanian  yang mengalami peningkatan 16,91%. Penurunan terdalam terjadi pada  sektor industri pengolahan yang turun sebesar 11,49%,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2OC81L3g4dGs0OHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai USD19,31 miliar pada Februari 2024. Ekspor RI turun 5,79% dibandingkan Januari 2024 yang tercatat USD20,52 Miliar.

BACA JUGA:
Nelayan Cuan, RI Geber Ekspor Rajungan


Plt Kepala BPS Amalia W Widyasanti mengatakan, Ekspor migas tercatat USD1,22 miliar atau turun 12,93%. Sementara ekspor non migas turun 5,27% dengan nilai ekspor sebesar USD18,09 miliar.
&quot;Penurunan nilai ekspor Februari didorong oleh penurunan nilai ekspor nonmigas terutama pada besi dan baja dengan andil penurunan sebesar 3,26%, lemak dan minyak hewani nabati dengan andil 2,60% serta logam mulia dan perhiasan permata dengan andil penurunan sebesar 0,60%,&quot; tutur Amalia dalam konferensi pers hari ini, Kamis (15/1/2024).

BACA JUGA:
Mengenal Apa Itu Ekspor Impor Beserta Pengertian, Tujuan dan Contohnya


Amalia mengungkapkan, penurunan ekspor migas didorong oleh penurunan nilai ekspor gas dengan andil penurunan sebesar 1,58%.
Dikatakan Amalia, secara tahunan nilai ekspor Februari 2024 mengalami penurunan sebesar 9,45%. Katanya, kontraksi ini didorong oleh penurunan ekspor nonmigas terutama pada lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, dan besi baja.
Lebih lanjut Amalia menyampaikan, perkembangan ekspor nonmigas  menurut sektor pada Februari 2024, di mana total ekspor nonmigas sebesar  USD18,09 miliar.
&quot;Jika dirinci menurut sektor, sektor pertanian kehutanan dan  perikanan berkontribusi sebesar USD0,39 miliar, sektor pertambangan dan  lainnya USD4,05 miliar dan sektor industri pengolahan sebesar USD13,64  miliar,&quot; urainya.
Sementara itu, nilai ekspor nonmigas menurut sektor mengalami  peningkatan secara bulanan, kecuali pada sektor industri pengolahan yang  mengalami penurunan sebesar 9,22%. Penurunan nilai ekspor sektor  industri pengolahan utamanya disebabkan oleh penurunan nilai ekspor  minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, besi dan baja, barang  perhiasan dan barang berharga serta aluminium.
&quot;Secara tahunan semua sektor alami penurunan kecuali sektor pertanian  yang mengalami peningkatan 16,91%. Penurunan terdalam terjadi pada  sektor industri pengolahan yang turun sebesar 11,49%,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
