<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS: Ekspor Pertanian Naik 61,91%</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor sektor pertanian naik 16,91% (YoY) pada Februari 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983607/bps-ekspor-pertanian-naik-61-91</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983607/bps-ekspor-pertanian-naik-61-91"/><item><title>BPS: Ekspor Pertanian Naik 61,91%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983607/bps-ekspor-pertanian-naik-61-91</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/15/320/2983607/bps-ekspor-pertanian-naik-61-91</guid><pubDate>Jum'at 15 Maret 2024 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Pika Piqhaniah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/15/320/2983607/bps-ekspor-pertanian-naik-61-91-uhCOR449cY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPS catat ekspor pertanian alami kenaikan (Foto: Kementan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/15/320/2983607/bps-ekspor-pertanian-naik-61-91-uhCOR449cY.jpg</image><title>BPS catat ekspor pertanian alami kenaikan (Foto: Kementan)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2OC81L3g4dGs0OHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor sektor pertanian naik 16,91% (YoY) pada Februari 2024. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa salah satu penyumbang dari kenaikan tersebut adalah subsektor perkebunan khususnya CPO Kelapa sawit dan juga turunannya.
&quot;Secara tahunan semua sektor mengalami penurunan kecuali sektor pertanian yang mengalami peningkatan sebesar 16,91%,&quot; ujar Amalia dalam berita resmi statistik, Jumat (15/3/2024).

BACA JUGA:
Ekspor Batu Bara RI Naik, Besi-Baja Anjlok di Februari 2024


Menurut Amalia, sektor pertanian juga tercatat memiliki kontribusi 0,39 miliar USD pada total ekspor non migas yang mencapai USD18,09 miliar disusul setelahnya ada sektor pertambangan dan industri pengolahan.
&quot;Nilai ekspor non migas menurut sektor mengalami peningkatan secara bulanan kecuali pada sektor industri pengolahan yang mengalami penurunan sebesar 9,22%,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ekspor Indonesia Turun Jadi USD19,31 Miliar di Februari 2024


Sementara itu, kata Amalia, penurunan terdalam terjadi pada sektor industri pengolahan yang turun sebesar 11,49% serta sektor-sektor lainnya. Terutama disebabkan oleh penurunan ekspor logam baja bukan besi, barang perhiasan, barang berharga serta alumunium.
&quot;Nilai ekspor tersebut hanya memberikan share 30,22% dari total ekspor non migas Indonesia pada Februari 2024,&quot; katanya.
Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro  Boga Andri mengatakan bahwa kenaikan ekspor sejalan dengan program  pertanian yang dicanangkan kementerian pertanian, yaitu penguatan  produksi dalam negeri, kesejahteraan petani dan ekspor, terutama  komoditas strategis perkebunan, horti, padi dan jagung serta komoditas  peternakan dan turunannya.
&quot;Seperti yang disampaikan Bapak Menteri, kami fokus pada program  ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah  dan daya saing industri, program pendidikan dan pelatihan vokasi serta  meningkatkan penerimaan devisa negara dari ekspor komoditas pertanian.  Yang pasti semua peningkatan komoditas dalam negeri terus kita pacu agar  mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan ekspor,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMi8yOS8xLzE3Nzc2OC81L3g4dGs0OHE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor sektor pertanian naik 16,91% (YoY) pada Februari 2024. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan bahwa salah satu penyumbang dari kenaikan tersebut adalah subsektor perkebunan khususnya CPO Kelapa sawit dan juga turunannya.
&quot;Secara tahunan semua sektor mengalami penurunan kecuali sektor pertanian yang mengalami peningkatan sebesar 16,91%,&quot; ujar Amalia dalam berita resmi statistik, Jumat (15/3/2024).

BACA JUGA:
Ekspor Batu Bara RI Naik, Besi-Baja Anjlok di Februari 2024


Menurut Amalia, sektor pertanian juga tercatat memiliki kontribusi 0,39 miliar USD pada total ekspor non migas yang mencapai USD18,09 miliar disusul setelahnya ada sektor pertambangan dan industri pengolahan.
&quot;Nilai ekspor non migas menurut sektor mengalami peningkatan secara bulanan kecuali pada sektor industri pengolahan yang mengalami penurunan sebesar 9,22%,&quot; katanya.

BACA JUGA:
Ekspor Indonesia Turun Jadi USD19,31 Miliar di Februari 2024


Sementara itu, kata Amalia, penurunan terdalam terjadi pada sektor industri pengolahan yang turun sebesar 11,49% serta sektor-sektor lainnya. Terutama disebabkan oleh penurunan ekspor logam baja bukan besi, barang perhiasan, barang berharga serta alumunium.
&quot;Nilai ekspor tersebut hanya memberikan share 30,22% dari total ekspor non migas Indonesia pada Februari 2024,&quot; katanya.
Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro  Boga Andri mengatakan bahwa kenaikan ekspor sejalan dengan program  pertanian yang dicanangkan kementerian pertanian, yaitu penguatan  produksi dalam negeri, kesejahteraan petani dan ekspor, terutama  komoditas strategis perkebunan, horti, padi dan jagung serta komoditas  peternakan dan turunannya.
&quot;Seperti yang disampaikan Bapak Menteri, kami fokus pada program  ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas, program nilai tambah  dan daya saing industri, program pendidikan dan pelatihan vokasi serta  meningkatkan penerimaan devisa negara dari ekspor komoditas pertanian.  Yang pasti semua peningkatan komoditas dalam negeri terus kita pacu agar  mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan ekspor,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
