<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Batu Bara RI Naik, Besi-Baja Anjlok di Februari 2024</title><description>BPS mencatat nilai ekspor batu bara sebesar USD180,76 juta atau naik sekitar 7,50%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983589/ekspor-batu-bara-ri-naik-besi-baja-anjlok-di-februari-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983589/ekspor-batu-bara-ri-naik-besi-baja-anjlok-di-februari-2024"/><item><title>Ekspor Batu Bara RI Naik, Besi-Baja Anjlok di Februari 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983589/ekspor-batu-bara-ri-naik-besi-baja-anjlok-di-februari-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983589/ekspor-batu-bara-ri-naik-besi-baja-anjlok-di-februari-2024</guid><pubDate>Jum'at 15 Maret 2024 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/15/320/2983589/ekspor-batu-bara-ri-naik-besi-baja-anjlok-di-februari-2024-8TSxiQ2znS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor Batu bara RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/15/320/2983589/ekspor-batu-bara-ri-naik-besi-baja-anjlok-di-februari-2024-8TSxiQ2znS.jpg</image><title>Ekspor Batu bara RI (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batu bara sebesar USD180,76 juta atau naik sekitar 7,50%.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, nilai ekspor besi dan baja mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Secara bulanan, Amalia bilang nilai ekspor besi dan baja menurun 27,0 persen. Sementara secara tahunan, nilai ekspor besi dan baja turun 22,14 persen.

BACA JUGA:
Punya Cadangan Batu Bara 35 Miliar Ton, RI Harus Maksimalkan Penerapan Clean Coal Process&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Senada, nilai ekspor komoditas CPO dan turunannya juga mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Secara bulanan, nilai ekspor CPO dan turunannya menglami penurunan 30,39 persen. Sementara secara tahunan menurun 35,89%.
&quot;Nilai ekspor besi dan baja serta minyak kelapa sawit mengalami penurunan secara bulanan. Sedangkan batubara mengalami kenaikan,&quot; ujar Amalia dalam konferensi pers hari ini, Jumat (15/3/2024).

BACA JUGA:
Pakai Aplikasi Ini, Luhut Sebut Royalti Batu Bara Naik Gila-gilaan

Kendati demikian, dikatakan Amalia, nilai ekspor ketiga komoditas unggulan Indonesia ini memberikan share sekitar 30,22% dari total ekspor non migas pada Februari 2024.Seperti diberitakan sebelumnya, nilai ekspor non migas pada Februari 2024 sebesar USD18,09% atau turun 5,27%. Sementara nilai ekspor migas sebesar USD1,22 miliar atau turun 12,93%.
&quot;Penurunan nilai ekspor Februari didorong oleh penurunaan nilai ekspor nonmigas terutama pada besi dan baja dengan andil penurunan sebesar 3,26%, lemak dan minyak hewani nabati dengan andil 2,60% serta logam mulia dan perhiasan permata dengan andil penurunan sebesar 0,60%,&quot; jelas Amalia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNC80LzE3ODMxNi81L3g4dWR3cW0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batu bara sebesar USD180,76 juta atau naik sekitar 7,50%.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, nilai ekspor besi dan baja mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Secara bulanan, Amalia bilang nilai ekspor besi dan baja menurun 27,0 persen. Sementara secara tahunan, nilai ekspor besi dan baja turun 22,14 persen.

BACA JUGA:
Punya Cadangan Batu Bara 35 Miliar Ton, RI Harus Maksimalkan Penerapan Clean Coal Process&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Senada, nilai ekspor komoditas CPO dan turunannya juga mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Secara bulanan, nilai ekspor CPO dan turunannya menglami penurunan 30,39 persen. Sementara secara tahunan menurun 35,89%.
&quot;Nilai ekspor besi dan baja serta minyak kelapa sawit mengalami penurunan secara bulanan. Sedangkan batubara mengalami kenaikan,&quot; ujar Amalia dalam konferensi pers hari ini, Jumat (15/3/2024).

BACA JUGA:
Pakai Aplikasi Ini, Luhut Sebut Royalti Batu Bara Naik Gila-gilaan

Kendati demikian, dikatakan Amalia, nilai ekspor ketiga komoditas unggulan Indonesia ini memberikan share sekitar 30,22% dari total ekspor non migas pada Februari 2024.Seperti diberitakan sebelumnya, nilai ekspor non migas pada Februari 2024 sebesar USD18,09% atau turun 5,27%. Sementara nilai ekspor migas sebesar USD1,22 miliar atau turun 12,93%.
&quot;Penurunan nilai ekspor Februari didorong oleh penurunaan nilai ekspor nonmigas terutama pada besi dan baja dengan andil penurunan sebesar 3,26%, lemak dan minyak hewani nabati dengan andil 2,60% serta logam mulia dan perhiasan permata dengan andil penurunan sebesar 0,60%,&quot; jelas Amalia.</content:encoded></item></channel></rss>
