<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sidak Harga Beras, Ini Hasil Temuan Ombudsman</title><description>Hasil temuan sidak Ombudsman RI mengenai implementasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/16/320/2984175/sidak-harga-beras-ini-hasil-temuan-ombudsman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2024/03/16/320/2984175/sidak-harga-beras-ini-hasil-temuan-ombudsman"/><item><title>Sidak Harga Beras, Ini Hasil Temuan Ombudsman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2024/03/16/320/2984175/sidak-harga-beras-ini-hasil-temuan-ombudsman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2024/03/16/320/2984175/sidak-harga-beras-ini-hasil-temuan-ombudsman</guid><pubDate>Minggu 17 Maret 2024 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Saskia Adelina Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2024/03/16/320/2984175/sidak-harga-beras-ini-hasil-temuan-ombudsman-qGR5wERdVv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga beras di atas HET (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2024/03/16/320/2984175/sidak-harga-beras-ini-hasil-temuan-ombudsman-qGR5wERdVv.jpg</image><title>Harga beras di atas HET (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNi8xLzE3ODM4My81L3g4dWt6YXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hasil temuan sidak Ombudsman RI mengenai implementasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium. Ombudsman mendapati masih ditemukan di beberapa titik retail modern harga beras premium tidak sesuai dengan ketentuan relaksasi HET.

BACA JUGA:
Ombudsman Usut Dugaan Beras SPHP Bulog Dikemas Ulang Jadi Komersil

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika melihat bahwa pasokan beras premium mulai tersedia kembali di retail modern meskipun jumlahnya masih terbatas. &amp;ldquo;Pemantauan kami di retail modern di wilayah Jakarta menunjukkan pasokan beras Premium sudah mulai tersedia kembali meski dengan jumlah yang terbatas,&amp;rdquo; ujar Yeka.

BACA JUGA:
Masih Impor, Ombudsman Minta Pemerintah Tak Pakai Jargon Swasembada Beras 100%

Sementara itu, Yeka mengatakan bahwa Ombudsman melihat stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) cukup banyak, namun harga beras masih belum stabil.
&amp;ldquo;Di Pasar Induk Beras Cipinang tidak ada masalah suplai beras, namun harga masih belum stabil. Misalnya saja di PIBC, beras Bulog komersil Rp12.400/kg, namun sampai ke tangan konsumen masih tinggi harganya,&amp;rdquo; katanya.Kondisi tersebut menurut Yeka, menuntut Pemerintah untuk melakukan pengaturan dan pengawasan harga di tingkat konsumen. Kemudian, terkait penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah digelontorkan oleh Perum Bulog, Yeka berpendapat bahwa program ini belum sepenuhnya berhasil membuat harga beras di tingkat konsumen menurun atau stabil.
Baca Selengkapnya:&amp;nbsp;Ombudsman Temukan Harga Beras Premium Tak Sesuai HET</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyNC8wMy8xNi8xLzE3ODM4My81L3g4dWt6YXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Hasil temuan sidak Ombudsman RI mengenai implementasi Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium. Ombudsman mendapati masih ditemukan di beberapa titik retail modern harga beras premium tidak sesuai dengan ketentuan relaksasi HET.

BACA JUGA:
Ombudsman Usut Dugaan Beras SPHP Bulog Dikemas Ulang Jadi Komersil

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika melihat bahwa pasokan beras premium mulai tersedia kembali di retail modern meskipun jumlahnya masih terbatas. &amp;ldquo;Pemantauan kami di retail modern di wilayah Jakarta menunjukkan pasokan beras Premium sudah mulai tersedia kembali meski dengan jumlah yang terbatas,&amp;rdquo; ujar Yeka.

BACA JUGA:
Masih Impor, Ombudsman Minta Pemerintah Tak Pakai Jargon Swasembada Beras 100%

Sementara itu, Yeka mengatakan bahwa Ombudsman melihat stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) cukup banyak, namun harga beras masih belum stabil.
&amp;ldquo;Di Pasar Induk Beras Cipinang tidak ada masalah suplai beras, namun harga masih belum stabil. Misalnya saja di PIBC, beras Bulog komersil Rp12.400/kg, namun sampai ke tangan konsumen masih tinggi harganya,&amp;rdquo; katanya.Kondisi tersebut menurut Yeka, menuntut Pemerintah untuk melakukan pengaturan dan pengawasan harga di tingkat konsumen. Kemudian, terkait penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah digelontorkan oleh Perum Bulog, Yeka berpendapat bahwa program ini belum sepenuhnya berhasil membuat harga beras di tingkat konsumen menurun atau stabil.
Baca Selengkapnya:&amp;nbsp;Ombudsman Temukan Harga Beras Premium Tak Sesuai HET</content:encoded></item></channel></rss>
